Cethosia myrina, Kupu-kupu Sayap Renda yang Semakin Langka

oleh -763 kali dilihat
Cethosia myrina, Kupu-kupu Sayap Renda yang Semakin Langka
Cethosia myrina, Kupu-kupu Sayap Renda yang Semakin Langka/Foto-Taufiq Ismail
Taufiq Ismail

Klikhijau.com – Yuk sahabat peduli lingkungan, kenalan dengan salah satu kupu-kupu endemik Sulawesi, Cethosia myrina sarnada. Sarnada adalah nama sub spesiesnya. Kupu-kupu ini cantik tak terkira.

Warna coklat kemerahan mendominasi sayap atasnya. Kombinasi ungu, putih, dan hitam menambah semarak warnanya.

Penyuka nektar bebungaan ini senang terbang di bawah pepohonan yang tak begitu rapat. Perlu sedikit cahaya matahari untuk membuat sayapnya selalu kering.

Terbang lincah. Saat bertemu bunga yang sedang mekar ia tak segan-segan singgah. Mingisap sarinya. Tak lama kemudian terbang dan hinggap lagi di bunga lain.

Dari sanalah perannya berfungsi. Mempertemukan putik dan benang sari. Hingga kemudian bunga-bunga di hutan terjadi pembuahan.

Boleh jadi perannya terlihat sedikit, namun jumlah kupu-kupu melimpah. Karenanya perannya tak bisa kita pandang sebelah mata.

Sebarannta yang endemik

Kupu-kupu Cethosia myrina hanya bisa Sahabat temui di wilayah Sulawesi. Khusus di Sulawesi bagian selatan untuk Cethosia myrina sarnada.

Sebarannya terbatas membuat pemilik julukan kupu-kupu sayap renda ini tak bisa kita jumpai dengan bebas. Sebarannya terbatas bahkan endemik. Tak bisa kita jumpai di belahan dunia lain, kecuali di Sulawesi.

Warna cantik dan endemik juga menjadi alasan kolektor memburunya. Mereka rela merogoh kocek dalam-dalam demi seekor kupu-kupu menawan

Karenanya untuk mencegahnya dari kemerosotan populasinya, pemerintah secara tegas melindunginya secara hukum. Mencegah perdagangan satwa bersayap ini.

Meski demikian, tampaknya masih juga kita jumpai perdagangan melalui situs daring. Hanganya cukup fantastis, bisa mencapai $ 50 USD, atau setara dengan Rp. 700.000 per ekornya.

KLIK INI:  BBKSDA Sulsel Serahkan Rusa Timor ke Penangkar di Takalar

“Salah satu faktor yang mempengaruhi suatu spesies dilindungi karena praktek jual beli. Perdagangan yang hanya memanfaatkan stok alam sangat mempengaruhi populasi suatu satwa di alam,” ujar Imti Yazil Wafa, pemerhati kupu-kupu Malang.

“Faktor endemisitas juga sangat berpengaruh. Sebaran yang sangat terbatas sangat rentan terhadap kemerosotan populasi hingga berpotensi punah,” tambahnya.

Jika mendapati suatu spesies langka pada wilayah sebarannya. Maka jangan langsung menjustifikasi bahwa sudah langka atau hampir punah.

“Kita juga perlu mempelajari pakan kupu-kupu tersebut. Jika pakannya mudah merangas pada musim kemarau. Maka hal itu sangat memengaruhi dinamika populasinya,” ujar Yazil melalui percakapan di suatu grup WhatsApp.

Petugas taman nasional mengistilahkan waktu kemunculan. Tiap kupu-kupu memiliki waktu kemunculan atau musim terlihat berbeda-beda. Saya juga memerhatikan bahwa ada beberapa jenis yang memiliki musim kemunculan sepanjang tahun seperti Papilio gigon. Kupu-kupu ini juga endemik Sulawesi.

Saya memerhatikan bahwa Cethosia myrina sarnada di wilayah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung cukup melimpah. Taman nasional yang meliputi Maros dan Pangkep ini menyediakan pakan bagi beragam kupu-kupu, termasuk si kupu-kupu bidadari.

Hanya saja kita tak dapat menemuinya dalam jumlah besar. Hanya satu atau dua ekor saja terutama saat musim bunga mekar.

