Dirgahayu ke-40 Tahun, Inilah 5 Taman Nasional Tertua di Indonesia

oleh -823 kali dilihat
inilah 5 taman nasional tertua di indonesia
Dirgahayu 40 Tahun Taman Nasional Indonesia-Foto/KLHK
Anis Kurniawan

Klikhijau.com –Ada 5 taman nasional tertua di Indonesia yang tercatat dalam sejarah perkembangan awal taman nasional di Indonesia. Untuk diketahui, Indonesia memiliki taman nasional yang cukup banyak yakni sekitar 54 taman nasional.

Pada taman nasional itulah, terdapat keanekaragaman hayati yang menjadi gambaran betapa kayanya negeri ini. Setiap taman nasional selalu punya ciri khas dan keunikannya sendiri. 5 taman nasioanal di antaranya tercatat lahir pertama kali secara bersamaan 6 Maret 1980 (40 tahun silam).

Kelima Taman Nasional itu adalah Gunung Leuser (Aceh dan Sumatera Utara), Ujung Kulon (Jawa Barat/sekarang Banten), Gunung Gede Pangrango (Jawa Barat), Baluran (Jawa Timur) dan Komodo (Nusa Tenggara Timur). Menteri Pertanian RI, Prof. Ir. Soedarsono Hadisapoetra secara resmi mengumumkan lima kawasan suaka alam dinyatakan sebagai Taman Nasional. Kelimanya dipilih karena memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dengan satwa-satwa endemik yang ikonik.

Peresmian lima taman nasionak itu didukung empat Menteri: Menteri Pertanian; Menteri Riset dan Teknologi Prof. Dr. Ing. B.J Habibie; Menteri Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Emil Salim; dan Menteri Penerangan, Ali Moertopo. Deklarasi berlangsung di Kantor Departemen Penerangan.

KLIK INI:  Sampah, Ancaman Nyata bagi Dunia Wisata
Historiografi terbentuknya 5 taman nasional

Benih taman nasional tersemai lewat Kongres Taman Nasional Sedunia pertama di tahun 1962 di San Diego Amerika Serikat. Lalu, disusul kongres Kedua pada 1972 di Taman Nasional Yellowstone, Amerika Serikat. Meskipun Taman Nasional pertama di dunia telah berdiri sejak 1887, perkembangan di tingkat global baru dimulai pada 1962.

Internasional Union for Conservation of Nature and Natural Resources atau IUCN membidangi kedua Kongres tersebut. Indonesia baru mengikuti Kongres yang kedua dengan diwakili oleh Prof. Dr. Otto Soemarwoto, Walan Sinaga dan Prof. Dr. Ir. Rudi Taruingkeng, M.Sc.

Pada 11-12 Oktober 1982 di Bali, Indonesia kemudian menjadi tuan rumah Kongres Taman Nasional Ketiga. Inilah momen bersejarah Taman Nasional yang cukup bersejarah karena pertama kali diadakan di negara berkembang. Dua Kongres sebelumnya diadakan di Amerika Serikat, yang penyelenggaraannya sangat berbeda dengan di Indonesia.

Tema Kongres di Bali adalah “Forest for People” (sesuai dengan tema Kongres Kehutanan Sedunia). Kongres dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Adam Malik di hadapan delegasi yang terdiri dari 68 negara.

Dalam sambutannya, Adam malik menyampaikan, “kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah Kongres ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap lingkungan dan bisa dipandang sebagai bentuk tanggungjawab dalam melestarikan kekayaan alam Indonesia.”

Di sela-sela Kongres itu pula, Menteri Pertanian , Prof. Ir. Soedarsono Hadisapoetra memanfaatkan momentum internasional tersebut untuk mendeklarasikan 11 kawasan suaka alam sebagai calon taman nasional atau kawasan pelestarian alam.

Berikut Profil singkat 5 taman Nasional tertua di Indonesia.

KLIK INI:  Taman Nasional Gunung Leuser Kini Jadi Rumah Dara
  1. Taman Nasional Gunung Leuser

Luas area Taman Nasional Gunung Lause sekitar 838.872 hektar. Kawasan ini masuk dalam wilayah propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara. Dikenal dengan kekhasannya yakni, satu-satunya kawasan konservasi yang memiliki 4 satwa kunci dan kharismatik dunia yang terancam punah dan dilindungi: Orangutan Sumatera (Pongo abelii), Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), dan Harimau Sumatera (Panthera tirgris sumatrae).

Kawasan ini pula menjadi rumah bunga Raflesia atjehensis dan Raflesia lanwangensis serta flora khasnya seperti daun payun raksasa (Johannesteijsmannia altifrons).

Keindahan alamnya sangat memukau. Selain bentang alam serta panorama alam, hutan, sungai, kamu juga dapat mengamati kehidupan satwa liar yang sangat memikat. Dunia mengakui ekosistem leuser memiliki banyak kekayaan hayati yang sangat kaya. Karenanya, mereka menjulukinya suaka tropis terbesar dan terkaya di seantero bumi.

Atas keunikan dan keindahannya, Taman Nasional Gunung Leuser telah mendapat 3 penghargaan dunia yakni: Situs Warisan Dunia (World Heritage Site)–Tropical Rainforest Heritage of Sumatera, Asean Heritage Parks dan Cagar Biosfer (Man and Biosphere Reserve).

