Bukit Pattowengang

oleh -25 kali dilihat
Bukit Pattowengang
Ilustrasi/foto-Pngtree

Bukit Pattowengang

Tiga ribu hektar tanah leluhur
yang dulu merimbun hijau
menyanyikan matakali
merengkah di lahan hatiku

Pohon-pohon arang
meredam tangis burung enggang
pilu ceruk-ceruk gua

Mereka putuskan pembuluh darahku
sungai kecil berliku
tak lagi memantulkan wajah matahari
di dahan berlumut

Mereka sekap segala firman
membendung mata air menjadi kolam air mata
luruh daun-daun jati
perihnya
meranggas
di ladang anak cucuku.

Bulukumba, 1988

Penulis: Mahrus Andis, Lahir 20 September di Ponre, Gantarang, Bulukumba. Alumni Fakultas Sastra Unhas. Menulis puisi pada awal tahun 1980-an

KLIK Pilihan!