Seperti halnya saat ini mulai awal Desember 2019 hujan mulai turun. Musim pancaroba tiba. Riuh kepak kupu-kupu menghiasi alam. Termasuk myrina tampak keluar dari peraduannya.

Minggu ketiga Desember 2019, saya menjumpai seekor jantan myrina menghampiri bunga mekar di hutan Karaenta, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Seorang petugas Bantimurung Bulusaraung malah menjumpai betina myrina menghampiri bunga peliharaannya di perkampungan Bantimurung.

Bagaimanakah perbedaan antara jantan dan betina dari jenis C. myrina? Secara umum jantan dari kupu-kupu umumnya lebih menarik. Biasanya jantan memiliki warna yang terang dan tegas. Berbanding terbalik dengan betinanya, cenderung lebih kalem.

Jantan myrina memiliki warna yang didominasi warna coklat kemerahan. Ungu, putih, dan hitam adalah kombinasi warna lainnya. Bagaimana dengan betinanya? Betina myrina warnanya didominasi warna coklat dengan sedikit variasi warna putih dan hitam.

Seorang pengamat kupu-kupu di Sulawesi bagian utara menuturkan bahwa kupu-kupu Cethosia myrina sudah jarang terlihat.

KLIK INI:  Usah Menanti Puluhan Tahun, Jamur Ini Bisa Atasi Sampah Plastik Lebih Cepat

kupu-kupu endemik Sulawesi

“Secara visual kupu-kupu myrina sudah langka di Sulawesi Utara. Mungkin karena pakannya yang tidak umum,” ungkap Jemmy Sompouw melalui perbincangan di salah satu grup Facebook.

Cethosia myrina myrina adalah sub spesies yang menetap di Manado dan sekitarnya. Sepintas lalu sub spesies yang menyebar di Sulut ini mirip dengan C. myrina sarnada di Sulawesi bagian selatan. Warna coklat kemerahan pada jantannya hampir serupa.

Pakan atau makanan kupu-kupu terkadang menjadi kendala untuk membantu budidayakan suatu jenis kupu-kupu. Sampai saat ini petugas Bantimurung Bulusaraung belum mengembangbiakkannya di Santuary Kupu-kupu mereka.

“Kami belum mengetahui pakan ulat myrina,” ujar Sukmawati, petugas Santuary Kupu-kupu taman nasional.

Pakan yang dimaksud adalah pakan ulat dari myrina. Kupu-kupu memiliki metamorfosis sempurna: telur-ulat-kepompong-imago. Imago adalah kupu-kupu dewasa. Pada fase ulat dan imago, kupu-kupu mencari makanan untuk memenuhi kebutuhan kalorinya.

Jika kupu-kupu sudah menetas dari kepompong ia akan mencari makan. Makanan imago bisa berasal dari nektar bunga, mineral dari air sempadaan sungai atau mineral dari buah busuk.

Fase ulat berbeda, umumnya mereka mengkomsumsi daun-daun tertentu. Pada fase inilah menjadi kendala utama perbanyakan kupu-kupu. Ulat hanya memakan dedaunan tertentu.

Betina memiliki insting untuk memilih tanaman untuk meletakkan telur. Ia hanya akan meletakkan telur di balik dedaunan yang kelak akan menjadi pakan ulatnya. Karenanya cara mudah untuk belajar mengetahui pakan adalah dengan memelihara temuan ulat pada daun tertentu hingga menjadi imago.

Sub spesies lain adalah Cethosia myrina melancholica menyebar di Palu, Sulawesi Tengah. Cethosia myrina ribbei mudah kita jumpai di Baggai, Luwuk, Sulawesi Tengah. Kedua sub spesies ini hampir sama hanya warna biru pada sayap atas, ribbei lebih terang.

Sub spesies terakhir adalah C. m. vanbemmeleni hanya menyebar di Sulawesi Tenggara. Warna coklat terang kemerahan lebih dominaan. Variasi warna putih seperti sub spesies lain hampir tak terlihat. Sedikit berbeda sendiri.

Semoga si pemilik sayap renda ini terus mengepakkan sayap indahnya di alam tanpa gangguan.

KLIK INI:  Lalat Buah, Sang Penyerang Buah dan 5 Fakta Menarik Tentangnya