Dekomposisi dan Fermentasi, Cara Ramah Kembalikan Unsur Hara Tanah

oleh -914 kali dilihat
Dekomposisi dan Fermentasi, Cara Bijak Kembalikan Unsur Hara Tanah
Dekomposisi dan Fermentasi, Cara Bijak Kembalikan Unsur Hara Tanah/foto - Ist
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Unsur hara tanah sangat penting bagi tanaman. Sementara tanaman berperan penting dalam kehidupan manusia. Tanaman mampu menghasilkan makanannya sendiri.

Tanaman menyerap unsur hara potensial dari dalam tanah dan  udara. Unsur-unsur tersebut selanjutnya dikirim ke daun untuk proses  fotosintesis.

Proses ini dilakukan tanaman untuk mendapatkan zat makan dan oksigen plus energi untuk melangsungkan hidupnya.

Makhluk hidup di bumi bergantung hidup pada tanaman. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsungnya makhluk hidup menghirup oksigen yang dikeluarkan tanaman. Menjadikan tanaman bahan makanan untuk mendapatkan karbohidrat dan energi serta banyak vitamin.

KLIK INI:  Melihat Upaya Petani Cabai di Lampung Berpihak Pada Lingkungan

Iya,  tanaman membutuhkan unsur hara yang cukup untuk tetap hidup. Unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman adalah unsur hara makro dan mikro.

Unsur hara makro terdiri dari natrium (N), fosfat (P), kalium (K),karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), sulfur (S), magnesium (Mg), dan kalsium (Ca).

Sementara unsur hara mikro yang diperlukan, antara lain besi (Fe), mangan (Mn), seng (Zn), tembaga (Cu) , boron (B), molibdenium (Mo) dan chlor (Cl) (The Learning Farm 2018).

Saat ini ketersedian unsur hara di dalam tanah semakin memprihatinkan.  Hal itu disebabkan pola tanam monokultur dan pemberian pupuk kimia. Pola tersebut merusak struktur, tekstur, kimia dan biologis tanah. Tanah akan mengeras. Porositas tanah rendah. Kemampuan akar dalam menyerap air dan hara potensial juga rendah. Tanaman akan kerdil, menguning, layu, dan mati.

Dekomposisi dan fermentasi

Hal yang perlu dilakukan untuk mengembalikan unsur hara tanah adalah dengan memberikan bahan organik berupa pupuk padat. Hal itu mampu mengembalikkan sifat fisik tanah. Tekstur tanah berubah menjadi remah. Warna tanah menjadi lebih gelap. Ini mengindikasikan tanah yang subur. Unsur hara esensial tersedia.

Hal ini juga diyakini sebagai tempat untuk menyimpan ion. Sumber energi dan nutrsi bagi mikrobia dan makrobia. Fungsi dari mikrobia ini adalah merubah senyawa yang bersifat racun bagi tanaman. Melalui  proses nitrifikasi. Karena untuk menghasilkan senyawa nitrogen (N) perlu proses yang panjang. Senyawa ini tidak tersedia di alam dalam bentuk senyawa tunggal.  Di udara berbentuk N2 dan dari tumbuhan berbentuk amoniak Nh4 + ( Suradi TLF, 2019).

Ada 2 cara untuk mendapatkan pupuk dari bahan organik yang dapat diaplikasikan ke lahan pertanian. Dengan cara melakukan dekomposisi dan fermentasi.

Dekomposisi merupakan proses penguraian atau pembusukkan bahan organik yang dilakukan oleh mikroorganisme secara aerob (memerlukan udara). Proses ini menghasilkan Pupuk Organik Padat (POP). Salah satu contohnya adalah pupuk kompos (Arif TLF, 2018).

KLIK INI:  Mengenal Unsur Hara Tanah Beserta Fungsinya bagi Tumbuhan

Syarat pembuatan kompos adalah bahan-bahan mudah terurai, ada dekomposer (pengurai) dan terdapat nutrisi dari bahan yang akan dibuat, agar ada hijauan untuk mendapatkan unsur nitrogen. Bahan-bahan untuk membuat kompos bisa dengan batang pisang untuk mendapat unsur fosfat, sekam, cocopit atau serbuk kayu untuk mendapatkan unsur kalium.

Selain itu, juga dapat dengan kotoran hewan (kohe) untuk mendapatkan semua unsur makro dan mikro esensial. Serta kapur dolomit untuk menekan tingkat keasaman kompos. Sedangkan bahan pengurainya bisa menggunakan tricoderma.

Cara yang harus ditempuh, yaitu bahan-bahan dipisahkan sesuai jenisnya. Kemudian di tumpuk seperti piramuda. Jangan lupa untuk menyiram bahan pengurainya di setiap tumpukan. Untuk mendapatkan kompos yang baik butuh waktu setidaknya 6 bulan.

Cukup lama, tapi kita dapat mempersingkat waktu. Dengan setiap seminggu sekali membolak-balikkan bahan. Kemudian ditutup dengan terpal.

KLIK INI:  5 Jenis Limbah yang Bisa Jadi Pupuk Kompos untuk Menyuburkan Tanaman
Ciri-ciri kompos yang sudah jadi

Kompos yang telah jadi akan berubah warna menjadi kehitaman. Tekstur lebih lembut. Aroma sudah tidak berbau dan suhu kompos sudah dingin. Cara mengaplikasikannya sama seperti pupuk padat lainnya. Bahkan sangat bagus sebagai media tanam, khususnya bunga hias.

Sedangkan fermentasi merupakan proses penguraian bahan organik yang dilakukan oleh mikroorganisme secara anaerob (tanpa memerlukan udara) untuk memecah bahan organik menjadi asam organik. Salah satu contohnya adalah pupuk organik cair (POC).

Bahan-bahan yang biasa digunakan untuk membuat pupuk organik cair. Air kelapa, air cucian beras, urine ternak, bunga/bonggol pisang, kecambah, pucuk hijauan, kulit telur. Ada banyak unsur yang bisa didapatkan. Unsur makro yang banyak dan unsur mikro lebih dari cukup. Keuntungan lainnya adalah ada fungsi hormon.

Hormon yaitu (zat pengatur tumbuh). Juga dapat mencegah datangnya berbagai hama tanaman. Akibat dari bau urine hewan ternak yang khas. Sumber bakteri juga sangat banyak. Selain menggunakan tricoderma. Kita juga dapat menggunakan limbah buah-buah manis.

KLIK INI:  Bebal, Jenis Sampah Organik Ini Tak Bisa Diolah jadi Pupuk Kompos

Semua bahan dimasukkan ke dalam tong dan tutup rapat. Setiap 3 hari sekali aduk bahan. Jika bahan sudah tercampur.  Warna air sudah berubah kecokelatan. POC siap digunakan.

Pemberian Pupuk organik cair sangat penting. Tanaman menyerap unsur hara dan mineral yang sudah terlarut di dalam air. Pupuk organik cair akan terserap menyeluruh. Hal ini disebabkan pupuk organik cair 100% larut.

Selain dapat diaplikasikan melalui tanah. Pupuk organik cair dapat pula diaplikasikan melalui daun sehingga penyerapannya lebih cepat. Namun, harus sesuai dosis dan waktu aplikasi yang dianjurkan agar pertumbuhan dan hasil tanaman dapat optimal.

Pertanian organik bukan terletak dari bentuk produknya melainkan pelakunya. Mari kita memelihara dan menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan, tanah, air, udara, tanaman, manusia, dan hewan.

KLIK INI:  Eco Enzyme, Cairan Ajaib Hasil Fermentasi Sampah Organik yang Multiguna