Di Mana Keramaian, di Situ Ada Sampah Berserakan

Publish by -29 kali dilihat
Penulis: Idris Makkatutu
Di Mana Keramaian, di Situ Ada Sampah Berserakan
Foto-Tribunnews

Keramaiankah yang mengikuti sampah atau sampah yang mengikuti keramaian? hmmm

Klikhijau.com – Seorang anak kecil tetiba saja membuang gelas minumnya. Tentu setelah dia menyeruput habis isinya.

Anak kecil berjalan di depan saya. Dia membuang gelas minumnya di trotoar jalan Tomanurung, Gowa.

Dia membuangnya bersama pipet yang dipakai menyedot isi gelasnya. Anak kecil itu bersama ibunya dan dua orang lainnya.

Ibunya tak menegur dan anak kecil itu tanpa rasa bersalah telah membuang sampah di pinggir jalan. Hal yang sangat lumrah ditemukan di negara +62 ini.

KLIK INI:  Jawa Terancam Kehabisan Sumber Air Bersih Tahun 2040

Setiap hari Minggu pagi, di sekitaran lapang an Syech Yusuf Gowa memang ramai. Banyak warga memanfaatkan momen hari Minggu pagi bersantai bersama keluarganya. Seperti anak kecil itu, dia menikmati pagi bersama ibunya.

Dan pagi kemarin saya mengunjungi dua pusat keramaian di Sungguminasa, Gowa. Pertama di Taman Hasanuddin dan yang kedua di jalan Basoi dg Bunga, tempat yang menjadi alteratif pasar Minggu yang rutin di gelar di Gowa.

Dari dua kunjungan itu, saya mendapati hal yang sama. Sampah berserakan di mana-mana. Sepertinya keramaian tanpa sampah kurang afdal.

Meski telah disiapkan tempat sampah, tapi pengunjung dengan santainya membuang sampah di sembarang tempat. Sepeti anak kcil itu.

Apa yang salah dengan masyarakat, kenapa mereka sangat nyaman membuang sampah di sembarang tempat?

KLIK INI:  Peringati Hari Bumi 2019, Ajakan Renungkan Tagar #10YEARCHALLENGEOFEARTH Digaungkan

Jawababnya bisa karena kesadaran yang sangat minim, penyerahan sepenuh-penuhnya kebersihan kepada petugas kebersihan, dan sanksi yang kurang tegas dari pemerintah.

Alasan kedua menjadi alasan banyak orang. Anehnya, kita seolah bangga jika mampu menambah beban kerja orang lain daripada meringankannya.

“Adaji petugas kebersihan, supaya ada kerjanya,” tutur Ani, seorang pengunjung di Taman Hasanuddin.

Anggapan Ani, sama seperti anggapan banyak orang di negara ini.

Sangat sering saya menjumpai, setiap pusat keramian, apalagi jika itu di area terbuka, sudah dipastikan akan jadi lumbung sampah.

Yang anehnya, masyarakat biasanya malu membuang sampah sembarangan di pusat keramian yang modern, semisal mall dan sejenisnya.

Tapi, begitu keluar, dengan santainya membuang sampah di jalan.

Aneh, bukan?

KLIK INI:  4 Fakta Unik Pohon Raksasa “Kalumpang Lompoa” di Bantaeng
Editor: Idris Makkatutu

KLIK Pilihan!