Cara Simpel Menanam Selada dengan Teknik Hidroponik

Publish by -123 kali dilihat
Penulis: Ahmad Muthahir
Cara Simpel Menanam Selada dengan Teknik Hidroponik
Tanaman selada hidroponik di rumah Biily Zulaikha Nenda di Parepare - Foto/FB: Billy

Klikhijau.com – Menanam selada dengan teknik hidroponik merupakan satu cara khusus mengantisipasi ruang yang terbatas. Selain penataannya yang lebih estetis, teknik hidroponik akan menghasilkan tanaman selada yang lebih bersih dan segar.

Hidroponik merupakan budidaya tanam dengan memanfaatkan media air dan tanpa menggunakan tanah. Cara seperti ini dapat menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman. Hasilnya sayuran pun tampak lebih segar, dan terhindar dari bahaya pestisida kimia yang berbahaya bagi kesehatan.

Dengan cara ini pula, air yang dibutuhkan pun lebih sedikit daripada menanam dengan tanah. Jadi, sangat cocok jika diterapkan pada daerah dengan pasokan air terbatas atau lokasi menanam yang tidak memadai.

Lalu, bagaimna cara menanam selada hidroponik yang simpel, baik dan benar? Dilansir dari Hidroponikpedia, berikut tipsnya!

KLIK INI:  Satgas Yonif MR 411 Kostrad Ajarkan Anak-anak Perbatasan Cara Menanam Hidroponik
Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan

Yang pertama dan paling utama, Sahabat Hijau harus siapkan alat tempurnya terlebih dahulu, alat dan bahan yang digunakan sebagai berikut.

  • Tandon

Tandon adalah wadah penampung larutan nutrisi hidroponik, bentuknya tergantung bahan bekas yang tersedia. Bisa ember, kaleng, botol bekas, baskom, box styrofoam, atau kotak yang dapat menampung air.

  • Pot.

Bisa menggunakan pot bentuk apa saja, seperti net pot, cup bekas air mineral, atau cup plastik lainnya.

  • Sumbu

Yang paling ideal untuk tanaman hidroponik adalah kain flanel, sumbu jenis lain juga dapat digunakan, yang jelas memiliki daya serap yang baik. Ini berfungsi untuk menyerap larutan nutrisi dari tandon menuju media tanam nantinya.

  • Nutrisi selada hidroponik

Disarankan untuk menggunakan nutrisi ab mix, dapat diperoleh di toko tanaman yang tersedia, atau dapat pula dipesan di pasar online.

KLIK INI:  Mengenal Biopori, Cara Sederhana Atasi Banjir di Halaman Rumah
  • Benih

Benih selada secukupnya sesuai kebutuhan, juga dapat diperoleh di pasar modern atau toko online yang menyediakan.

  • Media tanam hidroponik

Media tanam ini dapat bermacam-macam bentuknya, bisa menggunakan rockwoll, arang sekam, atau cocopeat.

  • TDS atau EC Meter

Adalah alat untuk mengukur kepekatan (PPM) larutan nutrisi hidroponik, alat ini bisa digunakan jika ada (optional)

  • Siapkan air baku

Air baku adalah yang PPM-nya tidak lebih dari 150 sampai 200. Air yang baik untuk digunakan adalah air sumur atau air sungai. Jika air tampak keruh/kotor, harus diendapkan terlebih dahulu selama seminggu, untuk memisahkan antara air baku dan zat kapur atau kotoran lainnya.

KLIK INI:  Tetap di Rumah, Ini 7 Kreasi Daur Ulang Sampah Sederhana yang Cocok Bagi Anak
Persiapan bibit selada

Persiapan bibit yang baik dengan cara melihat varietas yang sesuai dengan keadaan atau iklim untuk bertanam selada.

Jika tempat anda berada di dataran tinggi, pilihlah benih yang toleran terhadap hawa sejuk. Sebaliknya jika di dataran rendah atau menengah, gunakan benih yang toleran terhadap cuaca panas.

Kemudian semai benih selada pada wadah tanam, bisa menggunakan polybag dengan media semai apa saja. Jika menggunakan arang sekam, maka masukkan arang sekam dalam polybag.

Kemudian basahi arang sekam hingga benar-benar basah. Tanam benih selada satu persatu dalam polybag. Biasanya benih akan berkecambah dalam jangka 3 hingga 4 hari, namun pengecekan rutin dapat dilakukan dengan membersihkan kotoran disekirar area tanam.

Benih selada dapat dipindah tanam ketika berumur 25 – 30 hari setelah semai.

KLIK INI:  Temukan Cara Sederhana Memasukkan Sampah Organik ke Lubang Biopori!
Penanaman Selada

Setelah benih berumur 25-30 hari. Siapkan tandon, larutan nutrisi, pot, sumbu, dan polybag yang berisi bibit selada. Pasang sumbu pada pertengahan alas pot yang telah dilubangi dengan panjang disesuaikan dengan kedalaman tandon.

