Hentikan Tsunami Plastik Sesegera Mungkin!

oleh -51 kali dilihat
Selama PSBB, Sampah Plastik Meningkat dari Belanja Online dan Delivery
Ilustrasi plastik/foto-Media Indnesia

Klikhijau.com – Kita tak punya banyak waktu menyelamatkan diri dari tsunami plastik. Plastik bisa menghancurkan manusia hanya dalam waktu sembilan tahun saja. Itu jika tidak dicegah dan diperbaiki.

Kabar itu datang dari KTT Plastic Health Summit atau Kesehatan Plastik 2021. KTT itu diselenggarakan oleh Plastic Soup Foundation selama sehari pada hari Kamis, 21 Oktober 2021 lalu.

KTT Plastic Health Summit 2021 itu digelar di Amsterdam. Plastic Soup Foundation sendiri memang berbasis di Belanda.

Maria Westerbos, selaku  ketua Yayasan Plastic Soup Foundation  menuntut agar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pernyataan  bahwa sampah plastik telah menjadi status darurat bagi kesehatan masyarakat.

“Jika kita tidak bertindak sekarang, kerusakan yang disebabkan oleh polusi plastik,  baik bagi planet ini maupun bagi kesehatan manusia  tidak akan dapat diubah lagi pada tahun 2030. Hentikan tsunami plastik sesegera mungkin!” tegasnya.

Westerbos  juga menegaskan bahwa melalui fragmentasi, plastik dan zat aditifnya memasuki urat nadi ekosistem global. Sehingga dapat memiliki dampak kesehatan yang luar biasa bagi manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan. Sampah plastik adalah asbes baru.

Dihadiri banyak pakar

Pada acara tersebut, banyak pakar internasional yang hadir dari berbagai belahan dunia, termasuk Malawi, Greenland, Indonesia, AS, Inggris, dan Belanda.

Kehadiran mereka untuk mempresentasikan penelitian dan testimoni terkait plastik. Acara membahas isu yang meliputi: One Health tentang keterkaitan lingkungan dan kesehatan manusia,  Keadilan Lingkungan, yang meneliti bagaimana polusi dan kelompok rentan paling terpukul oleh efek kesehatan yang merugikan dari polusi plastik, dan The Next Generation, yang memprediksi skenario yang mungkin terjadi pada orang-orang pada tahun 2030.

Pada acara tersebut terdapat pula pameran khusus yang bernama Plastic Justice. Pameran ini melibatkan siswa dari sekolah seni dan desain di Den Haag, Reykjavík, Barcelona, ​​London, dan Vilnius.

Plastik memang berbahaya, ia dapat  mempengaruhi kesehatan manusia dengan berbagai cara. Manusia dapat dirugikan secara langsung oleh unsur-unsur beracun dalam beberapa plastik, seperti merkuri, kadmium, dan timbal.

Diethylhexyl phthalate (DEHP) yang ditemukan dalam plastik adalah karsinogen. Menurut National Association of Geoscience Teachers, para ilmuwan telah menghubungkan racun plastik lainnya dengan cacat lahir, kanker, masalah perkembangan masa kanak-kanak dan sistem kekebalan yang rusak.

“Kami sangat perlu mendanai penelitian lebih lanjut untuk memahami risiko plastik di tubuh kita dan bagaimana menguranginya,” kata Jo Royle, pendiri dan CEO organisasi lingkungan Common Seas yang berbasis di Inggris .

“Dan kami membutuhkan pemerintah dan bisnis untuk melangkah membantu kami semua mengurangi eksposur kami untuk hari ini dan di masa depan,” tambahnya.

KLIK INI:  Psikiater Ungkap 3 Masalah Kesehatan Mental di Tengah Covid-19

Sumber: Inhabitat