Ini Alasan Bermain Gadget Anak-Anak dan Remaja Harus Dibatasi

Publish by -99 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Ini Alasan Bermain Gadget Anak-Anak dan Remaja Harus Dibatasi
Bermain gadget anak-anak dan remaja harus dibatasi

Bermain gadget sebabkan keterampilan motorik anak dan remaja buruk jika tak dibatasi

Klikhijau.com – Keberadaan gadget atau gawai memang mempermudah manusia, tetapi penggunaannya tetap harus dibatasi. Ini disebabkan karena gadget bisa bersifat adiktif yang akan mempengaruhi sistem tubuh.

Layar gadget memiliki sinar biru yang berbahaya bagi perkembangan otak. Tak hanya ponsel atau tablet, komputer dan televisi pun termasuk alat elektronik yang harus dibatasi penggunaannya.

Kekhawatiran-kekhawatiran tentang banyaknya waktu yang dihabiskan oleh anak-anak dan remaja saat bermain gadget kian bertambah. Kontroversi berbahaya atau tidaknya menghabiskan waktu bermain gadget juga semakin banyak.

John J Reilly, Anthony Okely, Catherine Draper dan Mark S. Tremblay sejak 2016, telah melakukan tinjauan ilmiah tentang dampak menatap layar kaca digital dari bayi hingga anak-anak yang memasuki usia dewasa.

KLIK INI:  Bermain Ponsel Saat Istirahat Tak Baik untuk Kinerja Otak, Benarkah?

Mereka meneliti apakah penggunaan gadget di waktu luang atau non-pendidikan mempengaruhi kesehatan. Pengaruh ini termasuk risiko obesitas, kurang tidur, kebugaran fisik yang rendah, kecemasan dan depresi.

Selain itu, peneliti juga melihat dampaknya pada aspek sosial dan emosional serta perkembangan kognitif dan bahasa, kesejahteraan dan nilai di sekolah.

Hasilnya menunjukkan bahwa menatap layar digital dengan intensitas tinggi, memiliki potensi bahaya.

Bermain gadget dengan intensitas yang lebih rendah, lebih baik dalam menghindari obesitas, meningkatkan kualitas tidur, kebugaran fisik, perkembangan kognitif, sosial, dan emosional.

Waktu bermain gadget

Pedoman dari Kanada, Australia, dan Afrika Selatan merekomendasikan bahwa bermain gadget dengan tujuan rekreasi harus dihindari pada anak di bawah dua tahun.

Pada anak berusia dua hingga empat tahun cukup satu jam per hari. Sementara anak berusia lima hingga 17 tahun, batasi dua jam saja per hari.

Pembatasan waktu ini diperlukan karena beberapa alasan. Rekomendasi membatasi menatap layar gadget didasarkan pada penelitian dengan pendekatan tinjauan sistematis, penilaian kritis terhadap bukti, dan konsultasi.

Bermain gadget dengan intensitas rendah jelas lebih baik. Ada bukti yang mendukung batas waktu tertentu yang direkomendasikan. Konsultasi dengan individu, orang tua dan keluarga menunjukkan bahwa membatasi waktu bermain gawai itu bermanfaat.

Batasan bermain gawai juga merujuk pada hasil penelitian WHO dan World Cancer Research Fund (WCRF).

KLIK INI:  Whatsapp Bisa Tingkatkan Kesehatan Mental dan Jauhkan dari Kesepian?

Penelitian lain yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics dan Canadian Pediatric Society juga menemukan bahwa waktu yang dihabiskan untuk bermain gawai pada dasarnya mengabaikan konteks yang lebih luas.

Masa kanak-kanak modern ditandai oleh aktivitas fisik yang rendah, duduk berlebihan dan waktu di dalam ruangan. Anak-anak dan remaja juga menderita keterampilan motorik yang buruk, kekurangan penglihatan tingkat tinggi, peningkatan risiko diabetes tipe 2 dan hipertensi.

Dampak bersifat langsung dan tak langsung

Bermain gadget sepertinya menjadi bagian yang tak terhindarkan dari kehidupan modern. Ini semakin meningkatkan risiko dari dampak yang ditimbulkan.

Kerusakan akibat bermain gawai bisa bersifat tidak langsung maupun langsung seiring bertambahnya usia. Karena itu, bentuklah perilaku duduk di kursi yang lebih menguntungkan, misalnya membaca.

Selain itu, bermain gawai juga berdampak pada tergesernya waktu bermain aktif secara fisik dan waktu tidur.

Di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah, paparan penggunaan gawai mungkin masih relatif rendah di antara anak-anak. Tapi, kekhawatiran tentang potensi bahaya gadget harus tetap ada bahkan sejak bayi dan anak usia dini.

Setidaknya sampai ditemukan bukti baru yang kuat yang tidak menunjukkan bahaya. Yang paling bijaksana adalah berhati-hati tentunya.

KLIK INI:  Ingin Punya Gigi Putih dan Sehat, Gunakan Daun dan Kulit Ini!
Editor: Ian Konjo
Sumber: The Conversation

KLIK Pilihan!