Bencana Banjir Bandang NTT, Puluhan Korban Meninggal Dunia

oleh -32 kali dilihat
Bencana Banjir Bandang NTT, Puluhan Korban Meninggal Dunia
Gambar - Foto/BNPB
Azwar Radhif

Klikhijau.com – Kabar duka kembali datang dari timur Indonesia. Beberapa daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur dilanda banjir bandang disertai tanah longsor yang menyebabkan hilangnya nyawa dan kerugian material bagi korban.

BNPB menjelaskan kejadian bencana alam ini terjadi pada Minggu (4/4) pukul 01.00 dinihari. Ketika sebagian besar masyarakat masih terlelap dalam tidurnya. Banjir bandang terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi sejak malam hari. Akibatnya, beberapa sungai di wilayah tersebut meluap dan menyerobot ke perkampungan warga.

Banjir bandang melanda sebagian wilayah di NTT. Data dari BNPB menjelaskan beberapa kabupaten seperti Flores  Timur, Sumba Timur, Lembata dan Kota Kupang terendam banjir yang juga menyapu rumah-rumah warga.

Di Kabupaten Flores Timur, data terbaru dari BNPB pada pagi tadi mencatat sebanyak 256 jiwa warga mengungsi di Balai Desa Nelemawangi dan sejumlah warga lainnya mengungsi di Balai Desa Nelelamadike.

Warga hilang tercatat sejumlah 24 orang dan 44 warga meninggal duunia. Warga yang mengalami luka-luka dikonfirmasi telah mendapatkan perawatan medis.

Sebanyak 9 Desa yang terdampak bencana ini diantaranya Desa Nelemadike dan Nelemawangi (Kecamatan Ile Boleng), Desa Waiburak dan Kelurahan Waiwerang (Adonara Timur), Desa Oyang Barang dan Pandai (Wotan Ulu Mado), dan Desa Duwanur, Waiwadan dan Daniboa (Adonara Barat).

KLIK INI:  Usai Banjir Diare Kerap Melanda, Atasi dengan 10 Obat Alami Ini!

Sedang, sebanyak 17 rumah warga dinyatakan hanyut terbawa aliran air, 60 rumah lainnya masih terendam material lumpur dan 5 jembatan yang menghubungkan beberapa wilayah terputus. Hingga kini, BNPB masih melakukan pendataan terkait kerusakan material dan infrastruktur.

Sementara itu, di Kabupaten Sumba Timur, BPBD setempat mencatat sebanyak 54 kepala keluarga atau 165 jiwa telah mengungsi. Sedangkan 109 KK atau 475 KK lainnya terdampak banjir.

Di Kabupaten Lembata sendiri, bencana banjir bandang terjadi pada Minggu (4/4) pukul 19.00 waktu setempat. Bencana ini menewaskan 11 warga dan 16 lainnnya masih dalam proses pencarian. Banjir terjadi di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur. Desa-desa terpapar di dua kecamatan ini antara lain Desa Waowala, Tanjung Batu, Amakala, Jontona, Lamawolo dan Waimatan.

BNPB dalam keterangan tertulisnya menjelaskan hingga hari ini BPBD setempat masih melakukan proses kaji cepat dan melakukan proses penyelematan bagi warga yang terdampak. Pemerintah setempat telah mendatangkan alat berat untuk  membersihkan material di perkampungan dan jalan raya untuk memudahkan proses pencarian dan evakuasi.

KLIK INI:  Lagi, Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi Amankan Dua Aktor Illegal Logging
Banjir bandang akibat perubahan cuaca

Bencana lainnya juga melanda Kota Kupang. Bencana seperti angin kencang, longsor, banjir rob dan gelombang pasang melanda wilayah tersebut sejak hari minggu (4/4) lalu. Akibatnya, sebanyak 743 KK atau 2.190 warga terdampak bencana. Selain itu, 10 rumah warga mengalami rusak sedang dan 15 titik akses jalan tertutup pohon tumbang.

Dalam rilisnya, BNPB menjelaskan peristiwa bencan ekologis ini terjadi akibat pergerakan siklon tropis yang ditandai dengan angin kencang, hujan lebat, dan tekanan atmosfer yang rendah. Fenomena alam ini berasal dari laut lepas yang kemudian tergiring ke daratan NTT.

“BMKG telah merilis adanya dua bibit siklon tropis yang dapat berdampak pada cuaca ekstrem. Salah satunya potensi curah hujan lebat dan angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada sepekan ini, 3 – 9 April 2021.,” jelas Dr. Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan tertulisnya.

BMKG juga memperkirakan potensi cuaca ekstrim seperti intensitas hujan deras dan angin kencang berpontensi ]melanda sebagian wilayah di Indonesia.

“Dalam sepekan kedepan potensi hujan sedang – lebat diprediksi terjadi di wilayah, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Papua,” jelas tim BNPB.

Sedangkan, potensi hujan sangat lebat diprediksi akan terjadi di wilayah Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat dan NTT. Potensi angin kencang diprediksi terjadi di wilayah Lampung, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, NTT dan Sulawesi Selatan.

KLIK INI:  Ciptakan Rompi Anti Peluru dari Gebang, Armour Mike Harumkan SMAN 3 Denpasar