Ekologi Tanaman dan Bagaimana Lingkungan Memengaruhi Pertumbuhan Tanaman?

oleh -196 kali dilihat
Ekologi Tanaman dan Bagaimana Lingkungan Memengaruhi Pertumbuhan Tanaman
Tanaman di Sawahku Gowa - Foto/Anis Kurniawan

Klikhijau.com – Apa itu ekologi tanaman? Untuk memahami pengertian dari ekologi tanaman, ada baiknya kita memahami dua hal yakni ekologi itu sendiri sebagai ilmu dan tanaman sebagai objek.

Lalu, bagaimana membedakan antara tanaman dengan tumbuhan? Dalam pengertian paling sederhana, tanaman adalah tumbuhan yang dibudidayakan untuk maksud tertentu sehingga hasilnya dijadikan sebagai bahan pemenuhan kebutuhan yang memiliki nilai ekonomis dan estetika.

Sedangkan, tumbuhan adalah semua vegetasi. Semua tanaman adalah juga termasuk tumbuhan. Akan tetapi, tidak semua vegetasi tergolong tanaman.

Sampai di sini semoga sudah dipahami perbedaan antara tanaman dan tumbuhan. Dalam konteks ini, maka ekologi tanaman dapat dimaknai sebagai ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara tanaman dengan lingkungannya.

KLIK INI:  Mengapa Kita Harus Memilih Caleg Peduli Lingkungan?

Relasi yang dimaksud di sini adalah hubungan  antara tanaman dengan tanaman itu sendiri dan tanaman dengan lingkungannya. Setiap tanaman sangat bergantung pada lingkungannya atau tanaman tidak dapat berdiri sebagai individu atau kelompok yang terisolasi.

Mengapa demikian? Karena setiap tanaman mengalami interaksi sesama jenis dengan tanaman lainnya dan dengan lingkungan abiotik. Dalam hal ini berbagai faktor lingkungan memengaruhi kehidupan lingkungan yang spesifik untuk setiap jenisnya.

Pengaruh lingkungan

Lingkungan memberi pengaruh sangat penting terhadap pertumbuhan tanaman. Respons tanaman sebagai akibat dari faktor lingkungan akan terlihat pada penampilan tanaman.

Contohnya dapat terlihat pada vegetasi hutan bakau yang tumbuh di pantai berlumpur. Bakau mempunyai akar papan. Mengapa demikian? Hal ini karena tumbuhan tersebut menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

KLIK INI:  Pegiat Lingkungan: Jokowi Periode II Harus Perhatikan Ekologi dan Isu Kerakyatan

Begitu pula pada vegetasi yang tumbuh di sekitar ekosistem tersebut juga spesifik. Dalam arti bahwa hanya tumbuhan yang sesuai dan cocok saja yang dapat hidup berdampingan.

Faktanya, tumbuhan pun mempunyai sifat menolak terhadap tumbuhan yang tidak disukainya, yaitu dengan mengeluarkan semacam zat kimia yang dapat bersifat racun bagi jenis tertentu yang disebut allel.

Pengaruh sesama tanaman

Seperti dijelaskan pada pembahasan sebelumnya bahwa antara satu tanaman dengan tanaman lainnya memiliki hubungan atau interaksi satu sama lain. Ada yang untung, ada pula yang dirugikan, serta relasi saling menguntungkan.

Bentuk interaksi antara tanaman menarik dipelajari karena akan memengaruhi aspek estetika, fungsi lanskap dan aspek pelestarian lingkungan.

KLIK INI:  Paradoks Pandemi, Ekologi dan Ekonomi

Dalam konteks estetika misalnya, perlu dipahami bahwa hubungan sesama tanaman tidak selalu memberikan dampak keindahan. Bahkan, ada pula jenis tanaman tertentu memerlukan bantuan tanaman tertentu pula, yakni untuk perlindungan misalnya.

Contoh lainnya, ada jenis tumbuh-tumbuhan yang dapat menghasilkan zat-zat kimia yang dapat merangsang atau meracuni jenis tumbuhan lainnya ataupun meracuni jenis tanaman itu sendiri.

Senyawa-senyawa ini dapat meracuni biji-biji tanaman yang ada di sekitarnya. Ataupun meracuni perkembangan atau pun tanaman dewasa jika konsentrasi senyawa kimia tersebut tinggi.

