Isu Perubahan Iklim Semakin Mencemaskan, Generasi Z Ternyata Lebih Peduli

Publish by -83 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Isu Perubahan Iklim Semakin Mencemaskan, Generasi Z Ternyata Lebih Peduli
Ilustrasi - Foto/Greenbiz

Klikhijau.comIsu perubahan iklim saat ini benar-benar mencemaskan penduduk bumi, terutama bagi generasi muda.

Belum lama ini, organisasi metereologi dunia, World Meteorological Organization (WMO) merilis fakta baru tentang adanya kenaikan suhu global secara signifikan.

Disebutkan bahwa suhu global rata-rata tahunan kemungkinan naik paling tidak 1 derajat celsius di atas tingkat pra-industri (1850-1900), dalam masing-masing lima tahun mendatang (2020-2024).

WMO memprediksi peningkatan suhu global berpeluang bertambah 20 persen atau melebih 1,5 derajat celsius dalam sebulan. Faktanya, negara-negara di dunia telah menyetujui target kenaikan suhu global agar tetap stabil di bawah 1,5  derajat celcius abad ini.

Ini tentu kabar yang tak sedap, terlebih datang bersamaan dengan masa pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir. Namun, tidak ada jalan lain, semua harus bertindak untuk menekan efek perubahan iklim.

KLIK INI:  Perihal Serbuan Ular Kobra di Pemukiman, Begini Penjelasan KLHK!
Anak muda yang cemas, tapi lebih peduli

Seberapa respek penduduk bumi atas isu krusial ini? Dilansir Greenbiz, IKEA dan GlobeScan pernah melakukan penelitian yang melibatkan lebih dari 30.000 konsumen di 30 negara. Penelitian menunjukkan bahwa secara global, perubahan iklim telah menjadi perhatian mayoritas, ada 73 persen orang telah sangat khawatir akan hal ini.

Orang-orang mulai khawatir tentang dampak lingkungan yang negatif seperti naiknya permukaan laut dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Selain individu, organisasi dan pemerintah di berbagai negara juga telah membuat upaya perubahan dan menempatkan target pengurangan dampak perubahan iklim.

Dalam penelitian IKEA dan GlobeScan tersebut juga menemukan fakta menarik bahwa kaum muda (usia 18-24), ternyata lebih peduli daripada kelompok usia lainnya tentang perubahan iklim.

Data dari survei GlobeScan 2019 Healthy & Sustainable Living juga menunjukkan bahwa Gen Z adalah yang paling mungkin merasa stres atau cemas dalam kehidupan sehari-hari, dan juga merasa bersalah tentang dampak negatifnya terhadap lingkungan.

KLIK INI:  Yang Tak Terduga dari Dampak Perubahan Iklim

Kepedulian di antara kaum muda tampak jelas dalam tindakan yang kita saksikan di seluruh dunia. Orang-orang muda semakin banyak berbicara, membuat orang mendengar suara mereka dan mengakui dan mengatasi kekhawatiran mereka.

Namun, optimisme juga mulai diperlihatkan penduduk bumi khususnya generasi muda, sebagaimana penelitian GlobeScan dengan IKEA, dimana semakin banyak orang yang bersedia untuk mengambil tindakan dan mengubah perilaku mereka untuk membantu mengurangi perubahan iklim. Alasan utama mereka untuk melakukannya adalah untuk membantu memberi manfaat bagi generasi mendatang.

Jadi semua sepakat untuk bagaimana dapat memenuhi tuntutan generasi berikutnya dan memastikan kita memberikan masa depan di mana manusia dan planet berkembang.

Faktanya, dukungan dan kolaborasi penyelamatan bumi harus dilakukan. Bagaimana caranya? Temuan GlobeScan dan IKEA juga menarik yakni tidak semua orang tahu apa yang harus dilakukan untuk mengambil tindakan mengatasi perubahan iklim (37 persen mengatakan tidak tahu).

Mengambil tindakan iklim sejatinya tidak harus berarti bahwa kita semua perlu melakukan pengorbanan yang mengubah hidup.

KLIK INI:  KLHK Uji Coba Alat Pengukur Tinggi Gelombang, Ini Fungsinya!
Dimulai dari hal-hal kecil

Perubahan kecil penting dan secara kolektif dapat dilakukan sehingga memiliki dampak besar pada bumi.

Bahkan di saat ketidakpastian selama krisis COVID-19 saat ini, kita dapat mengambil tindakan positif di rumah dan kehidupan kita sehari-hari.

Misalnya dengan akses yang lebih sedikit ke toko-toko daripada biasanya. Penting pula untuk mulai menyadari dan memastikan tidak membuang-buang makanan.

Apa pun itu, tindakan kecil ternyata dibutuhkan, termasuk di dalamnya daur ulang, mengurangi limbah, menggunakan tas belanja dan meningkatkan jumlah makanan nabati yang kita makan.

Kita perlu mendorong lebih kuat lagi agar semakin banyak orang bertindak untuk keberlanjutan bumi. Generasi muda dapat jadi influencer tentunya. Ayo kita bergerak merespons isu perubahan iklim yang semakin mencemaskan!

KLIK INI:  Lebih Dekat dengan Greenland, Pulau Es yang Ingin Dibeli Donald Trump

Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!