Cara Menanam dan Budi Daya Kencur agar Tumbuh Baik dan Optimal

oleh -584 kali dilihat
Cara Menanam dan Budi Daya Kencur agar Tumbuh Baik dan Optimal
Menanam kencur - Foto/Talde Brooklyn

Klikhijau.com – Bagaimana cara menanam dan budi daya kencur? Kencur (Kaempferia galanga) merupakan tanaman obat yang familiar sebagai bahan jamu, penyedap masakan dan minuman, kosmetik dan lainnya.

Kencur dikenal kaya khasiat bagi kesehatan  antara lain mengatasi masuk angin, sakit perut, penambah nafsu makan, obat batuk, disentri, antiinfeksi bakteri dan lainnya. Untuk melihat lebih lengkap mengenai profil tanaman dan khasiat kencur, lihat di sini!

Artikel ini secara khusus akan memandu Anda tentang cara menanam dan budi daya kencur agar bisa tumbuh optimal dan menguntungkan.

Syarat tumbuh

Untuk dapat tumbuh maksimal, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Ketinggian tempat 50 – 600 mdpl.
  • Temperatur rata-rata tahunan 25 – 30 derajat C.
  • Jumlah bulan basah 5 – 9 bulan pertahun dan bulan kering 5 – 6 bulan.
  • Curah hujan per tahun 25– – 4000 mm.
  • Intensitas cahaya matahari penuh (100 %) atau ternaungi sampai 25 – 30 persen hingga tanaman berumur 6 bulan.
  • Tekstur tanah sampai lempung liat berpasir.
  • Kemiringan lahan < 30 persen dengan jenis tanah latosol, regosol, asosiasi antara latosol – andosol.
  • Bila kemasan tanah pH 4,5 – 5,0 bisa ditambahkan kapur pertanian (kaptain/dolomit) sampai pH 5,5 – 6,5.
  • Lahan harus bebas dari penyakit, terutama bakteri layu.
KLIK INI:  Telor Keong Mas, Probiotik Ramah Lingkungan Pendongkrak Hasil Pertanian
Bahan tanaman

Kencur merupakan tanaman dari famili  Zingiberaceae (temu-temuan) yang berdasarkan daun dan rimpang dibedakan ke dalam dua tipe. Pertama, kencur berdaun lebar dengan ukuran rimpang besar. Kedua, kencur berdaun sempit dengan ukuran rimpang lebih kecil.

Kencur berdaun lebar memiliki minyak atsiri lebih kecil. Salah satu klon unggul kencur yang berimpang besar adalah calon varietas unggul asal Bogor (BALITTRO V2). Ciri fisiknya sangat spesifik yakni kulit rimpang berwarna coklat terang dan daging rimpang berwarna kuning. Ciri lainnya adalah daunnya membulat, ujung daun meruncing dengan warna hijau gelap.

Varietas unggul lainnya adalah BALITTRO V3 atau V4 yang ciri utamanya antara lain kulit rimpang coklat gelap. Daging rimpang berwarna putih bergaris ungu, bentuk daun bulat dengan ujung meruncing dan warna hijau terang. Adapun potensi produksinya bisa mencapai 14 – 16 ton per hektare dengan kandungan minyak atsiri 4 -7,6 persen.

Proses pembibitan

Bibit tanaman kencur diambil dari rimpangnya dengan syarat sebagai berikut:

  • Rimpang sudah tua.
  • Berasal dari tanaman yang berumur 10 bulan.
  • Berbunyi bila dibela dengan tangan.
  • Kulit mengkilat.
  • Tekstur daging rimpang agak keras.
  • Mempunyai 2 – 3 bakal mata tunas.
  • Bobot kurang lebih 5 – 10 gram.
KLIK INI:  Menanam di Pekarangan, Selain Memenuhi Sumber Pangan juga Menambah Pendapatan

Sebelum ditanam, bibit ditunaskan terlebih dahulu. Penanaman sebaiknya dilakukan saat musim hujan. Rimpang siap tanam adalah yang baru keluar tunasnya (< 1 cm), sehingga bisa adaptasi dan tidak mudah rusak.

Bila ditanam sebelum musim hujan, rimpang bisa langsung ditanam tanpa ditunaskan terlebih dahulu. Perlu diketahui bahwa kencur agak berbeda dengan jahe, kencur bisa ditanam pada saat sebelum hujan turun asal rimpangnya belum bertunas. Rimpang kencur akan beradaptasi dengan lingkungan, lalu saat hujan turun, tunasnya akan serentak bermunculan.

