GNPDAS Bisa Jadi Inspirasi untuk Pulihkan Hutan dan Lahan

Publish by -8 kali dilihat
Penulis: Redaksi
GNPDAS Bisa Jadi Inspirasi untuk Pulihkan Hutan dan Lahan
Masyarakat yang ikut GNPDAS/foto-KLHK

Penanganan wilayah kritis harus menghasilkan perubahan, membangun kesempatan kerja

Klikhijau.com – Desa Oro-oro Ombo jadi saksi Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) 2019. Desa yang terletak di Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur itu pun akan dikunjungi Menteri LHK, Siti Nurbaya.

Siti akan memimpin langsung puncak acara GNPDAS hari ini, Kamis, 5 Desember 2019. Tema yag dipilih kegiatan ini adalah Pulihkan Lahan Membangun Masa Depan.

GNPDAS diharapkan dapat menjadi inspirasi masyarakat untuk melakukan pemulihan hutan dan lahan. GNPDAS merupakan sebuah gerakan yang diinisiasi oleh KLHK bersama masyarakat.

Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dalam memulihkan hutan dan lahan untuk penyelamatan sumber daya air, produktivitas lahan, perubahan iklim dan pencegahan bencana hidrometeorologi.

KLIK INI:  Pra WCD, Sebuah Upaya Merawat Tradisi Gotong Royong di Bulukumba

GNPDAS adalah pengembangan agenda tahunan penanaman pohon pada kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI). Hanya saja dengan perspektif yang lebih luas, yaitu pemulihan lahan kritis di hulu DAS.

Semangat GNPDAS sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, bahwa penanganan wilayah kritis harus dilakukan secara komprehensif dengan prinsip keterpaduan pekerjaan penanaman, sipil teknis, dan teknik pembibitan, serta mengaktifkan semua unsur/elemen dan partisipasi masyarakat.

Membangun kesempatan kerja

Penanganan wilayah kritis harus menghasilkan perubahan, membangun kesempatan kerja dan mengatasi kemiskinan selain mengatasi permasalahan lingkungan.

Peringatan GNPDAS tahun 2019 ini berlangsung dari tanggal 4 hingga 5 Desember 2019. Desa Oro-oro Ombo dipilih sebagai lokasi puncak peringatan karena memiliki kisah sukses dalam upaya pelestarian sumber daya alam.

Wilayah ini merupakan bagian dari hulu DAS Brantas yang termasuk dalam 15 DAS Prioritas Nasional, serta berbatasan langsung dengan kawasan Hutan Lindung Panderman.

KLIK INI:  Penjaga Laut Wallacea dan 3 Film Lainnya akan Diputar di Makassar

Desa Oro-oro Ombo terletak pada kawasan pariwisata yang sedang berkembang serta berada di Demonstration Plot (Demplot) Usaha Pelestarian Sumberdaya Alam (UPSA) yang sedang dibangun oleh KLHK pada tahun 2019.

Di Desa Oro-oro Ombo ini KLHK bersama masyarakat membangun Demplot UPSA yang merupakan unit percontohan sistem usaha tani terpadu atau integrated farming system.

Dalam Demplot UPSA, diterapkan teknik-teknik konservasi tanah untuk melakukan intensifikasi pengelolaan lahan dengan memperhatikan daya dukung lahan.

Demplot UPSA ini dikelola oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Panderman. Terletak pada areal seluas ±10 Hektare dan menjadi tempat pelatihan dan edukasi bagi pihak terkait dalam upayanya untuk melestarikan hutan dan lahan.

Demplot UPSA ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) secara vegetatif dan sipil teknis berbasis wisata.

Kegiatan yang dikembangkan di dalam Demplot UPSA ini berupa persemaian untuk budidaya tanaman kayu-kayuan seperti sengon, waru, jati, eukaliptus, pinus.

Selain itu, juga terdapat tanaman Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) semacam macadamia, nangka, alpukat, mangga, serta tanaman sela seperti empon-empon, kopi, jahe.

KLIK INI:  Selamat Datang Kembali Menteri Siti, Ini Prestasinya Selama Menjabat!

Peternakan hewan juga dikembangkan di Demplot UPSA ini. Masyarakat dapat memelihara kambing, domba, atau kelinci melalui kandang komunal.

Kegiatan lainnya juga ada digiatkan adalah pengolahan lebah madu, pengolahan pupuk kompos. Terkait dengan rehabilitasi lahan, masyarakat diberi pengetahuan dan praktek membuat bangunan konservasi tanah dan air atau RHL sipil teknis berupa embung, biopori, dam penahan, dan gully plug.

Pada hari pertama rangkaian puncak acara GNPDAS, Rabu, 4 Desember 2019, diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Kegiatan tersebut antara lain adalah lomba mewarnai dan menggambar yang diikuti oleh pelajar Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar. Kemudian diselenggarakan juga sarasehan, lomba terampil antar Kelompok Tani Hutan, serta beragam kesenian tradisional.

KLIK INI:  Indonesia-Jepang Jajaki Peluang Kerjasama di Bidang LHK
Editor: Idris Makkatutu
Sumber: KLHK

KLIK Pilihan!