Ini yang Terjadi Jika Anak Gemar Makan Makanan Pedas

Publish by -22 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Ini yang Terjadi Jika Anak Gemar Makan Makanan Pedas
Makanan pedas/Foto-idntimes.com

Klikhijau.com – Rasa pedas dari masakan yang ada di Indonesia telah akrab bagi masyarakat luas. Cita rasa makanan pedas ini sangat disukai banyak orang, tak terkecuali anak-anak.

Makanan pedas memang memberikan sensasi tersendiri bagi yang mengonsumsinya. Namun, tak banyak yang tahu kalau sebenarnya pedas bukanlah rasa.

Pedas merupakan suatu sensasi yang muncul akibat zat kimia bernama capsaicin. Jika sensasi ini dikonsumsi secara pas, makanan pedas dapat memberikan manfaat untuk tubuh.

Namun jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, justru bisa berbahaya untuk tubuh. Makanan pedas dapat menyebabkan nyeri perut, perut mulas, gastritis (maag akut), refluks asam, insomnia, dan mengurangi sensitivitas lidah.

KLIK INI:  Perutmu Terasa Sakit Setelah Makan Makanan Pedas? Simak Cara Mengatasinya!

Lalu, bagaimana jika anak-anak suka mengonsumsi masakan yang pedas? Mungkin Anda adalah salah satu orang tua yang mengenalkan pada anak sejak dini.

Menurut ahli gizi, dr. Tan Shot Yet, semua itu tergantung pada kesiapan masing-masing anak, apakah alat cernanya sudah bisa menerima makanan pedas atau tidak.

Namun dr. Tan menyarankan, sebaiknya bumbu tajam termasuk cabai tidak diberikan pada anak di bawah usia 2 tahun.

“Kita konsentrasi dulu dengan makanan untuk tumbuh kembangnya di 1000 hari pertama kehidupannya,” ujar dr. Tan seperti dikutip dari Msn.com.

Walau bumbu pedas mengandung capsaicin memiliki manfaat, tapi bila dilihat dari kebutuhan anak, belum terlalu diperlukan.

Jika ingin mengambil zat antioksidannya, anak lebih baik mengonsumsi sayur atau buah lain yang tidak pedas.

KLIK INI:  Di Usia Lanjut, Obesitas Tingkatkan Risiko Disabilitas
Jika anak ketagihan makanan pedas

dr. Tan mengatakan bahwa rasa pedas sangat mungkin menambah nafsu makan anak. Terlalu banyak makan pedas berisiko menyebabkan mual, muntah, dan menyebabkan nyeri lambuh, serta diare.

Selain itu, rasa pedas itu menambah nafsu makan. Apalagi makanan yang konsumsi punya efek pencetus obesitas.

Hal itu akan membuat porsi nasinya jadi bertambah dan makan gorengannya tidak bisa berhenti.

Karena itu, sebaiknya orang tua memperkenalkan makanan-makanan sehat yang berimbang. Biarkan anak bereksplorasi dengan rasa lainnya daripada makanan pedas. Begitulah yang disarankan dr. Tan.

Jadi dengan semakin kaya pengetahuan rasanya, tentu dia bisa melakukan rotasi dan variasi nantinya. Bukan terpatri pada makanan yang itu-itu saja.

KLIK INI:  Murah dan Sehat, Ini Cara Atasi Anak yang Masih Suka Mengompol
Editor: Ian Konjo
Sumber: Beberapa sumber

KLIK Pilihan!