Di Tetes Terakhir Kopiku

Publish by -166 kali dilihat
Kopi
Foto-DewiKu.com

Oleh: Irhyl R Makkatutu

hampir saja kita lupa pernah berkejaran di peluk sendiri.
cari diri sendiri hingga asing
kita juga lupa berkenalan. ujung jembatan mulai terlihat.

“minumlah kopimu- lalu baring di pelukku,” bisikmu
aku merinding, pisah tersampir di senyum

kita terus berkejaran dalam rasa
ke belantara
ke bibir pantai
ke jalan raya penuh lubang
ke air mata

“aku ingin rebahkan bulan di pangkuanmu,” bisikku
kamu merinding, denyutmu melambat-berhenti, dua hingga tiga detik
kuberikan napasku berbau rindu

di sebuah subuh kita berkejaran cukup jauh
aku sampai di pelabuhan
kepalaku berubah deru ombak
mengantar sampah ke tepian

kulihat orang bergelombang di jalan
berdesakan penuh amarah
kau sampai di bandara
kepalamu berubah deru pesawat-bising

debu-debu menutup matamu hingga tak melihatku
kota berubah pekat oleh polusi jelang pagi itu

kita pisah
saling cari
kejar waktu
rindu bara

subuh berikutnya segelas kopi tersaji di ruang makan, itu tanda kau telah kembali
barangkali kau datang ketika aku sedang di kamar mandi
membuang mikroplastik dari dari pakian yang kucuci

“habiskan kopimu, lalu berbaringlah di pelukku,” bisikmu kembali, aku menurut
kepalaku pening, pulas aku di pelukmu

subuh berikutnya, aku temukan memeluk diriku sendiri
aku berjalan telusuri semua jalan: mencarimu
aku temukan fotomu di pepohonan
kau memakukan diri disana
aku terpukau

aku hampir lupa kita pernah berkejaran
berubah pelabuhan
berubah bandara
berubah asing di pelukan sendiri

aku ingin pulang kampung…
menyeduh kopi sendiri
berkejaran dengan diri sendiri
memeluk diri sendiri
……hingga tiada….

lalu lupa kita pernah hampir sampai di ujung jembatan
namun saling merahasiakan nama masing-masing

sstt, namaku kenangan
maukah kau kunamai masa lalu?

rumah kekasih, 16 Juli 2014

Penulis: Irhyl R Makkatutu, lahir di Desa Kindang, Bulukumba. Pendiri Ikatan Pemerhati Seni dan Sastra (IPASS) Sulse. Penulis buku Tetirah.

KLIK Pilihan!