Bunga Srigading, Tanaman Legendaris, Manfaat dan Cara Merawatnya!

Publish by -1.086 kali dilihat
Penulis: Anis Kurniawan
Bunga Srigading, Tanaman Legendaris, Manfaat dan Cara Merawatnya!
Bunga Srigading - Foto/AYL

Klikhijau.com – Bunga Srigading (Nyctanthes arbor-tristis L.), tanaman legendaris yang kembangnya mengeluarkan aroma harum, utamanya di malam hari.

Bunga ini identik dengan senja. Yah, itu karena bunganya mekar saat matahari senja atau nyaris tenggelam dan layu saat matahari terbit. Mahkota bunganya berwarna jingga cerah berjumlah 5-8, membuatnya disukai banyak orang.

Pesona bunganya akan tampak di malam hari dengan aroma khas mirip melati, membuat Srigading dinamai pula ‘night jasmine’ alias melati malam. Sebagaimana melati atau mawar yang beraroma harum, jenis ini juga banyak dimanfaatkan dalam pembuatan parfum.

Tanaman dari suku Oleaceae ini berasal dari kawasan Asia Tengah dan Himalaya sebelum akhirnya menyebar ke Indonesia dan saat ini banyak dijumpai di penjual tanaman hias. Di Indonesia lebih akrab disebut ‘Sirih gading’.

KLIK INI:  Laris Manis, 7 Jenis Bunga Ini Paling Diburu di Makassar!
Mengapa disebut bunga legenda?

Disebut bunga legendaris, karena bunga ini beririsan dengan mitologi dewa Krisna di India. Nama lainnya cukup banyak antara lain Nyctanthes arbor-tristis, Parijat/parijatham, Sorrowfull tree, Har singar, Coral jasmine atau Quenn of night.

Dalam legenda disebutkan, bunga Srigading atau Parijataka di bawa ke bumi oleh Dewa Krisna dari Kahyangan untuk istrinya bernama Satyabama. Krisna tahu, jika Rukmini, istri Dewa Krisna yang lain akan iri dan meminta pohon juga. Maka, sang dewa pun meminta Satyabama menanam Srigading persis di perbatasan tanah yang bersebelahan dengan Rukmini.

Kedua istri Dewa Krisna pun akur karena bunga Srigading. Memang, pohonnya ditanam oleh Satyabama, namun karena di perbatasan rumah Rukmini, ranting dan bunga itu pun berkecambah di sisi pekarang Rukmini dan sekaligus menjadi miliknya.

Ada pula kisah romantis lainnya yakni tentang putri Parijataka yang jatuh hati pada dewa Surya. Sang dewa membujuk putri Parijataka untuk mengikutinya sebagai manusia biasa dan meninggalkan segala kehidupannya sebelumnya.

KLIK INI:  Bunga Basah, si Liar yang Hilang di Kemarau, Memesona di Musim Basah

Namun, tragedi terjadi kemudian hari. Saat dewa Surya bosan dan kembali ke Kahyangan, sang putri pun meninggal dengan luka hari mendalam. Saat jenazahnya dikremasi, bunga Srigading muncul tiba-tiba.

Di nusantara, jejak bunga Srigading sudah dikenal sebagai obat tradisional sejak dahulu. Bahkan, salah satu panel relief Karmawibhangga di Candi Borobudur  menggambarkan khasiat bunga ini sebagai alat kontrasepsi atau pencegah kehamilan.

Di Jawa, bunga ini banyak ditanam di pekuburun karena aromanya wangi. Warnanya yang orange kental juga dimanfaatkan sebagai pewarna alami pada kain. Warna ini berasal dari tengah kelopak bunganya. Zat warna alaminya ini ternyata tidak mengandung senyawa karsinogen yang dimiliki zat warna sintetis.

Konon, para pendeta Budha sering menggunakannya untuk mewarnai jubahnya. Karena warnanya pula, kembang ini juga banyak dimanfaatkan sebagai teh alami. Hal itu karena manfaatnya yang dipercaya dapat melindungi hati, imunitas hingga anti jamur.

KLIK INI:  Philodendron Variegated yang Lagi Booming dan Kontes Pertamanya di Indonesia
Kandungan dan manfaatnya

Dari berbagai sumber dikatakan daun Srigading mengandung alkaloida, saponin, flavonida, dan  polifenol.

Kandungan kimia tersebut menjadikan daun srigading bisa digunakan untuk menormalkan haid tidak teratur. Daun dan bunganya juga efektif mengobati encok dan peluruh air seni.

Sedangkan daunnya sangat ampuh membersihkan kulit dan dapat digunakan sebagai anti racun dan penangkal bisa reptil. Bunganya juga dapat mengobati demam nifas dan demam yang lain, seperti demam menahun akibat gangguan hati.

Sedang ramuan kulit kayunya bisa untuk mengobati batuk, termasuk penyakit bronchitis. Biji srigading yang diramu dengan belimbing wuluh juga bermanfaat mengobati tekanan darah tinggi.

Nah, wajar saja bila tanaman hias ini banyak diburu penggemarnya. Selain aroma dan kembangnya yang cantik, dapat pula digunakan untuk berbagai pengobatan.

KLIK INI:  Lidah Mertua Berbunga? Temukan Pesona dan Berjuta Manfaatnya!
Cara merawat bunga Srigading

Bila Anda sudah membeli bunga ini dan mendambakan perkembangannya yang maksimal, pelajari cara perawatannya. Secara umum, bunga ini termasuk jenis yang tidak rewel, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Saat musim kemarau, bunga ini akan membutuhkan pasokan air yang banyak. Jangan lupa menyiramnya setiap hari, sebab bila tidak bunganya akan menjadi kering.
  • Seperti perawatan pada tanaman hias lainnya, sangat tidak dianjurkan untuk menyiram tanaman ini ketika hari masih panas. Tidak dianjurkan pula menyiramnya langsung pada daunnya karena bisa membuat daunnya rusak.
  • Lakukan penyiraman saat udara sudah sejuk, misalnya sore atau malam hari atau bahkan anda bisa menyiramnya pada dini hari. Ini berfungsi selain mencegah daunnya rusak, juga untuk menghindari air tersebut menguap daripada terserap oleh tanaman itu sendiri.
  • Pada saat tanaman bertumbuh dan terlihat memerlukan nutrisi, Anda cukup menambahkan pupuk kompos secukupnya pada media tanamnya. Ini penting agar pertumbuhan dan asupan nutrisinya tetap terjaga.

Itulah penjelasan mengenai bunga Srigading, tanaman legendaris yang kaya manfaat. Semoga bermanfaat!

KLIK INI:  Jeff, Iwan dan Kisah Janda Bolong yang Terjual Selangit Pekan Ini

Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!