Berlirik Pilu, Ini Sederet Lagu Indonesia yang Berkisah tentang Bencana Alam

oleh -43 kali dilihat
Cerita Miris 2019, Jutaan Warga Sulsel Terdampak Bencana Ekologis
Tanah longsor yang melanda Gowa, merupakan salah satu bencana ekologis/foto-tirto

Klikhijau.com – Tidak ada yang mengharapkan bencana alam terjadi. Namun, kedatangannya tidak bisa dihindari.

Ketika terjadi bencana alam, manusia meresponsnya dengan berbagai cara, misalnya para musisi, banyak di antara mereka yang menciptakan lagu untuk meresponsnya.

Tujuan dari lagu yang mereka ciptakan dan nyanyikan, untuk menciptakan kesadaran akan pentingnya menjaga alam ini.

Lagu-lagu mereka tak lekang waktu, terus saja bersuara “nyaring” menyadarkan kita akan pentingnya merawat alam beserta isinya. Bahkan lagu-lagi itu semakin relevan sekarang ini, di mana bencana alam lebih kerap terjadi.

KLIK INI:  Mengenang Ibu Soed, Sang Pahlawan Pendidikan Lingkungan bagi Anak

Berikut beberapa lirik lagu dari musisi Indonesia yang merespons  bencana alam yang terjadi:

Bencana–Rhoma Irama

 

Masih perlukah air mata
Untuk menangisi dunia
Yang selalu dilanda bencana

Macam-macam malapetaka
Gempa bumi banjir badai topan
Yang selalu membawa korban
Dan juga ganasnya peperangan
Yang menghantui kehidupan

Seakan-akan di dunia
Tiada lagi keamanan
Seakan-akan di dunia
Tiada lagi ketenteraman

Apakah ini akibat kesombongan manusia
Karena sudah merasa menundukkan semesta
Agama cuma di lisan tak lagi diamalkan
Keimanan pada Tuhan cuma berupa slogan

KLIK INI:  Perihal Banjir di Sentani, Begini Temuan KLHK dan Solusi Pemulihannya

Sherina – Indonesia Menangis

 

Tuhan marahkah kau padaku
Inikah akhir duniaku
Kau hempaskan jarimu di ujung banda
Tercenganglah seluruh dunia

Tuhan mungkin Kau abaikan
Tak ku dengarkan peringatan
Kusakiti Engkau sampai perut bumi
Maafkan kami ya robbi

Engkau yang perkasa pemilik semesta
Biarkanlah kami songsong matahari
Engkau yang pengasih ampunilah dosa
Memang semua ini kesalahan kami

Oh… Tuhan ampuni kami
Ou..oh… Tuhan tolonglah kami
Tuhan ampuni kami
Tuhan tolonglah kami

KLIK INI:  'Nteh', Cara Pegiat Lingkungan dan Seniman di Lombok Timur Galang Dana untuk Korban Bencana

Untuk Kita Renungkan– Ebiet G. Ade

 

Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam batin
Tengoklah ke dalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat
Ho-oh, singkirkan debu yang masih melekat

Du-du-du-du-du
Du-du-du-du, oh
Oh, oh, oh-oh

Anugerah dan bencana adalah kehendak-Nya
Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil, agar kita sadar
Adalah Dia di atas segalanya
Ho-oh, adalah Dia di atas segalanya

Anak menjerit-jerit
Asap panas membakar
Lahar dan badai menyapu bersih

Ini bukan hukuman
Hanya satu isyarat
Bahwa kita mesti banyak berbenah

Memang bila kita kaji lebih jauh
Dalam kekalutan masih banyak tangan
Yang tega berbuat nista, ho-ho
Tuhan pasti telah memperhitungkan

Amal dan dosa yang kita perbuat
Ke manakah lagi kita ‘kan sembunyi?
Hanya kepada-Nya kita kembali
Tak ada yang bakal bisa menjawab
Mari hanya runduk sujud pada-Nya

Du-du-du-du-du
Du-du-du-du, oh
Oh, oh, oh-oh
Du-du-du-du-du
Du-du-du-du, oh
Oh, oh, oh-oh

Kita mesti berjuang memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada di sini, di dalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum
Ho-oh, berusahalah agar Dia tersenyum

Du-du-du-du-du
Du-du-du-du, oh
Oh, oh, oh-oh
Du-du-du-du-du
Du-du-du-du, oh

KLIK INI:  SD Negeri Borong Perkuat Gerakan PBLHS untuk Jadi Sekolah Adiwiyata Nasional

Bencana Alam — Iwan Fals

Sekian manusia resah menatap wajah sesamanya
Duka karena bencana
Petaka menimpa diri dan dalam hatinya berkata
Besarkah dosa hamba ?

Menjelang saat ajal daku membayang
Gapai tangan minta
Tolong semua

Bencana alam melandanya
Kehendak yang kuasa
Peringatan kah bagi kita ?
Manusia di dunia

Karena kita tlah saling cinta harta benda dan kuasa
Tanpa pandang kebenaran
Dan tanpa pandang keadilan

Bencana alam melandanya
Tiada seorangpun kuasa menekan
Bencana alam melandanya
Miskin kaya kana petaka yang sama

Akhirnya ku merenung pula
Mengapa bencana alam meraja ?
Oh oh aku tak kuasa

Mungkinkah kau merenung juga ?
Mengapa bencana alam meraja ?
Oh oh ampunilah yang kuasa
Oh oh ampunilah semua

KLIK INI:  Awal Tahun, Toraja Dihantui Bencana Tanah Longsor

Berita Kepada Kawan — Ebiet G. Ade

 

Perjalanan ini trasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk disampingku kawan
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering bebatuan

Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan
Hati tergetar menampak kering rerumputan

Perjalanan ini pun seperti jadi saksi
Gembala kecil menangis sedih

Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika ia kutanya mengapa
Bapak ibunya tlah lama mati
Ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut kukabarkan semuanya
Kepada karang kepada ombak kepada matahari
Tetapi semua diam tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit

Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana

Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika ia kutanya mengapa
Bapak ibunya tlah lama mati
Ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut kukabarkan semuanya
Kepada karang kepada ombak kepada matahari

Tetapi semua diam tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit

Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana

Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

KLIK INI:  Kepungan Bencana di Sulsel, Sebuah Penanda Indonesia Sedang Sakit Parah