Google Potong Adsense untuk Konten Anti-krisis Iklim

oleh -11 kali dilihat
Google Potong Adsense untuk Konten Anti-krisis Iklim
Google - Foto/Pinterest

Klikhijau.com – Tak dapat dimungkiri, kian hari emisi karbon terus saja meningkat. Banyak aktivitas di muka bumi ini yang ditengarai mempercepat laju krisis iklim, sehingga hal ini menjadi problem yang saat penting yang harus ditinjaklanjuti oleh berbagai pihak, terutama perusahaan yang pada moda produksinya juga sangat memengaruhi terjadinya krisis iklim.

Oleh karenanya, berdasarkan perusahaan keuangan, Arabesque, sekira 25% perusahaan besar dunia, dengan berbagai kebijakan yang dibuatnya turut berupaya melawan krisis iklim sesuai dengan perjanjian Paris atau The Paris Agreement yang bertujuan untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat celcius pada 2050. Salah satu perusahaan besar terkemuka tersebut adalah Google.

Raksasa teknologi pencarian asal Amerika Serikat, Google tak akan mengizinkan lagi publisher, pengiklan, dan kreator YouTube untuk memonetisasi konten di YouTube atau platform lain miliknya jika konten tersebut berisi tentang sangkalan krisis iklim. Google menegaskan kebijakan tersebut dalam Google Ads Support pada Kamis, 7 Oktober 2021.

“Hari ini kami merilis kebijakan monetize baru—yang akan melarang iklan dan monetisasi untuk para kreator yang kontennya bertentangan dengan konsensus ilmiah seputar penyebab dan kenyataan perubahan iklim,” tulis Google dalam rilisannya.

KLIK INI:  Studi: Krisis Iklim Harus Direspons seperti Pandemi Covid-19

Tim Google juga mengemukakan bahwa konten berupa penyangkalan terhadap krisis iklim termasuk berkategori penipuan. Ia juga akan memblokir klaim-klaim yang menyangkal tren jangka panjang bahwa suhu bumi sedang memanas. Termasuk klaim yang menolak fakta terjadinya emisi gas rumah kaca, dan yang mengungkapkan kalau aktivitas manusia tak turut andil atau berkontribusi pada perubahan iklim. Adapun aturan yang dirilis ini akan berlaku mulai November mendatang.

Dalam membuat kebijakan tersebut termasuknya parameter untuk menegakkannya, Google telah berkonsultasi dengan sumber-sumber informasi resmi yang concern-nya ilmu iklim, termasuk para ahli yang telah berkontribusi pada laporan  The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Selain itu, perubahan aturan tersebut juga lantaran ada banyaknya keluhan dari mitra periklanan maupun publisher karena iklan miliknya berjalan beriringan dengan konten yang mempromosikan klaim tak akurat tentang perubahan iklim.

Melansir The Verge, dalam menegakkan kebijakan tersebut, Google akan mengerahkan alat deteksi otomatis dan deteksi manualnya. Ia akan mengevaluasi konten dengan cermat mengenai kebijakan barunya. Ia juga akan teliti soal konteks di mana klaim dibikin, membedakan konten yang menyebarkan berita palsu sebagai fakta versus konten-konten yang melaporkan atau membahas klaim itu.

Selain itu, Google juga menambahkan kalau iklan masih akan diizinkan pada topik-topik yang menambah insight dan awareness menyoal iklim seperti halnya debat publik terkait dengan kebijakan iklim, riset teranyar, konsensus ilmiah, dan sebagainya.

Kini, Google sedang gencar-gencarnya menindak para pihak yang menolak adanya pemanasan global dan berita atau informasi hoaks terkait perubahan iklim. Setelah sebelumya, Google juga memerangi adanya informasi hoaks mengenai vaksin.

Selain itu, beberapa hari lalu, Google juga mengumumkan beberapa fitur teranyarnya ntuk mengajak user  mengambil peran dan turut andil dalam meminimalisir laju krisis iklim. Salah satunya adalah dengan fitur pengingat untuk user agar mengurangi emisi karbon yang dihasilkan ketika berkendara.

*Disarikan dari berbagai sumber.

KLIK INI:  Jalan Panjang Perjuangan Masyarakat Toraja Tolak Tambang