Berperan Jadi Pemulung dalam Film Pendek, Seniman Ini Menuai Banyak Pujian

oleh -354 kali dilihat
Berperan Jadi Pemulung dalam Film Pendek, Seniman Ini Menuai Banyak Pujian
Seniman berperan jadi pemulung dalam film pendek.

Klikhijau.com – Sebuah film pendek berjudul “Yang Sebenarnya”, belakangan banyak di perbincangkan di Makassar. Film yang dirilis pada Juni 2019 ini sukses membuat banyak orang melelehkan air mata. Tidak percaya? Coba saja dibuka di Youtube dan bersiaplah menyeduh kerinduan pada sosok Ayah.

Yah, film berdurasi sekitar 13 menit ini memang bercerita tentang relasi seorang Ayah dan anaknya. Tentang anak yang punya impian dan keinginan kuat membantu orang tuanya mencari nafkah sejak kecil.

Mengambil lokasi syuting di kawasan TPA Antang, sementara ide ceritanya dibuat oleh seorang musisi lokal bernama Rere art2tonic.

Film pendek ini diproduksi oleh Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI dan Paramedia Indonesia. Dengan menggunakan logat dan gaya bahasa khas Makassar, film ini seolah melibatkan kita masuk dalam alur kisahnya.

Menariknya, narasi kesedihan dalam film ini bukan karena kemalangan tokohnya yang pemulung nan miskin. Tetapi, pada etos kerja seorang “bapak” yang tidak pantang menyerah.

Ia melakukan apa saja untuk anaknya. Ia juga tidak ingin membuat anaknya “ikut-ikutan” bekerja. Ia ingin akanya banyak bermain dan belajar saja.

KLIK INI:  Menggemaskan, Saat Masih 7 Tahun, Ryan Hasilkan Rp130 Juta dari Sampah
Kisah air mata

Bermula dari keinginan sang anak bernama Syamsir yang ingin memberikan hadiah pada ibunya yang ulang tahun. Ia menawarkan diri pada bapaknya agar bisa jadi buruh bangunan di suatu tempat demi gaji 50 ribu rupiah.

Sebagai anak pemulung yang juga sering ikut-ikutan memulung, uang sebanyak itu tentulah besar nilainya.

Sayangnya, keinginannya tidak direstui bapaknya dengan cara yang unik. Ke esokan harinya, saat Syamsir ingin bergabung sebagai kuli bangunan, ia menjumpai bapaknya ada di sana sebagai kuli. Oleh bapaknya, ia diminta untuk pulang ke rumah dan tidak perlu bekerja.

Dengan menyesal, Syamsir pulang ke rumahnya. Namun, mengejutkan, sebab malam harinya, bapaknya memberinya uang 50 ribu hasil upah sebagai kuli bangunan. Uang itu diberikan kepada Syamsir untuk dijadikan hadiah ulang tahun pada ibunya.

Puncaknya, saat suatu waktu Syamsir dan teman-temannya mendengar kabar sebuah pekerjaan di pelabuhan dengan upah lumayan, 75 ibu rupiah. Keesokan harinya, dengan sepeda bersama temannya, ia pun ke pelabuhan.

Lagi, Syamsir terperanjat, sebab di sana ia menemukan bapaknya sedang memikul beban. Bapaknya jadi buruh di pelabuhan.

Malam harinya, bapaknya terlambat pulang karena sehabis jadi buruh, ia lanjut memulung sampah. Hingga akhirnya, sang bapak sakit karena kelelahan. Bapaknya berpesan pada anaknya agar ia harus belajar dan tidak perlu bekerja agar kelak bisa jadi insinyur.

KLIK INI:  Wulan Saputri, Perempuan dan Sebuah Pesan dari Gunung
Kekuatan Impian

Sebagaimana impian, ia selalu punya energi besar untuk jadi kenyataan karena doa orang tua. Saat dewasa, Syamsir berhasil jadi insinyur. Ia bahagia karena berhasil wisudah, jadi sarjana, jadi insinyur. Tetapi, hatinya dirundung sedih mengenang perjuangan bapaknya yang membesarkannya.

Dengan pakaian wisudah dan toga di kepala, Syamsir berlari memanggil bapaknya. Lalu, di pemakaman bapaknya, ia menaruh toga-nya di atas nisan bapaknya dan berkata: “Bapaklah insinyur yang sebenarnya!”

“yang Sebenarnya” adalah sebuah potret kehidupan kaum marjinal yang memperjuangkan martabat kehidupannya dengan cara bekerja keras. Bekerja dalam terminologi wong cilik yakni dengan tenaga dan keringat, tetapi dengan upah yang rendah.

Dari kisah yang sederhana itu, film ini menginspirasi banyak orang untuk tidak takut bermimpi setinggi langit. Seorang anak pemulung, anak buruh dan petani juga bisa jadi sesuatu. Bila belajar keras, bekerja keras.

KLIK INI:  Suriani, Perempuan Lorong yang Berjuang Merdeka dari Kepungan Sampah
Akting yang baik

Terlepas dari kisah inspiratif dalam film pendek ini, aktor utama yang berperan sebagai “bapak” diapresiasi banyak orang. Aktingnya sungguh sempurna memerankan sebagai bapak yang pemulung tapi bijaksana.

Siapa dia? Ia adalah Rahmat Soni Daeng Romo yang biasa dipanggil Seniman Romo. Lelaki kelahiran Makassar 22 Februari 1966 ini merasa sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan untuk perannya ini.

“Terima kasih kepada Rere art2tonic yang memberikan kepercayaan pada saya. Dari film ini, saya juga belajar bahwa ayah adalah inspirasi bagi keluarganya,” ucapnya.

Seniman Romo mengakui bahwa “yang sebenarnya” adalah sebuah film motivasi. Pesan utamanya adalah siapa pun bisa sukses.

“Saya ingin katakan bahwa tidak ada perbedaan strata dalam mengejar pengetahuan. Siapa pun orangnya punya hak yang sama dalam menggapai impiannya,” terangnya.

Anda seorang yang sekarang sukses atau sedang menuntut ilmu dan Anda dari keluarga biasa-biasa saja?

Menontonlah film ini dan bersedialah melelehkan air mata. Setelahnya, motivasi Anda akan berlipat ganda. Setelahnya, Anda akan menelpon Bapak Anda dan mencium keningnya.

KLIK INI:  Mantul, Ini 4 Teknologi Ramah Lingkungan Karya Anak Bangsa
Penulis: Anis Kurniawan
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!