Di Skotlandia, Cotton Bud Dilarang Beredar dan Diproduksi

oleh -81 kali dilihat
Di Skotlandia, Cotton Bud Dilarang Beredar dan Diproduksi
Cotton bud/Foto-Tribunjogja

Klikhijau.com – Banyak orang memilih membersihkan kotoran telinga menggunakan cotton bud. Walaupun penggunaan alat tersebut cukup umum dilakukan, namun para ahli mengatakan bahwa menggunakan cotton bud bisa menyebabkan gangguan pendengaran atau kerusakan pada saluran dalam telinga.

Selain itu, penggunaan alat pembersih telinga tersebut bisa mencemari lingkungan karena tangkainya dari plastik. Ini menambah deretan sumber sampah plastik yang merusak lingkungan.

Di Skotlandia, penggunaan pembersih telinga dengan tangkai berbahan plastik sudah resmi dilarang. Ini menjadikan Skotlandia sebagai negara pertama di Inggris yang secara resmi melarang pembuatan, penyediaan, dan penjualan penyeka kapas itu.

Pencinta dan pelestari lingkungan sangat mengapresiasi perubahan ini sebagai kabar yang luar biasa bagi satwa liar dan ekosistem.

KLIK INI:  Menanti Hasil Pertemuan 700 Peneliti Kehutanan Indonesia di Akhir Bulan

Sebagian besar produsen juga telah beralih menggunakan kertas sebagai tangkai penyeka sejak aturan ini diumumkan.

Peralihan ke bahan kertas menjanjikan biodegradabilitas yang lebih baik. Ancaman terhadap satwa liar juga lebih sedikit, mengingat tangkai plastik ini pernah ditemukan pada usus burung laut, mamalia, ikan dan kura-kura.

Dikutip dari Treehugger.com, peralihan ini diperkirakan bisa menghemat 21 ton plastik melalui kebijakan itu seperti dilaporkan BBC.

Di Inggris sendiri, 1,8 miliar cotton buds dijual setiap tahun. Orang-orang sering membuangnya ke toilet setelah digunakan, lalu berakhir di lautan dalam jumlah besar.

Perhimpunan Konservasi Laut (The Marine Conservation Society) memasukkan tangkai kapas itu dalam daftar teratas dari sepuluh jenis sampah di pantai. Para sukarelawan telah mengumpulkan 150.000 sampah dari tangkai cotton bud ini selama 25 tahun terakhir.

Dikutip dari Inhabitat.com, Sekretaris lingkungan Skotlandia Roseanna Cunningham mengatakan jika produk plastik sekali pakai adalah pemborosan.

Plastik juga sumber sampah merusak pantai yang indah dan ruang hijau serta mengancam satwa liar di darat dan di laut.

Emma Burlow, Kepala Ekonomi Edaran di Resource Futures mengatakan, larangan tersebut tidak hanya positif bagi lingkungan tetapi juga untuk perekonomian.

Larangan baru ini diharapkan mampu memainkan peran besar dalam perjuangan melawan pencemaran laut.

KLIK INI:  Juli 2021, Jerman Berlakukan Larangan Produk Plastik Sekali Pakai