Budi daya

Untuk melakukan budi daya kencur, berikut beberapa persiapan yang perlu dilakukan:

  • Persiapan lahan

Siapkan lahan dengan mengolahnya memakai garpu atau cangkul sedalam 40 cm. Bersihkan tanah dari sisa ranting dan rerumputan.

  • Jarak tanam

Jarak tanam untuk budi daya kencur  yang baik adalah 15 cm x 15 cm atau 20 cm x 15 cm. Sedangkan dalam pola tanaman campuran, jarak tanam yang dipakai adalah 20 cm x 20 cm tergantung jenis tanah dan tanaman campurannya.

  • Pemupukan

Berikan pupuk kandang saat tanam di dalam lubang dengan dosis 20 – 30 ton/ha. Pada lahan yang miskin hara dan teksturnya padat diberi pupuk kandang 30 ton/ha. Sedangkan di lahan yang cukup subur 20 ton/ha.

Pemberian pupuk kandang yang belum matang disebar di lubang tanam paling tidak 2 minggu sebelum tanam. Sedangkan, pupuk buatan diberikan secara tugal atau larikan dengan jarak 5 cm dari tanaman, dosis urea 200 – 250 kg/ha, SP 36 250 – 300 kg/ha. KCL 250 – 300 kg/ha bergantung pada kesuburan tanah.

KLIK INI:  Kencur, Khasiatnya untuk Pengobatan dan Cara Mengolahnya
  • Pola tanam

Kencur ditanam dengan sistem monokultur dan polikultur. Sistem polikultur dilakukan pada waktu mulai tanam sampai berumur 3 – 6  bulan dengan cara tumpang sari atau sisipan. Kombinasi tanaman kencur biasanya dilakukan dengan tanaman jagung, kacang tanah, ketela pohon, dan sayuran.

  • Pemeliharaan

Dari aspek pemeliharaan, ada beberapa hal penting yang harus dilakukan antara lain:

  • Penyiangan gulma yang dilakukan setidaknya 2 minggu sekali dan lebih intensif di musim hujan.
  • Penyulaman dilakukan saat tunas muncul di permukaan tanah dengan rimpang bertunas atau memindahkan tanaman bertumpuk ke lubang tanaman yang lain.
  • Pembubukan dilakukan pada waktu rumpun telah terbentuk. Pembubukan lebih intens dilakukan saat curah hujan tinggi agar tanaman tidak terendam.
  • Memperhatikan masalah atau penyakit tanaman seperti busuk akar dan serangan hama. Gejala busuk akar ditandai dengan daun layu, kekuningan dan menggulung hingga pangkal batang membusuk. Cara menanganinya adalah dengan mencabut bagian yang terserang.
Masa panen

Masa panen dilakukan saat umur tanaman 6 sampai 10 bulan. Namun, masa panen juga dapat ditunda sampai musim berikutnya bahkan hingga 3 tahun. Tak ada efek buruknya pada kualitas rimpang hanya saja ukuran rimpang akan makin kecil. Rimpang khusus untuk bibit dipanen pada umur 10 – 12 bulan.

Adapun panen kencur yakni seluruh rimpangnya dibongkar dengan garpu, cangkul, dibuang akar dan rimpang airnya. Lalu, dibersihkan.

Rimpang yang sudah dipanen kemudian disortir, pencucian maksimal, pengirisan, pengeringan, pengemasan dan penyimpanan. Untuk penjualan kencur segar bisa langsung dikemas. Bila diinginkan dalam bentuk kering perlu dilakukan pengirisan rimpang dengan ukuran 1 – 4 mm, berbentuk bulat atau lonjong, panjang 1 – 5 cm, lebar 0,5 – 3 cm.

Rimpang yang sudah diiris dikeringkan langsung di bawah sinar matahari atau dengan oven pada suhu 40 – 50 derajat C sampai kadar air sekitar 10 persen. Rimpang kering lalu dikemas dalam peti atau kantong plastik kedap udara. Rimpang kering dapat disimpan dengan aman, bila kadar airnya rendah.

Itulah cara menanam dan budi daya kencur agar tumbuh baik dan optimal, semoga bermanfaat!

*Sumber: Junus Kartasubrata. 2010. Sukses Budi Daya Tanaman Obat. Bogor. IPB Press.

KLIK INI:  Mudah Tumbuh, 8 Tanaman Rempah yang Bisa Ditanam di Sekitar Rumah