Bunga Amarilis, Si Cantik yang Memesona, tapi Malas Berbunga

oleh -271 kali dilihat
Makna yang Kelilingi Bunga Lili Berdasarkan Warnanya
Bunga lili merah/Foto-Ist
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Bunga amarilis itu, ketika berbunga dan ada yang datang ke rumah. Apalagi jika itu kaum ibu. Matanya pasti akan tertuju kepadanya.

Warnanya yang merah cerah dengan bentuk seperti terompet memang menggoda mata. Bunga yang tumbuh di depan rumah itu, tidak hanya ditatapi oleh tamu yang datang.

Namun, tidak sedikit pula yang meminta anakannya untuk ditanam kembali. Dan Ibu tidak pernah mengatakan tidak. Beliau selalu saja memenuhi permintaan yang mau mengambil anakan dari bunga tersebut.

Hanya saja bunga ini tumbuh dengan tunas, sehingga untuk mengambil anakannya haruslah bersabar. Tapi ajaib, semakin diberikan, anakan bunga amarilis yang tumbuh di depan rumah itu makin subur—makin banyak tunasnya bertumbuh.

KLIK INI:  Perihal Bunga Salvia, Si Penyelamat Wazir Agung Kesultanan Seljuk

Amarilis yang bernama latin Hippeastrum puniceum adalah  salah satu jenis tanaman berbunga. Ia berasal dari Amerika Tengah dan Selatan (Shiddique, 2007). Di seluruh dunia, bunga ini terdapat 60 genus dan 800 spesies.

Di Indonesia tanaman ini bisa tumbuh pada daerah bersuhu 18 derajat Celsius sampai 20 derajat Celsius.

Jika ingin memelihara bunga ini sebagai bunga potong dan tanaman hias, yang harus  dipertimbangkan dalam pengembangannya adalah kesulitan penentuan saat pembungaan, (Ulfa Ridha Andini, 2018).

Pembungaannya tidak menentu, tidak ada bulan khusus untuk berbunga—meski biasanya berbunga pada bulan Oktober-November, tapi bisa pula pada bulan lain.

Tidak hanya itu, ia juga cukup “malas” berbunga—hanya sekali saja dalam setahun, seperti bunga amarilis yang tumbuh di depan rumah itu.

Sekilas tentang amarilis

Bunga ini masuk ke dalam kerajaan Plantae, divisi Spermatophyta, dan sub divisi Angiospermae. Ia berada pada kelas Monocotyledoneae, dan ordo Liliflorae. Tanaman yang masuk ke dalam golongan sistem perakaran serabut yang tumbuh dari dasar umbi ini termasuk famili Amaryllidaceae, genus  Maryllis, dan spesies Hippeastrum sp.

Tanaman yang bisa ditanam tunggal dan berkelompok ini memiliki akar  berwarna putih. Ia termasuk  tanaman herba yang menahun. Memiliki ketinggian 40 hingga 60 cm.

KLIK INI:  Peperomia ‘Watermelon’, Tanaman Hias yang Tak Membosankan Dilihat

Daunnya tumbuh dari ujung umbi tanpa tangkai daun berbentuk  memanjang menyerupai pita dengan pertulangan daun sejajar. Daunnya tersusun saling berhadapan dan saling menelangkup sehingga membentuk suatu bidang menyerupai kipas.

Tanaman ini berdaun tunggal berwarna hijau dengan panjang 30 hingga 60 cm. Lebarnya  mencapai 3 sampai 6 cm. Daunnya runcing dengan pangkal yang tumpul dengan pertulangan sejajar.

Sedangkan untuk bunganya seperti terompet atau lonceng ketika mekar—indah memesona dengan mahkota bunga yang tersusun atas dua buah lingkaran. Keduanya itu masing-masing terdiri atas tiga segmen yang saling terpisah.

Beragam pilihan warna

Jika kamu tertarik memelihara bunga ini, pilihan warna bunganya cukup beragam, ada berwarna merah, merah, merah muda, aprikot, salmon, mawar, atau dua warna. Jadi, kamu bisa memilih sesuai warna kesukaanmu.

Tanaman ini cukup tangguh terpapar matahari langsung, meski begitu pada awal pertumbuhannya membutuhkan keadaan yang sedikit teduh.

KLIK INI:  Mengenal Bunga Teratai, Filosofi dan Manfaatnya

Sinar matahari akan sangat dibutuhkan ketika  perakarannya mulai terbentuk dan pemunculan tunas sampai munculnya kuncup bunga.

Bunga ini bisa  tumbuh di segala jenis tanah steril dan lembap dengan drainase
baik serta dengan kisaran pH 6,0  sampai 7,5.

Seperti tanaman pada umumnya, khususnya tanaman berbunga. Bunga amarilis juga memiliki faktor penghambat dalam pembungaan, yakni florigen atau produksi hormon pembungaan  yang diinduksi oleh kondisi lingkungan.

Selain itu, tersedianya kandungan nutrisi yang cukup juga berpengaruh, ini untuk
mendukung perubahan dalam apikal.

Faktor lainnya adalah adanya perubahan respons biokimia pada apikal
yang akan memicu dihasilkannya unsur-unsur tertentu yang akan menginduksi pembungaan.

Oya, amarilis bukan hanya sekadar tanaman hias, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati penyakit karena bunganya  dapat digunakan sebagai antiradang antiinflamasi (IPTEKnet, 2005).

Jadi, apakah kamu tertarik menanamnya di halaman rumahmu?

KLIK INI:  Bunga Asoka yang Cantik, Si “Anti Sedih” yang Manfaatnya Menakjubkan!