Jadi Milenial Ramah Lingkungan, Pastikan 6 Benda Praktis Ini Selalu Anda Bawa!

oleh -369 kali dilihat
Membawa Tumbler itu Repot, tapi Asyik
Membawa tumbler ke mana-mana asyik dan bermanfaat/Foto-Idris
Anis Kurniawan

Klikhijau.com – Peran generasi milenial terhadap kelestarian lingkungan mulai ditunjukkan sebagai way of life. Saat ini, berbagai upaya menjaga lingkungan ala milenial terus bertumbuh.

Mulai dari kampanye cinta lingkungan, hingga aksi-aksi kreatif yang membawa dampak penting bagi bumi.

Sahabat hijau, semua dimulai dari aksi kecil pada diri sendiri. Menjadi milenial ramah lingkungan adalah sebuah prinsip dan gaya hidup.

Berbanggalah Anda yang tertarik atau sudah jadi bagian dari gerakan besar ini. Anda tidak sedang melakukan perubahan besar pada diri sendiri, tetapi juga pada lingkungan.

Apakah sulit menerapkan gaya hidup ramah lingkungan (eco friendly)? Tidak juga, sejauh ada keinginan yang tulus. Bermula dari perubahan pola pikir dan kesadaran akan pentingnya mengambil peran.

Lalu, mulailah dengan pelan-pelan mengubah gaya hidup. Misalnya Membiasakan diri membawa 6 benda praktis ramah lingkungan setiap bepergian berikut ini!

KLIK INI:  Ciptakan Lingkungan yang Ramah, Kak Seto Memilih Jadi Vegan
Bawa tumbler

Tumbler atau botol minuman sendiri bisa dipakai isi ulang air mineral. Dengan tumbler, Anda akan terhindar dari konsumsi air minum kemasan yang dapat jadi sampah. Terbiasa membawa tumbler tidak saja mengedukasi diri sendiri, tetapi juga mengajak orang lain melakukan hal yang sama.

Membawa eco snack

Eco snack atau tempat makanan sendiri dalam ukuran kecil harus selalu dibawa kemana-mana demi meenghindari kemasan makanan dari bahan plastik sekali pakai. Kotak makanan juga dapat menjadi suatu kebiasaan dalam organisasi atau instansi, sehingga tidak memakai lagi pembungkus makanan sekali pakai.

Sedia sapu tangan kain pengganti tisu

Sejak dahulu, orang tua kita mengajarkan membawa sapu tangan. Tetapi, kemunculan tisu mengubah kebiasaan baik ini. Akibatnya, sampah tisu membengkak di alam. Dengan membawa sapu tangan kain, kita tentu memproteksi diri dari pemakaian tisu sekali pakai yang bakal berujung sebagai sampah.

Sedotan stainless atau bambu

Sampah sedotan kini menjadi hantu bagi lingkungan kita. Pemakaian sedotan sekali pakai tidak terhitung jumlahnya dan semua terbuang percuma setiap harinya. Sebagian besar diantaranya bergentayangan di laut dan merusak biota laut. Mulailah terbiasa membawa sedotan dari stainless atau sedotan bambu yang bisa digunakan berkali-kali. Dengan begitu, Anda akan mengurangi pemakaian sedotan plastik.

KLIK INI:  7 Hal Tak Boleh Disentuh Saat Belanja di Supermarket Saat Pandemi
Tas belanja

Setiap belanja ke supermarket, Anda akan disuguhi kantong plastik. tidak terbayang berapa banyak kantong plastik menjadi sampah setiap harinya. Sama persis dengan membayangkan, betapa banyaknya orang memadati pasar dan tempat belanja setiap harinya. Tas belanja adalah cara terbaik menghindar dari kantong kresek. Ada banyak varian tas belanja, mulai dari tas lipat yang bila tak digunakan bisa terlipat kecil, hingga tas khusus yang terbuat dari bahan daur ulang.

Mulai memakai sikat gigi bambu

Belum lama ini, sikat gigi bambu mulai diperkenalkan sebagai satu alat ramah lingkungan. Bukan tanpa alasan, data menunjukkan bahwa setiap tahun terdapat empat milyar sikat gigi gagang plastik yang berakhir jadi sampah. ini ancaman serius. Dengan sikat gigi bambu, kita tidak menjadi penyumbang sampah gagang plastik.

Begitulah sebagian kecil peran generasi milenial terhadap kelestarian lingkungan yang bisa dilakukan. Ayo kita mulai!

KLIK INI:  Jangan Buang Tisu Basah ke Lubang Toilet! Ini Dampaknya