Bantuan Perawatan Satwa Mengalir ke Lembaga Konservasi

Publish by -70 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Melalui Foto, Masyarakat Diharapkan Lebih Mencintai Satwa
Burung cendrawasi/foto-AMONG GURU

 Klikhijau.com – Bantuan perawatan satwa di masa pandemik Covid-19 perlu ditingkatkan. Serangan Covid-19  menyebabkan lembaga konservasi terpaksa tutup.

Penutupan itu berdampak pada menurunnya pendapatan untuk pengelolaan, terutama pakan, dan obat-obatan bagi satwa yang ada di lembaga konservasi

Dari itulah, dalam rangka percepatan penanganan pandemi Covid-19, terutama kepada satwa. Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian LHK memberikan dukungan kepada lembaga konservasi dalam melakukan penanganan satwa..

Aliran dukungan itu  di antaranya dijembatani oleh  Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Setidaknya ada dua lembaga konservasi yang menerima bantuan, yaitu Taman Marga Satwa Medan Zoo dan Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan.

KLIK INI:  AJI Pontianak Bersama Auriga akan Gelar Beasiswa Menulis Fokus Lingkungan

“Kami telah melakukan pendataan terhadap lembaga konservasi dibawah binaan kami, yang terdampak pandemi COVID-19, dan perlu dukungan penanganan satwa berupa bantuan pakan satwa serta obat-obatan,” ujar Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi.

Hotmauli menyampaikan hal tersebut saat pemberian bantuan secara simbolis di Taman Marga Satwa Medan Zoo Rabu, 2 September 2020 lalu.

Bantuan yang diberikan  yang diberikan kepada Taman Marga Satwa Medan Zoo berupa pengadaan pakan bernilai Rp70 juta, yang  diterima langsung Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Kota Medan, Putrama Alkhari.

Sedangkan bantuan untuk Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan berupa bantuan pakan dan obat-obatan untuk Sanctuary Harimau Barumun sebesar Rp 20 juta, diterima Manajer Yayasan, Jondi.

“Tujuan pemberian pengadaan pakan dan obat-obatan bagi satwa terdampak Covid-19 di lembaga konservasi untuk menjamin kelangsungan hidup dan kesejahteraan satwa pada lembaga konservasi,” tutur Hotmauli.

Hotmauli juga menuturkan bahwa kalau dilihat dari jumlahnya bantuan ini relatif kecil. Meski begitu, pihaknya berharap dapat membantu meringankan beban bagi Taman Marga Satwa Medan Zoo dan Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan.

“Bantuan ini juga diharapkan dapat membangkitkan semangat pengelola untuk memperhatikan kesejahteraan satwa,” ujar Hotmauli.

KLIK INI:  Kenya Melawan Pandemi dengan Gaya Rambut Covid-19
Jadi warning dan motivasi

Direktur PD. Pembangunan Kota Medan Putrama Alkhairi menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diserahkan Balai Besar KSDA Sumatera Utara.

Ia mengatakan jika bantuan itu akan jadikan  sebagai warning sekaligus motivasi untuk bekerja lebih baik lagi dalam meningkatkan kesejahteraan satwa.

Sementara itu, Manajer Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan, Jondi  juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Balai Besar KSDA Sumatera Utara.

Ia berjanji akan menggunakan serta mengelola bantuan ini seefektif serta seefisien mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan satwa di Sanctuary Harimau Barumun.

Lembaga Konservasi merupakan lembaga yang bergerak di bidang konservasi tumbuhan dan/atau satwa liar di luar habitatnya (ex-situ). Baik berupa lembaga pemerintah maupun lembaga non pemerintah, yang pembinaannya berada di bawah Ditjen KSDAE Kementerian LHK.

Pemberian bantuan tersebut mengacu kepada Peraturan Direktur Jenderal KSDAE Nomor : P.1/KSDAE/KKH/KSA.2/4/2020 tanggal 30 April 2020 tentang Petunjuk Teknis Pengadaan Pakan dan Obat-obatan Untuk Satwa di Lembaga Konservasi Terdampak Covid-19.

KLIK INI:  Gara-gara Burung, Aulia Harus Berurusan dengan Polisi
Editor: Idris Makkatutu

KLIK Pilihan!