Climate Change Class, Ruang Belajar Bersama Lindungi Kehidupan di Bumi

oleh -28 kali dilihat
Climate Change Class, Ruang Belajar Bersama Lindungi Kehidupan di Bumi
Climate Change Class, Ruang Belajar Bersama Lindungi Kehidupan di Bumi-foto/ist

Klikhijau.com –  Ruang Rapat Si Pongi. Tulisan itu terdapat tepat di bawah jam dinding berwarna putih. Sebelum masuk ruangan, di sebelah kanan terdapat meja berwarna coklat, yang di jaga dua orang perempuan muda.

Keduanya bertugas menyodorkan kertas untuk registrasi peserta  Climate Change Class “Belajar Bersama untuk Lindungi Kehidupan di Bumi Demi Generasi Mendatang.

Ruang Si Pongi menjadi tempat kegiatan Climate Change Class dalam rangka menyambut Hari Ozon Internasional hari ini, 16 September 2022.

Kegiatan ini dilaksanakan laksanakan oleh Klikhijau.com bekerjasama dengan Yayasan KEHATI, Balai Pengendalian Perubahan Iklim Wilayah Sulawesi KLHK dan BBKSDA Sulsel.

KLIK INI:  Aksi KEHATI Rehabilitasi Karang di Pulau Sangiang dengan Modul PVC

Sebelum masuk ke ruang kegiatan, peserta akan mendapati tangga di sebelah kiri menuju lantai atas.

Di dalam ruangan, pada jejeran kursi yang di tata di belakang meja, siswa dan guru perwakilan dari 8 sekolah menengah atas (SMA) memadatinya.

Pelibatan anak muda dalam penanggulan iklim memang penting.  Mereka adalah generasi yang paling akan terdampak dari krisis iklim di masa mendatang jika tak diatasi dari sekarang.

“Tanpa keterlibatan anak muda, kita tidak bisa berbuat banyak,” ungkap Muhammad Syarifullah yang biasa disapa Syarif dari PR & Education Outreach Manager Yayasan Kehati. “Jika bumi rusak, masa depan mereka “anak muda” akan rusak rusak pula,” tambahnya.

KLIK INI:  Lomba Baca Puisi Tema Lingkungan Antar SMA se-Sulawesi Selatan
Menguatkan literasi dan pengetahuan

Melihat pentingnya peran pemuda itulah, Klikhijau.com membuat gagasan untuk menggelar kelas edukasi mengenai perubahan iklim. Kegiatan ini merupakan upaya menguatkan literasi dan pengetahuan pada anak – anak muda dan komunitas akan pentingnya mengambil peran dalam pemilihan bumi termasuk perlindungan pada lapisam ozon

Plt Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sulawesi KLHK, Yudho Shekti Mustiko dalam sambutannya mengatakan, dipilihnya nama kegiatan Climate Change Class, biar lebih keren dan bersemangat

“Sebenarnya bias saja nama kegiatannya Kelas perubahan iklim, namun dirasa kurang keren makanya pakai Climate Change Class biar tetap semangat,” ungkapnya.

Apa yang dikatakan Yudho agar peserta semangat mengikuti kegiatan tersebut terbukti. Hal itu diungkapkan oleh salah sat peserta, Muh. Ilham dari SMA 18. Ia bersemangat  ingin belajar lebih banyak perihal lingkunganmengikuti kegiatan tersebut

“Saya ingin mempelajari hal yang baru tentang lingkungan, ingin menjaga lingkungan agar tetap lestari,” tuturnya.

KLIK INI:  Opab Gempa Makassar Siap Terima Anggota Baru Tahun Ini

Kegiatan Climate Change Class ini juga mendapat sambutan positif dari tati Juliati, salah seorang pendidik di SMA Makassar.

Tati mengatakan bahwa kegiatan seperti ini bagi  guru dan siswa sangat bagus sekali dan sangat bermanfaat karena memberikan edukasi bagaimana orang-orang yang berada di dunia pendidikan bisa berperan aktif dalam memberikan perubahan dalam lingkungan kita.

“Kita tahu bahwa iklim atau lingkungan sudah semakin rusak, kita berharap di Hari Ozon Internasional ini akan ada perubahan yang dimulai dari sekolah,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Peserta kegiatan kali ini melibatkan 2 (dua) komponen

Perwakilan siswa-siswi SMA/SMK se-Kota Makassar dan perwakilan dari komunitas pemuda di Kota Makassar. Acara ini akan tersaji dari waktu pukul 08.00 pagi hingga pukul 16.00. Terbagi dalam 4 (empat) sesi.

Sesi pertama, Upaya Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim melalui aksi dan program konservasi. Kedua,  Perubahan Iklim dan Dampaknya dalam kehidupan manusia serta upaya mitigasinya.

KLIK INI:  Padat Karya Penanaman Mangrove Berdayakan Masyarakat Pesisir

Dan sesi ketiga, Perubahan Iklim dan Ancaman kepunahan keanekaragaman hayati.  Sedangkan sesi keempat, Model-model kolaborasi Aksi muda jaga iklim. Sementara sesi kelima, Praktek Penanganan Sampah Organik menjadi eco enzyme dan Cairan EM4++.

Kelas edukasi perubahan iklim dalam rangka peringatan Hari Ozon Internasional, menghadirkan beberapa narasumber lewat ‘sharing session’. Antara lain, Ir. Jusman (Kepala BKSDA Sulsel), Muhammad Syarifullah (PR & Education Outreach Manager Yayasan Kehati), dan Yudho Shekti Mustiko, SP., M,Si (Kepala BPPIKHL Sulawesi).

Ada juga Indeka Darma Putra (Koord. BW Kehati), Anis Kurniawan (Direktur Klikhijau), Mashud Azikin (Pegiat Sampah/Founder Manggala Tanpa Sekat). Acara ini akan berlangsung dari Aula BPPIKHL Sulawesi Jl. Perintis Kemerdekaan, Makassar.

KLIK INI:  Terapkan Pendidikan Lingkungan Hidup, DLHK Bantaeng Usulkan 12 Sekolah Adiwiyata