Di Suatu Hari yang Hujan

oleh -113 kali dilihat
Di Suatu Hari yang Hujan-Ian Konjo
Ilustrasi/Foto-Ian Konjo

Hari ini kita tidak akan kemana mana hujan telah turun seharian di kota ini, seribu sayup suara suara kecil angin menyergap kebisuan,
menyergap sunyi
menyergap setiap tanya,
lalu menjelma diam kedalam setiap ingatan yang menyimpan rahasia terburuk kehidupan
Tentang kenangan hutan hutan kecil di seberang dermaga, tentang cerita purba bukit bukit dan jalan setapak merah, tentang cerita indah mawar dan melati

Sayang, tahukah kau
Ada sajak gulana yang lebih dulu tiba
di sini lalu bunuh diri
Sebelum hujan ini datang
Dan saat ini Mungkin ia sedang menjelma ke dalam suara-suara itu

Hari ini hujan akan lama,
Saya tahu sepanjang jalan akan penuh romantisme dan penuh dengan cerita tentang hujan hari ini
daun daun trambesi berjatuhan, akan menjadi kabar penutup yang akan di terbangkan angin kemana-mana

Hari ini jika saja hujan menjadi reda
Aku ingin mengajakmu pergi bertualang,
ke atas langit, menggusur kesedihan,
Dan segala yang bernama ketakutan diantara kita karena cinta,
Di perjalanan akan kuceritakan padamu banyak hal tentang tragedi
Cerita tentang laut yang kehilangan nafas, cerita tentang hutan yang mati di perkosa sore kemarin oleh sekumpulan kaya, tentang sekumpulan burung putih yang selalu terbang di sekitar gedung karena kehilangan rumah dan menjadi lupa dengan arah,
tentang melati dan mawar yang enggan tumbuh di halaman rumah
Dan termasuk tentang kita yang masih saja begitu rahasia

kita akan pergi ke tepian langit merona itu di ujung senja, ke rumah matahari,
Berteduh pada seribu cahaya yang berdiam

Bukankah selalu kukatakan bahwa Aku adalah yang selalu datang menjelma hening
Ketika kau menjadi gerimis lebat yang sulit di bendung angin
sungai-sungai yang mengalir ke hatimu
Ketika kau menjadi laut seharian
Tapi sementara ini, aku dan kau adalah seribu fragmen dan alegori dalam puisi dan sajak di sepotong bahagia
yang hari ini kita seduh dalam segelas kopi hitam bersama tanpa pemanis buatan
Melewatkan hari yang penuh hujan
Sambil menunggu waktu yang baik
Menumpahkan sesak rindu
Juga segala Kemarahan di hati
Menuju ke langit

Makassar Februari, 2019

Penulis:

Ari MD
Penikmat sastra dan Seni
Pernah gabung dan belajar di Sanggar Merah Putih makassar