Brotowali, Tanaman yang Seluruh Bagiannya Pahit, Namun Khasiatnya Manjur

oleh -90 kali dilihat
Brotowali, Tanaman yang Seluruh Bagiannya Pahit, Namun Khasiatnya Manjur
Daun Brotowali yang juga ampuh atasi asam urat -foto/aksiografi

Klikhijau.com – Brotowali merupakan tanaman obat yang tumbuh seperti ular-ular yang melilit dan menjalar di pepohonan.

Tanaman ini sangat mudah tumbuh dan tidak memerlukan perawatan khusus. Bahkan dengan mengambil sejengkal batangnya untuk ditanam, brotowali akan tumbuh dan berkembang dalam waktu yang tak lama.

Nama latinnya Tinospora crispa (L), tanaman ini familiar di Cina dengan sebutan khusus yakni shen Ji Teng. Di negeri ginseng, tanaman ini sudah dikenal sekian lama sebagai tanaman obat yang manjur mengatasi ragam penyakit.

Bagaimana dengan di Indonesia? Di sejumlah wilayah, tanaman ini juga sudah sangat familiar dengan nama khas seperti andaawali (sunda), antawali (Bali), sedangkan di Jawa dikenal dengan sebutan antara lain putrawali, daun gadel, antawali, bratawali.

KLIK INI:  Sah Jadi Tanaman Obat di Tangan Kementan, Ini 11 Keajaiban Tanaman Ganja!
Pengalaman masa kecil perihal brotowali

Sejak kecil saya sendiri sudah mengenal tanaman ini. Hal itu karena persis di bagian belakang rumah saya, tumbuh berjelaga, subur.

Setiap waktu ada saja tetangga yang datang meminta bagian dari tanaman ini untuk pengobatan. Orang-orang di kampung saya menyebutnya tampa pai’. Penamaan ini ada kaitannya dengan rasanya yang memang super pahit. Bahkan, seluruh bagian dari tanaman ini sangat pahit, mulai dari daun, akar hingga batangnya.

Saya ingat betul, bagian yang paling sering dimanfaatkan untuk pengobatan adalah batang dan daunnya. Untuk keluhan seperti kurang nafsu makan, demam, flu dan sebagainya, orang-orang di kampung saya di Bagian Selatan Sulawesi Selatan lebih memilih minum ramuan tampa pai’, ketimbang meminum obat jualan.

Khasiatnya ternyata memang manjur. Orang-orang di desa sejak dahulu sangat percaya bahwa tampa pai’ merupakan tanaman obat yang ampuh mengobati ragam penyakit.

Bahkan untuk keluhan ringan, nenek saya dahulu langsung mengambil bagian batangnya untuk direbus, lalu diminum saat hangat. Rasanya sangat pahit bahkan lebih pahit dari semua tanaman obat lainnya, saya berpendapat demikian saat mencoba meminumnya.

KLIK INI:  Di Balik Ragam Manfaatnya, Lidah Buaya Punya Efek Samping, Cek Faktanya!
Karakteristik

Tanaman brotowali memiliki ciri khusus. Agar Sahabat Hijau, mengenalnya lebih dekat, berikut ini karakteristiknya yang sangat tampak pada tanaman ini:

  • Seperti dibahas sebelumya bahwa brotowali tumbuh menjalar, melilit bahkan memanjat. Inilah ciri khas utamanya yang bisa dilihat pada tanaman ini. Brotowali bahkan bisa mengikuti seluruh bagian pohon yang menaunginya dan aan menjalar mendominasi seperti parasite.
  • Ukuran batangnya tidak terlalu besar yakni hanya sebesar jari kelingking dengan ketinggian bisa mencapai 25 meter.
  • Batangnya memiliki bintil-bintil yang cukup rapat. Bintil-bintil inilah yang bila dilihat dari kejauahan akan tampak seperti ular.
  • Daunnya tergolong daun tunggal, bertangkai dan tampak seperti jantung hati. Daunnya tumbuh memanjang sekira 7-12 cm dan lebarnya antara 5 hingga 10 cm.
  • Tanaman ini juga dapat mengeluarkan bunga yang sangat kecil berbentuk tandan semu dengan warna hijau muda.
  • Ciri khas berikutnya adalah seluruh bagian dari tanaman ini super pahit. Bahkan dengan menyentuh bagian daun atau batangnya saja, rasa pahit bisa menempel pada jemari kita.
KLIK INI:  Mau Daya Tahan Tubuh Tetap Oke Saat Puasa? Begini Tips Alaminya!
Kandungan brotowali

