Duka dari Hutan Hujan Amazon, Deforestasi Capai Rekor Baru

oleh -12 kali dilihat
Hutan Amazon Hilang 1 Juta Hektar karena Deforestasi
Hutan Amazon/foto-ist

Klikhijau.com – Institut Nasional untuk Penelitian Luar Angkasa Brasil ( INPE ). Belum lama ini mengeluarkan sebuah laporan.

Laporan tersebut  mengungkapkan jika deforestasi di hutan hujan Amazon telah mencapai tingkat tertinggi dalam lebih dari 15 tahun.

Peningkatan itu cukup signifikan,  sebesar 22 persen pada tahun lalu. Sistem pemantauan Prodes INPE telah menunjukkan bahwa 5.110 mil persegi hutan hujan dihancurkan dari Agustus 2002 hingga Juli 2021.

Temuan ini melemahkan upaya Brasil untuk meningkatkan kredibilitas lingkungan mereka di KTT perubahan iklim COP26 awal bulan ini.

KLIK INI:  Semesta, Film Tentang Alam Mulai Tayang Hari Ini

Bagaimana pun Brasil telah  berjanji untuk mengakhiri dan membalikkan deforestasi pada awal 2030.

Kabar buruk dari hutan hujan Amazon  adalah ancaman serius. Khususnya bagi spesies tumbuhan dan spesies hujan.

Karena hutan hujan  Amazon adalah rumah bagi lebih dari tiga juta spesies tumbuhan dan hewan, serta satu juta penduduk asli.

Bukan hanya itu,  peran yang tidak kalah pentingnya dari hutan hujan ini, karena  telah lama bertindak sebagai penyerap karbon. Artinya hutan hujan terbesar dunia ini telah sangat membantu mengurangi pemanasan global.

Namun, meski memiliki peran yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup berjuta makhluk hidup. Kerakusan manusia telah merampas peran tersebut.

Jadi penghasil karbon

Hutan hujan amazon sedang dalam duka yang dalam. Karena  selama satu dekade terakhir telah kehilangan lebih dari 3.860 mil persegi. Kehilangan itu disebabkan oleh deforestasi setiap tahun.

Sejak tahun 2019 lalu, hutan hujan ini rata-rata  kehilangan  hingga 4.400 mil persegi. Luas total deforestasi selama tiga tahun terakhir mencakup area yang lebih besar dari negara bagian Maryland di AS .

KLIK INI:  Kabar Baik, Ditemukan Spesies Kopi Liar yang Tahan dari Perubahan Iklim

“Ini memalukan. Itu adalah kejahatan,” kata Márcio Astrini, sekretaris eksekutif kelompok nirlaba lingkungan Climate Observatory.

Ia juga mengungkapkan jika pihaknya melihat hutan hujan Amazon dihancurkan oleh pemerintah yang menjadikan perusakan lingkungan sebagai kebijakan publik.

Dampak dari deforestasi menyebabka  area besar hutan hujan Amazon sekarang ini.  Menghasilkan lebih banyak karbon daripada yang diserapnya.

Besarnya karbon yang dihasilkan itu, melalui kombinasi kebakaran dan penebangan. Kabar buruknya banyak daerah baru-baru ini beralih dari penyerap karbon menjadi penghasil karbon, khususnya di Amazonia tenggara.

Hal itulah yang memicu pemanasan global, dan menghasilkan peristiwa cuaca ekstrem yang lebih sering dan intens.

Meskipun presiden Brasil Jair Bolsonaro baru-baru ini menyatakan bahwa 90 persen Amazon tetap murni dan bahwa serangan internasional terhadap Brasil untuk deforestasi tidak berdasar dan tidak adil, data terbaru tampaknya melukiskan gambaran yang jauh lebih suram.

“Ini adalah Brasil asli yang coba disembunyikan oleh pemerintah Bolsonaro dengan pidato dan tindakan fantastik greenwashing di luar negeri,” kata Mauricio Voivodic, direktur eksekutif Dana Margasatwa Dunia , dalam sebuah pernyataan setelah rilis data Prodes.

Voivodic  juga menambahkan bahwa realitas menunjukkan bahwa pemerintah Bolsonaro mempercepat jalan kehancuran Amazon.

Jika langkah-langkah untuk menghentikan dan membalikkan deforestasi di Amazon tidak segera diambil. Maka  wilayah vital ini,  seluruh planet kita  akan mengalami banyak menderita yang tak terbayangkan.

KLIK INI:  Dari Berbagai Tokoh, Ini Sederet Ungkapan Keresahan tentang Perubahan Iklim

Sumber: Eart