Cara Unik Seorang Pedagang di Makassar Berdonasi untuk Korban Banjir Masamba

Publish by -60 kali dilihat
Penulis: Andi Ayatullah
Cara Unik Seorang Pedagang di Makassar Berdonasi untuk Korban Banjir Masamba
Aksi unik berdonasi untuk korban banjir Masamba - Foto/Ist

Klikhijau.com Banjir Bandang yang terjadi di Masamba, Luwu Utara pada Senin 13 Juli 2020 lalu, masih menyisahkan luka mendalam. Hingga kini, ribuan warga masih tinggal di tempat-tempat pengungsian.

Pelbagai bantuan pun mengalir ke daerah yang diterjang arus lumpur setinggi kurang lebih 2 meter tersebut. Solidaritas warga khususnya di Sulawesi Selatan tampak sangat antusias.

Di kota Makassar misalnya, terlihat aksi penggalangan dana di berbagai sudut dan perempatan jalan raya. Mereka datang dari beragam organisasi mahasiswa, masyarakat, kepemudaan hingga komunitas.

Bantuan yang terkumpul juga cukup bervariasi, ada yang berupa uang tunai, perlengkapan bayi, pakaian, makanan, serta kebutuhan pokok lainnya.

KLIK INI:  Polusi Cahaya, Penyebab dan Bagaimana Mencegah Dampak Berbahaya di Baliknya!

Di antara aksi solidaritas bencana tersebut, ada seorang warga Makassar yang mengumpulkan donasi dengan cara unik. Yah, namanya Asniar Usman (43). Perempuan yang membuka warung makan di bilangan Jalan Taman Pahlawan Kota Makassar itu mengumpulkan donasi dengan menjual cabai merah. Lalu, seluruh keuntungannya akan disumbangkan untuk  masyarakat Masamba yang membutuhkan.

“Kebetulan saya ke pasar, untuk membeli kebutuhan rumah Makan saya di pasar, pas itu hari ada cabe merah yang murah. Jadi, saya beli banyak, saya memang ada niat mau nyumbang cuman bagaimana caranya supaya itu sumbangannya lebih banyak dua kali lipat,” ujar Niar sapaan akrabnya saat ditemui Klikhijau beberapa hari lalu.

Niar mengungkapkan dari harga Rp 5 ribu, ia menjualnya Rp 10 ribu. “semua keuntungannya saya berikan untuk ke Masamba,” ungkapnya.

Dari 3 kilogram cabe, Ibu 3 anak ini menghasilkan sekitar Rp 350 ribu. Keuntungan penjualannya langsung ia belikan popok, pakaian dalam, sabun, sikat gigi dan berbagai kebutuhan lain untuk warga terdampak banjir di Masamba.

KLIK INI:  Protes Keras Koalisi Masyarakat Sipil untuk Alih Fungsi Lahan Gambut di Kalteng

Pemilik Rumah Makan Prasmanan Daeng Kebo yang terletak di Jl. Taman Makam Pahlawan ini bukan kali pertama kali mengumpulkan donasi.

Pada bencana alam gempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah, Kota Palu saat itu, Niar juga berdonasi dengan cara unik. Yah, seluruh keuntungan warung makannya dalam sehari, ia sumbangkan untuk warga terdampak bencana di Palu.

“Waktu bencana di Palu juga seperti itu, saya donasikan satu hari pembeli itu untuk masyarakat di sana yang tertimpa bencana gempa dan tsunami. Kami juga buka donasi jumat berkah, jadi orang yang makan ada kelebihan bisa masukkan ke celengan,” ucapnya

Wanita berlatar pendidikan D3 Arsitektur dari Universitas Hasanuddin ini mengaku sering membuka donasi untuk warga yang membutuhkan bantuan atau yang tertimpa bencana alam.

“Cuman sekarang di kondisi pandemi, jadi saya buka saja, saya tidak terlalu berharap orang mau ngasih, tapi Alhamdulillah banyak juga yang datang bawakan bantuan,” jelasnya.

Dirinya mengaku senang melakukan hal yang dapat berguna buat orang lain. Apalagi, aksinya ini juga didukung semua keluarganya.

KLIK INI:  Ditunjuk Kembangkan P2L Oleh Kementan, UNHAS Ajak Masyarakat Menanam di Pekarangan

Editor: Ahmad Fikri

KLIK Pilihan!