Gubernur Sulsel Dukung Geopark Maros Pangkep Menuju UNESCO Global Geropark

oleh -36 kali dilihat
Gubernur Sulsel Dukung Geopark Maros Pangkep Menuju UNESCO Global Geropark
Gubernur Sulsel dan Kepala Balai TN Babul - Foto: Ist

Klikhijau.com – Badan Pengelola Geopark Maros Pangkep bersama segenap stakeholdernya melakukan audiensi dengan Gubernur Sulawesi Selatan. Audiensi berlangsung di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan pada Jumat, 14 Mei 2022.

Tampak hadir dalam audiensi tersebut di antaranya: Wakil Bupati Maros, Wakil Bupati Pangkep, anggota DPRD Propinsi Sulsel, Akademisi Unhas, Bbksda Sulsel, dan Balai Taman Nasional Bantimurung.

Tak ketinggalan BPCB Sulsel, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Maros, Dinas Pariwisata, Pemuda , dan Olahraga Pangkep, dan beberapa undangan lainnya.

Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan menerima langsung rombongan. Dedy Irfan, GM Geopark Maros Pangkep bersama Prof Muhammad Jufri, Kepala Disbudpar Propinsi Sulawesi Selatan, menyampaikan langsung perkembangan dan persiapan rencana kedatangan Tim Assesor UNESCO kepada gubernur.

Andi Sudirman mengapresiasi upaya yang dilakukan tim untuk pengusulan Geopark Maros Pangkep sebagai bagian dari UNESCO. “Saya kira ini menarik, menjadi bentuk perlindungan terhadap alam. Melindungi alam berarti juga melindungi penghidupan masyarakat yang ada di sana,” pungkas Andi Sudirman.

KLIK INI:  Slamet Resmi Jadi Penghuni Baru Taman Nasional Gunung Ciremai

Menurut Andi Sudirman, upaya konservasi dilakukan untuk melindungi pemanfaatan alam secara berkelanjutan.
“Kan agak riskan, jika gugusan karstnya gundul sementara ada persawahan warga di bawahnya,” tambahnya.

Pernyataan gubernur tidaklah tanpa alasan. Mengingat kita tahu bersama bahwa ekosistem karst memiliki salah satu fungsi sebagai penampung air. Menjadi tandon raksasa. Penyerap air efektif adalah hutan-hutan yang berada di atasnya. Karenanya keterkaitan dengan ekosistem lain tak dapat dipisahkan.

Perihal persiapan kedatangan tim assesor UNESCO, gubernur memberi beberapa saran. “Saya usulkan untuk menyiapkan guide andal untuk mendampingi tim assesor. Cakap berbahasa, paham potensi geopark, dan berpenampilan menarik,” terang Andi Sudirman, sembari menyelingi pernyataannya dengan guyonan renyah.

Pada kesempatan yang sama Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung menyerahkan piagam penetapan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sebagai ASEAN Heritage Park.

Kepala balai menyerahkan langsung piagam yang diterimanya Oktober 2019 lalu, kepada gubernur. Sang gubernur senang, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung telah mendapat pengakuan sebagai warisan dari negara-negara yang tergabung dalam ASEAN.

“Semoga penghargaan dari ASEAN Centre for Biodiversity ini, menjadi penyemangat bagi kita semua menjaga alam melalui upaya konservasi,” tutupnya.

KLIK INI:  Memikirkan Ulang Penanganan Limbah Masker yang Bersumber dari Rumah Tangga