Usahakan sumbu menyentuh dasar tandon agar penyerapan airnya dapat optimal. Lalu buka polybag bibit selada yang sudah disemai dengan hati-hati, jangan sampai akarnya rusak atau putus, ini dapat menyebabkan terganggunya proses pertumbuhan, fatalnya bibit akan berubah warna kemudian layu dan mati.

Kemudian masukkan bibit ke dalam pot dan isi pot dengan media tanam hingga penuh, setelah itu letakkan pot pada tandon. Berikan larutan nutrisi hidroponik dengan dosis rendah.

Jarak tanam selada hidroponik yakni 25 x 25 cm atau 30 x 30 cm. Box styrofoam yang sering digunakan adalah box bekas buah anggur yang ukurannya 40 x 60 cm. Satu box ini cukup untuk enam lubang tanam atau enam buah pot, dengan jarak 20 x 20 cm.

KLIK INI:  Tips Ramah Lingkungan ala Astri, Tak Cukup Hanya 3R, Harus 5R

Selada yang baru ditanam diletakkan pada tempat yang teduh selama 2 hingga 3 hari, ini bertujuan agar bibit dapat beradaptasi terlebih dahulu.

Kemudian, kenalkan dengan sinar matahari secara bertahap. Jika cuaca terlalu panas, letakkan tanaman selada hidroponik di bawah naungan plastik, kain, atau paranet. Juga perlu diperhatian untuk keamanannya, hindari meletakkan tanaman dekat dengan hewan peliharaan, jangkauan anak kecil atau bahaya lainnya.

Dosis PPM larutan nutrisi untuk selada hidroponik.
  • Saat selada berumur 1 – 7 HST (hari setelah tanam), gunakan larutan nutrisi hidroponik dosis rendah, yaitu 500 PPM.
  • Saat selada berumur 8 – 14 HST, naikkan dosis nutrisi selada hidroponik menjadi 700 PPM.
  • Selada berumur 15 – 21 HST, naikkan lagi dosis nutrisi menjadi 900 PPM.
  • Selada berumur 22 HST hingga panen, dosis 900 PPM.
Perawatan dan pemeliharaan selada hidroponik.

Dalam perawatan selada hidroponik, yang terpenting adalah dengan memastikan tanaman mendapat sinar matahari yang cukup, serta pemberian nutrisi sesuai kebutuhan. Jika tandon yang digunakan berukuran kecil, sering-sering cek larutan nutrisi, jangan sampai nutrisinya habis.

Usahakan suhu larutan nutrisi di dalam tandon tetap stabil. Suhu larutan nutrisi yang terlalu tinggi bisa mengganggu pertumbuhan tanaman selada, bahkan bisa menyebabkan layu dan mati.

KLIK INI:  Sudah Tak Sabar Berwisata di Era New Normal? Perhatikan Ini Agar Tetap Aman!

Jika tandon yang digunakan terbuat dari bahan plastik atau kaleng, lindungi tandon dengan busa atau kain handuk yang dibasahi agar sinar matahari tidak menembus langsung ke dalam tandon. Sinar matahari yang menyengat bisa meningkatkan suhu larutan nutrisi.

Cara yang paling aman dan banyak digunakan adalah dengan box styrofoam yang tidak dapat ditembus panas matahari.

Selain melindungi dari sinar UV langsung, box styrofoam ini juga punya kelebihan lain yaitu bisa menjaga suhu larutan nutrisi tetap stabil meski di siang hari yang merupakan puncak terik dari sinar matahari.

Sementara itu, tandon yang terbuat dari bahan plastik atau kaleng cenderung lebih cepat panas dan dapat menyebabkan suhu larutan nutrisi menjadi tidak stabil.

KLIK INI:  10 Kata-Kata Romantis Ajakan Ramah Lingkungan Ini Bikin Meleleh

Jika tanaman yang dibudidayakan hanya sedikit, hama maupun penyakit selada hidroponik juga dapat dikendalikan secara manual. Namun jika tidak memungkinkan, lakukan penyemprotan menggunakan pestisida nabati. Sebisa mungkin jangan gunakan pestisida kimia demi menjaga kesegaran dan kesehatan tanaman.

Waktu panen selada hidroponik

Bibit selada hidroponik yang ditanam pada umur 25-30 hari setelah semai. Kemudian butuh waktu 25-30 hari juga untuk selada dapat dipanen dan bisa dikonsumsi langsung.

Jika ditotal, maka dibutuhkan waktu kurang lebih 60 hari untuk menanam selada hidroponik dari proses awal hingga bisa dikonsumsi.

Tertarik menanam di rumah, selamat mencoba ya!

KLIK INI:  Berapa Umur Sayuran Siap Panen? 10 Jenis Sayuran Ini Paling Cepat Panen!
Editor: Anis Kurniawan
Sumber: Hidroponikpedia, Youtube, Klikhijau

KLIK Pilihan!