Bunga Oleander, Si Cantik yang Berbahaya

oleh -54 kali dilihat
Bunga Oleander, Si Cantik yang Berbahaya
Bunga Oleander, Si Cantik yang Berbahaya-foto/Fixabay

Klikhijau.com – Dalam film Deliler Fatih’in Fermanı. Vlad digambarkan sebagai bunga oleander—bunga beracun yang berbahaya.

Vlad atau Kazikli Voyvoda adalah seorang pangeran dari wilayah Eflak atau Wallachia. Ia tumbuh bersama Mehmed atau Sultan Muhammad Al-Fatih.

Kisah Vlad dan Mehmed bermula ketika Sultan Murad II berkuasa pada pertengahan abad ke 15. Ia membawa Vlad ke istana Turki Usmani. Sebagai tanda damai dengan ayah Vlad yang tunduk pada Kesultanan Turki Usmani.

Namun, nasib Vlad Dracula dan Mehmed berbeda. Meski tumbuh bersama. Saat dewasa, Mehmed menjadi Sultan dan Vlad kembali ke wilalayahnya untuk memerintah di bawah komando Al-Fatih.

KLIK INI:  Philodendron Verrucosum, Tanaman Hias dengan Daun Istimewa Plus Cara Merawatnya

Vlad si bunga oleander itu mengklaim dirinya sebagai anak tuhan. Ia tidak tunduk kepada Turki Usmani sebagaimana dilakukan  ayahnya dulu.

Maka tidak ada jalan lain, si bunga oleander yang telah menebarkan racunnya itu pun ditumpas melalui pasukan bernama Deliler.

Bunga oleander, sebenarnya merupakan tanaman yang berbunga indah. Namun, ia termasuk salah satu bunga yang mematikan karena mengandung racun.

Bunga ini memiliki beberapa warna yang indah, di antaranya putih atau kelabu, merah keunguan atau kuning kemerahan. Pada ekstrak daun dan bunga tanaman bernama latin Nerium oleander ini, terkandung  senyawa yang efektif seperti oleandrin.

Kandungan itu berpengaruh terhadap nyamuk Anopheles stephensi. Tanaman dari  familia Apocynaceae ini memiliki beragam nama  di Indonesia, di antaranya jure (jawa), kenyeri (Bali), kembang mentega, bunga mentega, oleander (Hembing, 1993).

 Taksonomi tanaman oleander

Tanaman ini juga lebih dikenal sebagai tanaman yang memiliki sifat farmakologis. Daunnya dapat mengobati sesak napas, gagal jantung,  diuretik dan ekspektoran dalam dosis kecil dan harus melalui pengawasan dokter (Hembing, 1993).

Karena memiliki bunga yang indah, oleander kemudian dijadikan tanaman hias. Banyak yang mulai dibudidayakannya

Pembudidayaan itu dilakukan karena tanaman ini  memiliki bentuk yang unik berupa semak-semak yang bersifat evergreen shrub.

Bunganya yang cantik nyaris tanpa jeda bermekaran, tahan lama dan bermekaran sepanjang tahun. Itulah yang menjadikan tanaman ini disukai oleh para pencinta tanaman hias dan bonsai. Berikut taksonomi bunga oleander:

  •  Kingdom : Plantae
  •  Division : Magnoliophyta
  • Class : Magnoliopsida
  • Order : Gentianales
  • Family : Apocynaceae
  • Genus : Nerium.
  • Species : Nerium oleander L.
KLIK INI:  Ini Alasan Gigitan Nyamuk Kadang Terasa Gatal Begitu Lama

Tanaman  asalah  Maroko dan Portugal ini bisa tumbuh hingga mencapai 2-6 meter. Ia memiliki batang yang tegak dan bercabang-cabang.

Sebagai tanaman hias, tanaman ini cocok ditanam di sekitar rumah karena karakteristiknya yang rimbun dengan daun pita berwarna hijau tua.

