Ini Kesan dan Pesan Anak Muda Makassar dari #AksiMudaJagaIklim

oleh -82 kali dilihat
Ini Kesan dan Pesan Anak Muda Makassar Usai Aksi #AksiMudaJagaIklim
Anak-anak yang menggambar tentang kondisi bumi saat #AksiMudaJagaIklim di Lantebung pada 28 Oktober 2021 - Foto/Ist

Klikhijau.com – Aksi muda jaga iklim dengan tagar #AksiMudaJagaIklim digelar serentak di hampir seluruh wilayah di Indonesia, tepat di momen Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober.

Aksi ini melibatkan ratusan komunitas peduli lingkungan dan digelar dengan ragam aksi dan kampanye perihal pentingnya mitigasi iklim.

Di Makassar aksi jaga iklim dipusatkan di Kawasan Wisata Mangrove Lantebung. Aksi yang melibatkan 28 plus komunitas se-Kota Makassar ini ditandai dengan penanaman 2800 bibit mangrove. Angka ini sekaligus merefleksikan semangat sumpah pemuda terlebih karena pelaksanaan kegiatan digelar persis di 28 Oktober 2021.

Ratusan anak muda dari berbagai komunitas tampak antusias mengikuti aksi kolaboratif ini. Mereka umumnya bangga bisa ikut andil menyuarakan aspirasi muda dalam isu perubahan iklim.

KLIK INI:  Di Wisata Alam Bhakti, AMAN Gelar "Girl's Camp" tentang Pentingnya Perdamaian
Kesan dan pesan anak muda Makassar

Farras Haidar R dari Komunitas Greenfluencer Indonesia yang juga ikut dalam aksi muda jaga iklim merasa sangat senang dan bahagia, terlebih karena ia bisa ikut langsung menanam mangrove.

“Kesannya, kegiatan ini sangat bermanfaat dimana di hari yang bertepatan momen sumpah pemuda, kita sebagai pemuda dapat melakukan salah satu kegiatan yang begitu bermanfaat dengan menanam pohon mangrove bersama komunitas/organisasi se-Kota Makassar,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Dechy dari Komunitas Mekartani unhas. Dechy menilai aksi ini sangatlah menarik dan penuh makna. Bagi Dechy, sumpah pemuda yang diucapkan 93 tahun lalu perlu diartikulasikan kembali berdasarkan konteks permasalahan yang dihadapi hari ini.

“Jadikan sumpah pemuda menjadi momentum anak muda masa kini untuk peka melihat permasalahan bangsa. Sebagaimana dulu para anak muda jeli melihat kebutuhan masyarakatnya menjadikan Indonesia sebagai wadah pemersatu untuk merdeka dari penjajahan. Maka hari ini anak muda berani mengikrarkan sumpahnya untuk merdeka dari krisis iklim,” tutur Dechy.

Ungkapan dan semangat yang serupa dihaturkan oleh Andi Tenri Nur Afni, Miss Earth Sulsel 2019.

“Sebagai pemuda penerus bangsa saya sangat senang, karena utk membangun bangsa bukan hanya dengan berdiri di depan podium. Namun bisa juga dengan menjaga lingkungan dan meminimalisir perubahan iklim,” ungkap Tenri.

KLIK INI:  BBKSDA dan Lindungi Hutan Gelar Even "Makassar Rawat Bumi" di Lantebung

Tenri juga berpesan pada anak-anak muda untuk memulai gaya hidup ramah lingkungan.

“Mari merubah gaya hidup ke arah eco-lifestyle. Tidak perlu sempurna, pelan-pelan saja. Semua akan terbiasa pada waktunya. Sekarang tanpa kita sadari sudah banyak gaya hidup yang sebenarnya ke ecofriendly, misalnya thrift,” tuturnya.

Semangat dan optimisme juga dirasakan oleh Ainun Qalbi Mutmainnah dari Zero Waste. Ainun berharap aksi muda jaga iklim dapat terus ditingkatkan.

“Pesan saya, iman untuk menjaga bumi itu kadang naik kadang juga turun, tapi bukan berarti kita harus berhenti. Sekecil apapun suara yang diteriakkan, kita harus tetap bersuara untuk menyelamatkan bumi,” pesannya.

Ungkapan bahagia pada aksi ini juga dirasakan Ade Saskia  Ramadina dari Ikatan Keluarga Lantebung (IKL).

“Bangga, terhormat, dan antusias. Karena bisa menjadi salah satu dari sekian banyak peserta keren di seluruh indonesia, khususnya di titik utama makassar,” katanya.

Ade juga berpesan agar semua pihak khususnya anak-anak muda dapat mengambil peran dalam mitigasi iklim.

“Jangan menunggu bencana datang baru mau sadar dan peduli! Mari membangun kesadaran dari diri sendiri untuk lebibih peka terhadap krisis iklim dan juga menerapkan budaya yang tidak mendukung percepatan pemanasan global dengan cara yang sederhana terlebih dahulu,” pesan Ade.

Rasa bangga juga dihaturkan Muhammad Akbar dari ARI Sulsel. Akbar menilai aksi kali ini sangat mulia karena akan memberi dampak besar terhadap bumi.

“Saya sangat bangga bisa terlibat dalam aksi yang sangat mulia ini, karena kegiatan yang ini berdampak luas untuk bumi. Saya sangat terkesan dengan semangat pemuda yang hadir pada hari ini. Sangat luar biasa yang mana sebagian pemuda turun ke jalan berorasi namun ada pemuda juga yang turun mengotori tangannya dengan lumpur untuk bumi ini,” tuturnya.

Akbar juga berpesan agar para pemuda tidak berhenti untuk berbuat demi lingkungan

“Jadi mari gerak bersama untuk merawat bumi demi cucu cicit kita nanti,” pungkasnya.

KLIK INI:  Cara Indonesia Kelola Gambut dengan Melibatkan Masyarakat