Dalam relasi antar sesama tumbuhan tersebut ada beberapa kemungkinan  yang bisa saja terjadi antara lain:

  1. Menimbulkan kompetisi antar tumbuhan yang disebabkan kekurangan sumber energi atau sumber daya lainnya seperti sinar matahari, unsur hara, air. Kompetisi ini disebut
  2. Tumbuhan tertentu apakah masih hidup atau sudah mati menghasilkan senyawa kimia yang dapat memengaruhi tumbuhan lain yang tertentu pula. Senyawa kimia ini disebut
  3. Adanya pengaruh-pengaruh baik terhadap faktor fisik maupun biologis lingkungan yang dapat memengaruhi pertumbuhan perkembangan jenis-jenis tumbuhan yang bertindak sebagai tuan rumah atau inang. Misalnya, jenis tumbuhan tertentu menjadi habitat serangga, namun serangga tersebut mencari makan atau memakan tumbuhan lain dalam komunitasnya. Gangguan semacam ini disebut
KLIK INI:  Manusia Hanya Punya Dua Pilihan Terhadap Lingkungan, Menjaga atau Merusaknya, Pilih Mana?
Pengaruh senyawa alelopati

Pengaruh jenis tumbuhan terhadap jenis tumbuhan tertentu mempunyai sifat allelopati atau alelopati.

Ada dua jenis alelopati di alam. Pertama, alelopati yang sebenarnya yakni pelepasan senyawa beracun dari tumbuhan ke lingkungan sekitarnya dalam bentuk senyawa asli yang dilepaskannya.

Kedua, alelopati fungsional yakni senyawa kimia yang dilepaskan oleh tumbuhan kemudian senyawa tersebut mengalami modifikasi oleh mikroba tanah.

Semua jaringan tumbuh-tumbuhan mempunyai potensi menghasilkan senyawa-senyawa alelopati. Mulai dari akar, rizome, batang, daun, bunga, buah dan biji.

Senyawa alelopati ini dapat dilepaskan dari jaringan tumbuhan dalam berbagai cara misalnya melalui penguapan, eksudat akar, pencucian dan pembusukan bagian-bagian organ yang membusuk.

KLIK INI:  Ancaman Ekologi Dibalik Perpindahan Ibukota Jakarta ke Kalimantan

Alelopati yang dikeluarkan melalui penguapan, misalnya oleh beberapa jenis tumbuhan  yang berasal dari daerah-daerah gersang dan kering seperti Artemisia, Eucalyptus dan salvia.

Senyawa kimia yang dilepaskannya melalui penguapan akan diserap oleh tumbuhan lain yang ada di sekitarnya dalam bentuk uap maupun dalam bentuk embun, dan dapat masuk ke tanah kemudian diserap oleh akar.

Alelopati yang dikeluarkan melalui pencucian ialah asam-asam organik, gula, asam-asam amino, pektat, giberelin, terpenoid, dan fenol. Sebagai contoh, dari hasil pencucian daun tanaman Chrysanthenum sangat beracun, sehingga tidak ada jenis tumbuhan lainnya yang dapat hidup di sekitar tumbuhan ini.

Contoh lainnya adalah hasil cucian daun alang-alang akan memengaruhi pertumbuhan jagung dan mentimun, sedangkan alang-alang yang berakar merah akan memengaruhi pertumbuhan tomat.

Secara spesifik, senyawa alelopati akan berpengaruh pada beberapa hal antara lain;

  • Menghambat pembelahan sel
  • Penyerapan hara
  • Menghambat pertumbuhan
  • Menghambat aktivitas fotosintetis
  • Memengaruhi respirasi
  • Memengaruhi sintesis protein
  • Memengaruhi ketegangan membran
  • Menghambat aktivitas enzim
  • Memengaruhi suksesi pertumbuhan
  • Menghambat pola penyebaran tumbuhan
  • Menghambat pembusukan biji dan perkecambahan
  • Memengaruhi fiksasi Nitrogen dan Nitrifikasi

Demikianlah pembahasan singkat mengenai ekologi tanaman, relasi tanaman dengan tanaman di alam. Semoga bermanfaat!

*Referensi: Buku “Prinsip-Prinsip Ekologi” (Ekosistem, ingkungan dan Pelestariannya) oleh Prof. Dr. Ir. Zoer’aini Djamal Irwan, M.Si., Bumi Aksara Jakarta. 2010.

KLIK INI:  Negara akan Beri Kompensasi pada Jasa Lingkungan, Begini Penjelasannya!