Ia memiliki bunga  bergerombol, terlihat cantik. Sangat kontras dengan daunnya yang hijau. Namun, jika menanamnya di sekitar rumah harus hati-hati, sebab tanaman berbunga cantik ini  merupakan salah satu jenis tanaman yang beracun.

Bermanfaat sebagai obat

Pada keseluruhan “tubuhnya” yang mencakup getah putih seperti susu adalah beracun. Namun meski berbahaya, jangan buru-buru memusnahkannya, sebab bagian daunnya justru berkhasiat sebagai obat.

Menurut Siska Wulandari, (2016) dalam skripsinya yang mengutip pendapat Perry, 1980 dan Hembing, 1993, tanaman ini  memiliki aktivitas  sebagai anti kanker, diuretika, mengobati herpes, antibakteri, antijamur, ekspektoran, insektisida, bengkak, dan penguat jantung.

Kandungan senyawa kimia yang terdapat pada tanaman ini, yakni  triterpen, glikosida jantung, oleanderol, asam kanerat dan kanerin.

Manfaat lain dari tanaman beracun ini adalah  dapat digunakan sebagai insektisida nabati. Bagian yang digunakan adalah akar, batang, kulit batang, daun dan bunga.

Namun, yang paling umum dan kerap digunakan adalah bagian daunnya karena bagian tersebutlah yang paling banyak mengandung oleandrin.

Zat oleandrin itulah yang  bekerja sebagai racun perut dan penghambat daya makan larva. Racun perut akan mempengaruhi metabolisme larva setelah memakan racun. Kemudian racun akan masuk ke dalam tubuh dan dicerna dalam saluran tengah yang setelah diedarkan bersama cairan yang fungsinya seperti darah.

Racun yang terbawa cairan tersebut akan mempengaruhi sistem saraf larva dan kemudian akan menimbulkan kematian (Roni dalam Burhanuddin Haji Nasi, dkk, 2021).

KLIK INI:  Bunga Chamomile, Antibakteri dan Kaya Manfaat untuk Kecantikan
Morfologi oleander

Ciri-ciri umum tanaman ini  berbentuk perdu berupa semak-semak. Berdaun  keras dan tajam. Daun pokoknya tersusun dalam pusaran. Letaknya berpasang-pasangan. Panjang daunnya 5-21 cm dan lebar 1-2 cm. Berwarna hijau gelap.

Bentuk daunnya seperti garis berlawanan arah dan bertepi rata.  Bunganya berkembang dalam seikat ujung cabang masing-masing yang mengelilingi mahkota bunga pusat.

Bunganya terletak diujung cabang dan mempunyai diameter sekitar 2,5-5 cm. Sementara buanya  berbentuk kapsul sempit dengan panjang 15-25 cm, bulat beralur memanjang dengan banyak biji yang berambut.

Ia memiliki batang dan cabang berupa semak secara rutin tumbuh dengan tegak lurus dan tidak akan layu—berkayu dan keras.

Sementara akarnya memiliki cabang-cabang akar yang berguna untuk memperluas bidang penyerapan dan memperkokoh berdirinya tumbuhan. Tanaman dapat tumbuh pada ketinggian 1-700 m di atas permukaan laut.

Jika ingin memeliharanya, pastikan ia terpapar empat jam  sinar matahari langsung. Dan jika ingin memperbanyak tanaman ini, bisa dilakukan dengan dua cara, yakni dengan generatif dan secara vegetatif.

Meski terkenal beracun, di Indonesia sendiri belum ada laporan dan data yang menyebutkan adanya  kasus keracunan secara spesifik yang disebabkan tanaman ini.

Namun, jika memelihara tanaman yang menggambarkan karakter Vlad dalam film Deliler Fatih’in Fermanı ini, Anda harus tetap waspada. Apalagi jika Anda memiliki anak kecil yang suka bermain di sekitar rumah.

KLIK INI:  Kaktus dan Sukulen Menjadi Tanaman Hias Favorit, Ini Perbedaan Keduanya!