Bunga Ekor Kucing, Morfologi, Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

oleh -2.670 kali dilihat
Bunga Ekor Kucing, Morfologi, Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Bunga ekor kucing - Foto/Pixabay

Klikhijau.com – Bunga ekor kucing (Acalypha hispida Burm. F.) atau bunga akaliva, tanaman hias yang juga memiliki manfaat herbal. Sejak kecil, saya kerap menjumpai tanaman ini di pekarangan rumah dengan kembang yang memang mirip ekor kucing.

Kembang tersebut menjuntai panjang dari ketiak daunnya dengan warna merah darah. Bentuknya yang unik dan menggemaskan menarik perhatian anak-anak untuk memanennya. Uniknya lagi, bila bunga itu diremas, bagian-bagiannya akan berhamburan.

Di balik keunikannya tersebut, tenyata bunga ekor kucing memiliki manfaat istimewa untuk ragam pengobatan. Artikel ini akan menjelaskan kandungan dan manfaatnya yang mungkin bermanfaat bagi Anda.

Berikut taksonomi bunga akaliva:

Kingdom                             : Plantae

Subkingdom                       : Virdiplantae

Infrakingdom                     : Streptophyta

Superdivision                     : Embryophyta

Division                               : Tracheophyta

Subdivision                         : Spermatophytina

Class                                    : Magnoliopsida

Superorder                         : Rosanae

Order                                   : Malpighiales

Family                                 : Euphorbiaceae

Genus                                  : Acalypha L.

Species                                : Acalypha hispida Burm. f. 9

KLIK INI:  Agar Tetap Aman, Ini 5 Trik Repotting Tanaman Berduri
Morfologi bunga ekor kucing

Bunga ekor kucing termasuk jenis tumbuhan semak berkayu yang mudah tumbuh dan sangat cocok di tempatkan di pekarangan rumah. Akaliva menyukai akses sinar matahari langsung dan pencahayaan yang penuh.

Tanaman ini berasal dari Hindia Barat dan sudah tersebar di banyak negara termasuk di Indonesia. Selain pada kembangnya yang unik, ciri khas utama lainnya adalah dedaunnya yang berbentuk bulat telur dengan ujung meruncing. Daunnya dapat melebar hingga 6-16 cm dan panjang antara 12 – 20 cm.

Akaliva dapat tumbuh tegak sekira 2 – 3 meter dengan  bunga majemuk, berkumpul dalam karangan berbentuk bulir. Bunganya menjuntai ke bawah dengan diameter 1-1,5 cm dan dapat memanjang antara 24 cm atau 20-50 cm.

Tangkai dari bunganya berukuran pendek, silindris, berbulu, berwarna merah. Buah bulat, kecil, berambut, dan berwarna hijau. Biji bulat, kecil, dan berwarna putih kotor. Melalui bijinya tanaman khas ruang terbuka ini dapat diperbanyak.

KLIK INI:  Bunga Aster, Kembaran Krisan dengan Ragam Warna Menawan
Kandungan dan manfaatnya

Tanaman ekor kucing mengandung ragam senyawa penting antara lain: fenolik, flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, acalyphin, 8 minyak atsiri, glikosida, steroid, phlobatanin, hidroksi antraquinon, dan karbohidrat. Senyawa ini diketahui memiliki manfaat istimewa untuk pengobatan bagi manusia.

Secara umum, tanaman ekor kucing dapat diindikasikan untuk pengobatan bercak putih di kulit (vitiligo), batuk darah, sariawan, disentri, mimisan, obat hemostatis, luka bakar, radang usus, cacingan, muntah darah, penutup luka dan peluruh air seni.

Kandungan senyawa flavonoid dalam tanaman ini dapat berperan sebagai antioksidan, antibakteri, dan antimikroba. Sejumlah penelitian juga mengungkap bahwa daun ekor kucing memiliki sitotoksik, antibakteri, antileprotik, antimikroba, dan antifungi.

flavonoid merupakan antioksidan kuat, dapat membasmi radikal bebas, melindungi tubuh melawan ROS, meningkatkan fungsi antioksidan endogen, dan meningkatkan enzim antioksidan dalam jaringan granulasi.

KLIK INI:  Bunga Alamanda, Tak Hanya Cantik Menawan, Manfaatnya Mencengangkan!

Penelitian yang dilakukan oleh Rima (2009) menunjukkan tanaman ekor kucing menghasilkan senyawa kimia yang berguna dalam pengobatan, di antaranya mengandung saponin, tanin, flavonoid, acalyphin, dan minyak atsiri yang salah satu fungsinya sebagai antibakteri.

Pada analisis fitokimia yang dilakukan oleh Osarumwense dan Okunrobo (2013), tanaman ekor kucing mengindikasikan adanya gula pereduksi, saponin, glikosida jantung, tanin, flavonoid, alkaloid, senyawa karbonil, terpenoid, dan phlobatanin.

Daun ekor kucing dilaporkan mempunyai khasiat sitotoksik, antibakteri, antileprotik,  antimikroba, dan antifungi. Selain itu, ekstrak daun ekor kucing juga menunjukkan potensi aktivitas antioksidan. Berdasarkan uraian di atas, ekstrak tanaman ekor kucing terutama daunnya memiliki potensi sebagai obat alternatif untuk penyembuhan luka.

Kandungan flavonoid berperan penting dalam meningkatan proses penyembuhan luka. Zat tersebut mempunyai efek antimikroba dan bertanggung jawab dalam kontraksi luka serta peningkatan kecepatan epitelisasi.

Untuk diketahui, penyembuhan luka sangat dipengaruhi oleh proses epitelisasi, semakin cepat proses tersebut semakin cepat pula luka menutup sehingga semakin cepat penyembuhan luka.

Sejak dahulu tanaman ini diolah secara tradisional oleh masyarakat untuk pengobatan. Semisal untuk luka berdasarah, daunnya  cukup ditumbuk halus lalu dioleskan pada luka. Sedangkan, untuk mengatasi cacingan pada anak, rebus bunganya sekira 15 gram lalu diminum setelah hangat.

Demikianlah penjelasan mengenai bunga ekor kucing, morfologi, dan manfaatnya bagi kesehatan. Semoga bermanfaat!

KLIK INI:  Lidah Mertua Berbunga? Temukan Pesona dan Berjuta Manfaatnya!