Di balik rasanya yang pahit, tanaman herba ini ternyata mengandung senyawa aktif yang baik bagi kesehatan. Apa saja?

Tanaman ini mengandung senyawa seperti Pati, Zat pahit pikroretin, Kolombin, Palmatin, Glikosida, Berberin, Tinokrisposia dan Alkaloid berberin.

Selain itu, brotowali juga mengandung senyawa lainnya antara lain Alkaloid, Damar lunak, Flavanoid, Steroid, Terpen dan Kaokolini.

Manfaatnya

Dari kandungan senyawa aktif di atas, tanaman herba ini memiliki ragam manfaat  bagi kesehatan. Dikutip dari buku Herbal TOGA karya S Tony Pranata (2014), berikut khasiat dan manfaat brotowali:

  • Mengatasi sakit nyeri (bersifat analgesik),
  • Menambah nafsu makan,
  • Membantu mengatasi penyakit rematik arthritis,
  • Daunnya dapat dimanfaatkan sebagai pencahar,
  • Dapat digunakan untuk mengobati luka luar,
  • Bersifat antimalarial (menurunkan jumlah plasmodium darah),
  • Mampu meredam panas pada tubuh (bersifat antipretik),
  • Mengatasi gangguan saat BAB,
  • Sebagai obat diabetes,
  • Mencegah terjadinya kanker hati,
  • Dapat menurunkan gula darah dalam tubuh,
  • Mengobati penyakit reumatik, sakit pada persendian dan luka memar,
  • Mengobati sakit demam
KLIK INI:  Punya Tanaman Kecubung di Sekitar Rumah Anda? Ini Bahaya dan Manfaatnya
Ramuan

Dikutip dari buku Herbal TOGA karya S Tony Pranata (2014), berikut ini dua contoh resep meramu brotowali dalam pengobatan penyakit.

#Resep mengatasi diabetes

  • Bahan-bahan:

Bahan yang diperlukan untuk ramuan mengatasi diabetes antara lain batang brotowali (10 gram), sambiloto kering (10 gram), mimba kering (2 gram) dan 1 liter air.

  • Cara meracik

Untuk meraciknya, hal pertama yang dilakukan adalah memotong-motong bagian batangnya. Lalu, rebus semua bahan hingga tersisa sekira tiga gelas. Ramuan siap diminum.

Dalam konsumsi ramuan ini, disarankan untuk minum tiga kali sehari (pagi, siang dan sore). Setiap kali minum sebanyak satu gelas dan dilakukan sebelum makan.

#Ramuan mengatasi demam

  • Bahan-bahan:

Bahan yang diperlukan untuk mengatasi demam sangat simpel antara lain: 2 ruas batang brotowali, madu secukupnya dan air 2 gelas.

  • Cara meracik

Pertama-tama, bagian batangnya dipotong-potong kemudian dicuci bersih. Rebus bagian batang hingga tersisa satu gelas.

Saring ramuan, lalu ditambahkan madu secukupnya. Ramuan siap diminum.

Demikianlah perkenalan brotowali, khasiat dan cara meramunya. Semoga bermanfaat!

KLIK INI:  7 Poin Penting yang Perlu Diperhatikan dalam Konsumsi Obat dari Tanaman Bunga