Burung Kapasan Sulawesi, Si Romantis Nan Endemik yang Menggemaskan

Publish by -230 kali dilihat
Penulis: Taufiq Ismail
Burung Kapasan Sulawesi, Si Romantis Nan Endemik yang Menggemaskan
Burung Kapasan Sulawesi (Jantan) - Foto/Taufiq Ismail

Klikhijau.comBurung Kapasan Sulawesi (Lalage leucpygialis), burung romantis endemik Sulawesi. Penasaran dengannya, yuk kita kenalan dengan salah satu burung khas daratan Celebes ini.

Burung yang selalu terbang berpasangan ini berukuran lebih kecil. Ke mana pun mereka pergi selalu bersama, romantis ya? Jomblower jadi iri..hehe.

Lalage leucopygialis menyukai wilayah terbuka. Juga kadang bisa kita jumpai pada hutan yang tak begitu rapat pepohonannya.

Ocehannya sedikit parau, namun khas. Tak heran ia menjadi salah satu target incaran pehobi kicau mania. Saya saja yang baru belajar memerhatikan burung sekitar, mulai hapal dengan suaranya.

Saya pertama kali menjumpai burung berwarna putih berpadu hitam dan abu-abu ini di tanah kelahiran saya, Parepare. Dengan buku panduan burung, saya kemudian mengenalinya.

KLIK INI:  Agar Bertahan Hidup Burung Maleo Lintas Provinsi Cari Makan

Beberapa kali saya mencoba mengabadikannya dengan kamera, cukup sulit. Mungkin karena saya belum paham dengan perilakunya. Belakangan dengan beberapa kali percobaan akhirnya saya bisa memotretnya. Meski hasilnya masih terbilang lumayan.

Beberapa kali pula saya memerhatikan si kapasan lebih suka mencari makan di semak-semak. Bahkan kadang di lapangan terbuka. Mencari serangga-serangga kecil.

Pernah juga saya jumpai mencari makan bersama dengan gerombolan burung gereja dan bondol kepala pucat.

Sulawesi memiliki dua jenis kapasan: kapasan sayap-putih, White-Shouldered Triller dan kapasan sulawesi, Sulawesi Triller. Dahulu, kapasan sulawesi pernah menjadi subspesies dari kapasan kemiri, Lalage nigra, Pied Triller, dari kawasan Sunda.

KLIK INI:  Menelusuri Jejak Penyu di Pulau Lantigiang

Saat ini, ia telah menyandang status jenis penuh dan bersifat endemik.

Para pemerhati burung meyakini bahwa kapasan sulawesi di hutan memiliki suara yang lebih halus. Suara melengking justru dijumpai pada kerabat dekatnya, kapasan sayap-putih.

Kemiripin kedua spesies burung ini terkadang menjadi kendala tersendri untuk menjelaskan hubungan keduanya.

Warna antara jantan dan betina memiliki sedikit perbedaan. Jantan kapasan sulawesi berwarna hitam di bagian atas dan putih keabu-abuan di bagian bawah. Alis di atas mata berwarna putih. Tunggir dan sayap  berwarna putih.

Pada betina, lebih kalem dengan warna hitam berganti menjadi abu-abu atau abu-abu kecoklatan. Hanya mahkotanya yang berwarna hitam.

KLIK INI:  5 Fakta Unik Pada Capung Tengger Biru, Poin Terakhir Menakjubkan!

Sulawesi menjadi surga bagi penikmat burung di alam liar. Catatan para pemerhati burung menunjukkan angka burung endemik tertinggi berada di Sulawesi. Mengalahkan variasi jenis burung wilayah lain di nusantara.

“Sulawesi menduduki peringkat pertama dengan 148 burung endemiknya, menyusul Papua dengan 63 spesies endemiknya, Jawa-Bali memiliki 57 jenis, seeta Maluku Utara dan Nusa Tenggara masing-masing 41 jenis burung endemiknya,” terang Akhmad David Kurnia Putra, pengamat burung Taman Nasional Aketajawe Lolobata pada webinar 16 Juli 2020 lalu.

Kita patut berbangga sebagai warga Sulawesi, namun di satu sisi maraknya perburuan liarnya juga membuat kita prihatin. Tak heran kita sering menjumpai warga membawa senjata api. Menjadikan burung sebagai sasaran empuknya.

Padahal senapan angin tercipta bukan semata-mata untuk menembaki burung. Hanya saja kenyataannya pemilik senapan angin sangat identik dengan pemburu burung secara liar.

KLIK INI:  Karena Sampah Plastik, Satu Terumbu Karang yang Mati Bisa Infeksi Karang Lain
Keberadaannya penting bagi ekosistem
burung kapasan betina
Kapasan Sulawesi (Betina), sedang menyantap belalang sembah – Foto/ Taufiq Ismail

Mengapa kehadiran burung ini penting? Kehadirannya burung sangat dinanti oleh tumbuhan. Menjadi agen penyerbuk, mempertemukan putik dan benang sari. Ini berlaku untuk jenis burung yang menyukai nektar bunga.

Berbeda lagi dengan burung yang menyukai serangga atau pun reptil kecil seperti halnya kapasan sulawesi. Ia menjadi pengontrol populasi mangsanya. Menjadikan serangga berada di ambang normal.

Tidak over populasi. over populasi yang pada akahirnya akan merugikan manusia, terutama bagi petani.

Seperti contoh petani jagung, ia membutuhkan kehadiran burung. Meski sebenarnya ia tak begitu menyadarinya. Mengapa? Kehadiran burung di sekitar kebun milik pak Tani menjadi pengontrol ulat ngengat yang kadang jumlah melimpah.

Dengan hadirnya burung di sana menjadikan ulat ngengat ini menjadi makanannya. Hingga pada akhirnya jumlahnya tidak berlebihan.

Begitulah mekanisme alam. membuat ekosistem menjadi seimbang. Kehadiran mereka penting, meski terkadang manusia tidak menyadari perannya.

Sesungguhnya burung akan lebih indah di alam. Menjadikannya lebih berfaedah, melaksanakan tugas yang diemban kepadanya.

Yuk kita kenali dan cintai satwa liar kita, agar kita makin sayang kepadanya.

KLIK INI:  Tentang Kakapo, Nuri Endemik Selandia Baru yang Terancam Punah

Editor: Anis Kurniawan
Sumber: Referensi: Holmes, Derek dan Phillips, Karen. 1999. Burung-burung di Sulawesi. LIPI-Seri Panduan Lapangan. Puslitbang Biologi-LIPI. Jakarta.

KLIK Pilihan!