KLIK INI:  Merawat Asa Kampoeng Bambu Toddopulia di Masa Pandemi
  1. Taman Nasional Ujung Kulon

Sekelompok pengunjung sedang menikmati salah satu pantai di Taman Nasional Ujung Kulon. Foto: Kumparan

Kawasan ini seluas 107.489 hektar, dikenal sebagai rumah terakhir sang Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). Untuk melihatnya memang sulit. Namun, bukan suatu yang mustahil. Situs Warisan Dunia (World Heritage Site) pun di sematkan dunia kepada kawasan ini.

Di kawasan ini pula terdapat pantai yang eksotik. Berpasir putih dan berair jernih. Pemandangan pulau-pulaunya juga tak kalah menawannya. Tempat ini sangat menarik untuk melakukan pengamatan satwa-satwa seperti: Merak, Banteng, Kera Ekor Panjang, Babi Hutan dan Ayam hutan. 

  1. Taman Gunung Gede Pangrango

Sekelompok pendaki sedang turun dari puncak Gunung Gede. Foto:Kumparan

Mungkin, ini salah satu taman nasional yang sangat terkenal di Indonesia. Khususnya di kalangan para penggiat alam terbuka yang mempunyai hobi mendaki gunung. Setiap hari libur dan akhir pekan tidak pernah sepi dari aktivitas pendakian dan aktivitas alam lainnya, seperti kemping dan tracking ke air terjun. Selain itu, kawasan ini dekat dengan ibukota, Jakarta.

Berbagai daya tarik obyek wisata alam tersebar di kawasan seluas 25.851 hektar ini. Gunung Gede (2.950 mdpl) dan Gunung Pangrango (3.019 mdpl) menjadi titik tertinggi yang menyajikan bentang alam Jawa bagian barat yang sempurna. Dunia pun mengakuinya dan menetapkannya sebaga Cagar Biosfer (Man and Biosphere Reserve).

Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) dan Owa Jawa (Hylobates moloch) menjadikan kawasan ini rumah mereka. Tidak ketinggalan Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) pun masih hidup liar di sini.

Bagi para pendaki, hamparan Edelweis dan pucuk-pucuk Cantigi yang berselimut embun pagi dan sunrise di puncak gunung adalah salah satu kenangan yang membuat mereka untuk selalu kembali untuk mendaki.

KLIK INI:  Kawasan Lindung Membuat Anak-Anak Lebih Makmur dan Sehat?
  1. Taman Nasional Baluran

Berada paling timur ujung pulau Jawa, kawasan dengan luas 25.000 hektar ini mempunyai kekhasan padang savana-nya yang memesona. Afrika kecil di pulau Jawa. Demikian julukan kawasan konservasi yang mendapat pengakuan dunia sebagai Cagar Biosfer (Man and Biosphere Reserve).

Tidak berlebihan memang. Bentangan savana-nya menyimpan kehidupan beragam satwa liar yang khas. Di antaranya: Kerbau liar (Bubalis bubalis), Banteng Jawa (Bos Javanicus), Rusa (Cervus timorensis). Kamu dapat melihat mereka pada kantong-kantong air yang menyebar di beberapa lokasi.

Sekitar savana Bekol salah satunya. Merak Hijau (Povo muticus), satwa lain yang dapat kamu jumpai. Tidak ketinggalan keriuhan monyet ekor panjang dan aneka jenis burung.

Menyusuri jalan membelah savana antara savana Bekol sampai pantai Bama, melihat kehidupan satwa liar tersebut, akan menjadi pengalaman yang tidak bisa kamu lupakan. Gunung Baluran yang berdiri gagah, sangat ikonik dan mempercantik pesona bentang alam kawasan ini. Naiklah menara pandang untuk melihat sekeliling pesona alamnya.

KLIK INI:  BBKSDA Sulsel Menggelar Workshop Pengelolaan TN Gandang Dewata, Ini Rekomendasinya!
  1. Taman Nasional Komodo

Kawasan ini terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan area seluas 173.300 hektare ini merupakan rumah dari sang biawak raksasa yang sangat terkenal di dunia, Komodo (Varanus komodoensis). Setidaknya di pulau Komodo, Padar, Rinca, Gili Motang dan Nusa Kode mereka bermukim.

Satwa lain seperti Rusa timor (Cervus timorensis), Kuda liar (Equus cubalius), Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), dan Kerbau liar (Bubalis bubalis) dapat kamu jumpai di sini.

Pantai-pantai berpasir putih terbentang cantik. Ada juga pantai berpasir merah atau pink. Keindahan bawah lautnya, menjadi salah satu surganya para pecinta diving dan merupakan kelas dunia.

Melihat hal tersebut di atas, tidak berlebihan jika Taman Nasional Komodo, mendapatkan tiga pengakuan dunia: Situs Warisan Dunia (World Heritage Site), Cagar Biosfer (Man and Biosphere Reserve) dan pada 16 Mei 2012 masuk sebagai New Seven Wonder of Nature.

Itulah 5 taman nasional tertua di Indonesia. Satu diantaranya mungkin sudah pernah kamu kunjungi. Atau malah belum sama sekali? Ayo ke Taman Nasional!

KLIK INI:  Kepulauan Banda Neira, Pusatnya Keanekaragaman Hayati