Bayi gajah Sumatera Ditemukan Mati Setelah Terjebak di Kubangan Lumpur

oleh -25 kali dilihat
Bayi gajah Sumatera Ditemukan Mati Setelah Terjebak di Kubangan Lumpur
Bayi gajah Sumatera - Foto/Mongabay
Azwar Radhif

Klikhijau.com – Seekor Bayi Gajah Sumatera yang berumur satu bulan menghembuskan nafas terakhirnya di Pusat Konservasi Gajar Seree, Kabupaten Aceh Besar pada Rabu (3/3/2021) lalu.

Bayi gajah bernama Inong ini sebelumnya pada 10 Februari lalu ditemukan terjebak dalam kubangan lumpur di kawasan hutan Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.

Inong ditemukan terjebak di kubangan lumpur oleh Helmi, warga Desa Panton Beunot, Kecamatan Tiro. Dari pengamatannya, beberapa hari sebelum ditemukan, warga desa melihat kawanan gajah tengah bermain di sekitar kubangan lumpur pada 7 Februari lalu.

Tak lama berselang, pada 9 Februari, Helmi melihat seekor anak gajah yang tengah jerih payah mengeluarkan tubuhnya dari kubangan lumpur. Awalnya, warga desa hendak membantu gajah ini, namun terhalang oleh induk dan beberapa individu gajah yang juga berada di sekitar kubangan.

Helmi bersama warga desa dan Camat Tiro segera menghubungi pihak Conservation Response Unit [CRU] Mila, Kabupaten Pidie, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam [BKSDA] Aceh untuk membantu proses pengangkatan Inong dari kubangan lumpur.

Setelah berjibaku beberapa jam, pada 10 Februari subuh hari, Inong berhasil diselamatkan. Inong kemudian dirawat di Pusat Konservasi Gajah [PKG] Saree, Kabupaten Aceh Besar, Aceh untuk menjalani proses penyembuhan beberapa luka di tubuhnya.

KLIK INI:  Gakkum LHK  dan BBKSDA Sulsel Amankan 43 Ekor Satwa Dilindungi

Kepala BKSDA Aceh, Agus Irianto menyatakan awalnya kondisi Inong dalam keadaan kritis ketika ditemukan. Selain karena kekurangan ASI, Inong memiliki masalah pada kakinya sehingga kesulitan untuk berdiri. Beberapa bagian tubuhnya, termasuk mata kirinya mengalami lecet.

Agus Irianto dalam wawancara di Mongabay mengatakan, “Umurnya diperkirakan belum genap sebulan. Saat diperiksa dokter hewan, kakinya bermasalah sehingga tidak bisa berdiri dan mata kirinya terluka. “Dari hasil pemeriksaan, kaki kiri depannya mengalami dislokasi, sementara kaki belakangnya mengalami paralisis atau kelumpuhan. Hal ini yang menyebabkan tidak bisa berdiri,” tuturnya.

Setelah menjalani proses perawatan di PKG Seree, kondisi Inong dikabarkan sempat membaik. Kondisi kakinya yang bermasalah telah berangsung pulih, juga luka di mata kiri Inong.

Namun nahas, pada Rabu 3 Maret lalu Inong ditemukan tewas di tempat perawatannya. Tim Dokter BKSDA Aceh hingga kini masih mendalami gejala kematian Inong sekaligus melakukan pengecekan nekropsi (bedah bangkai).

Kasus kematian gajah di Provinsi Aceh terus terjadi selama kurun beberapa tahun terakhir. Data dari VOA Indonesia mencatat, sejak 2016 hingga September 2020 sebanyak 44 gajah ditemukan mati. Pada 2020 lalu, dua gajah jinak ditemukan tewas di pusat konservasi.

Jumlah kematian gajah di tahun 2020 adalah sebanyak 12 ekor gajah. Populasi Gajah Sumatera di Provinsi Aceh diperkirakan masih tersisa kurang lebih 500 ekor gajah.

KLIK INI:  Sampah Terbanyak Kedua di Pantai, Kemasan Makanan dan Minuman