Ini Fakta Lain Pohon Ketapang, Selain Daunnya yang Bisa Perpanjang Usia Ikan Hias

Publish by -7.115 kali dilihat
Penulis: Irhyl R Makkatutu
Ilustrasi pohon ketapang
Ilustrasi pohon ketapang/foto-dekoruma.com

Klikhijau.com – Siang kemarin, saya singgah di kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Sinjai. Kakak saya ingin membayar pajak kendaraannya.  Halaman kantornya cukup teduh, sebab terdapat dua pohon ketapang yang tumbuh dengan subur.

Kakak saya masuk mengurus pajak motornya, dan saya memilih istirahat di bawah pohon ketapang, menghindar dari terjangan terik matahari siang.

Dengan daun yang lebar dan rimbun karena jarak antara daun yang satu dan lainnya sangat rapat, pohon ketapang yang bernama latin terminalia catappa memang cocok menjadi tempat berteduh dari sinar matahari.

Dua pohon itu, menghalau terik matahari sampai kepada saya.

Sambil menunggu kakak saya menyelesaikan urusannya, saya mencari tahu perihal  manfaat pohon ketapang sebenarnya.

Menurut Wikipedia ternyata pepagannya atau jaringan terluar yang melapisi batang kayu dan daun-daunnya bisa dimanfaatkan orang untuk menyamak kulit, sebagai bahan pewarna hitam, dan juga untuk membuat tinta.

KLIK INI:  Tanaman Bisa Mendengar dengan Baik Meski Tak Punya Telinga

Pepagannya menghasilkan zat pewarna kuning kecoklatan sampai warna zaitun, dan mengandung 11–23% tanin. Sementara daun-daunnya mengandung 12 macam tanin yang dapat dihidrolisis.

Bagi penggemar ikan hias, sebaiknya menaruh daun-daun ketapang kering di akuarium, khususnya ikan cupang (Betta spp.) Karena dapat menurunkan dapat menurunkan pH air sehingga bisa memperbaiki kesehatan dan memperpanjang umur ikan.

Buah ketapang juga menghasilkan biji yang bisa dimakan. Rasanya mirip almond. Tidak mengherankan kalau nama lain di luar negeri ketapang  ini selalu dikaitkan dengan almond, seperti Singapore Almond, Indian Almond, Tropical Almond.

Khasiat ketapang

Buahnya mengandung tanin yang konon dapat dipergunakan untuk mengobati radang rongga perut.  Sementara Kayunya sendiri cukup keras dan bisa dipergunakan untuk berbagai macam hal.

Sayangnya tidak terlalu awet dibandingkan seperti Meranti, sehingga jarang dipergunakan untuk konstruksi bangunan.

Dr A Seno Sastroamidjojo dalam bukunya, Obat Asli Indonesia (1967) seperti yang dimuat satuharapan.com menyebutkan khasiat akar, kulit, inti biji, dan daunnya untuk pengobatan.

Rebusan akarnya, menurutnya, memiliki khasiat sebagai obat pada pendarahan, radang selaput lender usus, dan disentri. Kulit batangnya secara tradisional dimanfaatkan sebagai obat sariawan dan radang selaput lendir.

Inti bijinya memiliki khasiat sebagai penggiat fungsi kelenjar susu (meningkatkan produksi air susu). Daunnya memiliki khasiat diafirektikum, obat bengkak sendi karena rematik (obat luar).

Banyak peneliti mengeksplorasi khasiat ketapang lebih lanjut untuk pengembangannya sebagai obat modern dan produk lain, termasuk di Indonesia.

KLIK INI:  Rasakan, Ini 10 Manfaat yang Tak Terduga Jika Mengonsumsi Jeruk Bali

Selain itu, studi “Analisisi Biji Ketapang  yang dilakukan Miladiah Putri Handayani sebagai Suatu Alternatif Sumber Minyak Nabati” yang dilakukan Miladiah Putri Handayani yang bisa dibaca di mot.farmasi.ugm.ac.id (Majalah Obat Tradisional, 20 Maret 2017).

Maladiah mencari kemiripan antara minyak biji ketapang dan minyak zaitun, wijen, dan kelapa sawit berdasarkan sifat fisika kimia dan kandungan asam lemak total (palmitat, oleat, linoleat, dan stearat) sebagai metil ester.

Miladiah berkesimpulan, jika biji ketapan bisa dijadikan alternatif minyak nabati.

Kandungan protein ketapang yang tinggi juga mendorong peneliti menganalisanya untuk menggantikan kedelai dalam pembuatan kecap, seperti dilakukan Kamal tahun 2011 lalu.

Tempe dari biji ketapang juga pernah dibuat oleh Pradekatiwi tahun 2010 lalu karena kandungan gizinya yang cukup tinggi sehingga memiliki potensi tinggi untuk dijadikan pengganti kedelai dalam pembuatan tempe.

Delima (2013), dalam studinya menyebutkan kandungan gizi biji ketapang dimanfaatkan sebagai tepung yang disubsitusikan dalam pembuatan cookies.

Ketapang adalah tumbuhan pohon besar, tingginya mencapai 40 meter, dengan lingkar batang hingga mencapai 2 meter. Bertajuk rindang dengan cabang-cabang yang tumbuh mendatar dan bertingkat-tingkat.

Pohon yang muda sering tampak seperti pagoda. Pohon-pohon yang tua dan besar acap kali berbanir (akar papan), tingginya bisa hingga 3 meter.

***

Siang kemarin, Senin, 18 Februari 2019 usai kakak saya mengurus pajak kendaraannya, kami bergerak menuju Kecamatan Mallawa, Maros.

Sebelum meninggalkan kantor Samsat Kabupaten Sinjai, saya sempat menoleh untuk melihat dua pohon ketapang yang tumbuh di halamannya.

KLIK INI:  Meski Otaknya Kecil, Lebah Mampu Pahami Matematika Dasar
Editor: Irhyl R Makkatutu

KLIK Pilihan!