Cerita Operasi Senyap BBKSDA Sulsel Telusuri Jejak Elang Berontok dan Kerang

oleh -64 kali dilihat
Cerita Operasi Senyap BBKSDA Sulsel Telusuri Jejak Elang Berontok dan Kerang
Evakuasi barang sitaan berupa jenis kerang dilindungi oleh tim WRU BBKSDA Sulsel - Foto: Ist

Klikhijau.com – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan melalui Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Bidang Wilayah II Pare-pare, melakukan operasi senyap selama dua hari (31 April s/d 01 April 2022) demi menyelamatkan satwa dilindungi.

Operasi senyap ini dijalankan usai mendengarkan laporan warga. Pada hari pertama dilakukan observasi lapangan terkait laporan masyarakat bernama Andi Ahmad Irfa yang diduga menemukan satwa jenis Elang di Perkebunan milik Alamsyah Ahmad.

Dari informasi Andi Ahmad Irfa, Alamsyah Ahmad menemukan seekor Elang ketika perjalanan pulang dari kebun menuju rumahnya. Lokasi perkebunan itu sendiri terletak di Jalan AM. Yahya P.Nai Kabupaten Barru.

Anu kudapat waktu pulang dari kebun pak, ku perhatikan ki ada luka dikepala sama sayapna jadi tidak bisaki terbang terus kubawa pulang mi pak, ku kasih masuk di kendang ayamku,” cerita Alamsyah.

Petugas WRU pun melakukan identifikasi terlebih dahulu perihal jenis elang dan kondisinya. Walhasil jenis elang yang ditemukan Alamsyah adalah jenis Elang Berontok atau (Nisaetus cirrhatus). Elang satu ini terbilang jenis satwa dilindungi sesuai Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/2018 dan memiliki sebaran yang luas di lndonesia meliputi Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

KLIK INI:  Dari Losari, BBKSDA Sulsel Suarakan Konservasi Alam Sebagai Sikap Hidup dan Budaya Bangsa

“Dari observasi kami kondisi satwa kesehatan satwa cukup buruk, bola mata sebelah kiri memutih, ada kemungkinan menderita katarak kemudian kedua sayapnya dalam keadaan terpotong” terang Taufan seorang personil WRU yang turun ke lokasi.

Hasil diskusi tim BBKSDA Sulsel dan Alamsyah, Elang Berontok ini diserahkan ke BBKSDA SULSEL untuk penanganan lebih lanjut keesokan harinya, Jumat 01 April 2022.

satwa
Surat pernyataan bermaterai untuk penyerahan satwa sukarela – Foto: dok BBKSDA Sulsel

Operasi lanjutan

Masih di hari yang sama, setelah tim melakukan observasi di tempatnya Alamsyah tim WRU BBKSDA SULSEL melakukan pengintaian di lokasi ke dua laporan terkait adanya aktifitas jual beli jenis kerang dilindungi di daerah Mattirotasi Kabupaten Barru.

Menggunakan teknik pengintaian dengan cara menyamar menjadi calon pembeli, tiga personil WRU Fadillah, Eva dan Taufan melakuan interaksi dengan penjual – penjual kerang sembari menggali informasi tentang kerang-kerang yang mereka jual dan diduga dilindungi.

“Bisa dipastikan jenis kerang-kerang yang diperdagangkan ada yang masuk jenis dilindungi seperti jenis Kepala Kambing dan beberapa jenis Kima raksasa,” kata Fadillah, seorang penyuluh kehutanan WRU.

KLIK INI:  Hari Bakti Rimbawan Ke-36, Tanam Pohon Bersama di Taman Buru Ko'mara

Sementara itu Eva menambahkan bila sebagian besar penjual-penjual kerang tersebut merupakan wajah lama atau pelaku penjualan kerang ilgal sebelumnya.

Setelah mengolah informasi yang masuk, tim berdiskusi untuk melakukan operasi dadakan pada esok harinya, Jumat 01 April 2022 dengan tambahan personil yang berada di Kantor Bidang KSDA Wilayah II Pare-pare.

Esok harinya 01 April 2022, Operasi mendadak itupun dilaksanakan sesuai rencana. Bersama tambahan personil dan kendaraan evakuasi tim WRU berhasil mengamankan barang bukti berupa jenis kerang uang dilindungi dan satu ekor Elang Berontok serahan Masyarakat.

Adapun rincian hasil kegiatan dua hari 31 Maret sampai dengan 01 April 2022 adalah sebagai berikut :

  • Telah dilakukan serah terima 1 (satu) ekor satwa liar jenis Elang Brontok dari Bapak Alamsyah Ahmad dengan BBKSDA SULSEL dengan BAST No: BA. 66/K.8/BKW.II/KAP/04/2022 tanggal 01 April 2022;
  • Telah dilakukan penyitaan kerang dilindungi UU dari beberapa pedagang di pesisir Mattirotasi Kab. Barru. Jenis yang disita adalah Kepala Kambing (Cassie cornuta), Kima (Tridacna maxima) dan beberapa jenis lainnya.

Sementara, Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Ir. Jusman mengapresiasi operasi cerdas yang dua hari ini telah dilaksanakan TIM WRU Pare-pare.

“Terimakasih dan apresiasi sebesar-besarnya saya berikan kepada tim yang terus bekerja tanpa lelah sehingga operasinya berjalan lancar. Prioritas selanjutnya mohon untuk dipantau kesehatan dan treatment yang sesuai agar Elang Berontoknya sehat kembali,” jelas Jusman.

Jusman menambahkan agar pelaku-pelaku penjual kerang dilindungi untuk terus dilakukan edukasi dan penyadartahuan serta berkolaborasi dengan instansi terkait seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Balai GAKKUM, POLRI dan masyarakat.

KLIK INI:  Menilik Pentingnya Perpanjangan Moratorium Sawit