Bak Avatar, Pemda Bulukumba Bentuk Tim Pengendali Banjir

oleh -866 kali dilihat
Bak Avatar, Pemda Bulukumba Bentuk Tim Pengendali Banjir
Pasukan avatar yang membersihkan gorong-gorong di Kota Bulukumba - Foto/Safir

Klikhijau.com – Sejak jumat malam, angin kencang dan hujan mengguyur kota Bulukumba dan sekitarnya. Namun, di Sabtu pagi, sekira pukul 07:30 WITA, (3/3/2021), cuaca mulai cerah. Terik matahari mulai masuk ke dalam rumahku.

Sesaat kemudian kudengar kebisingan dan lalu lalang di luar rumah. Bau tak sedap dari drainase juga tercium lumayan tajam. Saya tak mau menerka. Saya keluar rumah, penasaran. Ada apa gerangan?

Saat menengok keluar rumah, sudah ramai rupanya. Bukan hanya saya yang penasaran dengan aktivitas yang sempat membuat bising. Banyak tetangga yang sudah lebih dulu nongkrong di depan rumahnya masing-masing, menyaksikan kegiatan yang tak biasa itu.

Kulihat beberapa lelaki berseragam orange sedang berjibaku mengeruk saluran air yang lumpurnya telah menggunung, berwarna hitam pekat. Pastilah bukan main baunya. Untungnya mereka tetap mematuhi protokol kesehatan dengan tetap memakai masker.

Selain untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19, manfaat lain dari penggunaan masker yaah bisa menangkal bau tak sedap dan menyengat. Seperti bau lumpur dari selokan itu.

KLIK INI:  Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Jepang tentang Kebersihan?
Pasukan Avatar datang

Dari kejauhan nampak terparkir mobil traider. Kendaraan ini bertujuan untuk membobol tembok beton penutup pintu saluran drainase dengan ukuran yang telah disesuaikan.

Selain itu terlihat juga senso beton. Ada juga tali tebal yang digunakan untuk menarik wadah lumpur keluar dari saluran drainase setelah dikeruk. Dan masih banyak alat-alat lain yang tidak bisa kusebut satu persatu.

Aktivitas pengerukan gorong-gorong itu, ternyata tidak hanya berlangsung di lingkungan sekitar rumahku, di Jalan Sungai Balantieng, Kelurahan Kasimpureng Kecamata Ujung Bulu.

Di beberapa titik juga terlihat ada kegiatan yang sama namun dengan petugas yang berbeda.

Melihat aktivitas itu, saya teringat dengan program yang sedang digenjot oleh pemerintahan era baru di Kabupaten Bulukumba. Bupati dan wakil Bupati, pasangan Andi Muchtar Ali Yusuf dan Andi Edi Manaf yang terpilih pada pilkada 2020 lalu ini, memang tengah melaksakan terobosan baru dengan membentuk tim pengendali banjir.

Hal itu tersampaikan melalui pesan pers yang dikirim beberapa waktu lalu melalui sebuah grup WhatsApp yang dibagikan langsung oleh pihak kehumasan Pemda Bulukumba.

KLIK INI:  Meninjau Ulang Rencana Bupati Bulukumba Datangkan Perusahaan Sawit

Mendengar kata pengendali banjir, saya teringat masa kecil. Yang hobi menonton film animasi pasti tidak asing dengan kata itu. Apalagi anak kelahiran tahun 90-an pasti pernah menikmati keseruan film avatar. Nah seluruh avatar memiliki peran sebagai pengendali.

Sama dengan avatar, pengendali banjir di Bulukumba juga bekerja keras setiap hari. Pagi hingga menjelang magrib. Tak kenal panas matahari yang teriknya sudah terasa seperti berada di ubun-ubun. Mereka harus masuk menyusuri gorong-gorong. Berjibaku dengan bau basah dan gelapnya saluran air.

“Tak jarang kami bertemu dengan hewan yang suka tinggal di tempat-tempat busuk dan lembab. seperti biawak dan belut,” cerita Safir, relawan dari Badan Penanggulanagn Bencana Daerah (BPBD).

Banyak elemen dari pemerintah yang turut andil, dalam tim yang telah bekerja sejak 1 Maret 2021 itu. Seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (DAMKAR), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol Pp), Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR), Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Tanggap Siaga Bencana (TAGANA), Camat Ujung Bulu, dan Relawan Bencana.

Bulukumba dan kenangan banjir

Setiap tahun di musim penghujan, di beberapa titik di kota yang dijuluki Butta Panrita Lopi ini memang selalu menjadi langganan banjir.

Saya ingat lima tahun terakhir. Sekitar tahun 2015, 2016 hingga 2017 Bulukumba selalu dilanda banjir setelah diguyur hujan lebat.

KLIK INI:  KLHK Terbitkan Tiga Buku Panduan Hadapi Penyakit Infeksi Baru dan Zoonosis

Tahun 2017 yang lumayan besar luapannya. Waktu itu jembatan teko, yang berada di Kelurahan Bintarore, Kecamatan Ujung Bulu, rata dengan air. Ketingiannya kurang lebih 10 meter. Dampaknya, ada beberapa titik baru yang ikut digenangi air. Tak terkecuali kantor Bupati yang ada di pusat kota.

Kegiatan pengendali banjir ini dirasa sangat bagus dan menghadirkan solusi yang efektif. Sebab kota Bulukumba memang membutuhkan penataan yang rapi. Juga pembersihan secara berkala. Apalagi di musim penghujan.

bulukumba banjir
Foto – Sumber/Ig: BulukumbaInfo

Sehingga selain untuk mencegah banjir, pembersihan gorong-gorong juga bisa menjadi langkah preventif dalam mencegah munculnya penyakit musiman. Yang diakibatkan oleh genangan air.

Gorong-gorong yang tersumbat atau saluran air lainnya yang tidak mengalir dengan baik, bisa menjadi sarang perkembang-biakan nyamuk Aedes aigypti yang menjadi sumber penyakit malaria.

Selain itu, dampak jangka panjang dari tertampungnya limbah cair pada drainase yang bersumber dari rumah tangga itu, juga akan mengakibatkan kurangnya sumber air bersih. Sebabnya, sumber air bersih akan tercemari. Sehingga manusia akan lebih mudah terserang ragam penyakit musiman.

Program Pemda ini pun menjadi formula baru di Kabupaten Bulukumba yang mendapat banyak tanggapan dan pujian dari masayarakat.

“Wah bagus pastinya. Baru kali ada kegiatan semacam ini berlangsung setiap hari. Yah semoga sampai akhir masa jabatan begitu terus. Tetap berjalan baik dan sesuai program,” curhat Anti (25), seorang warga Bulukumba.

KLIK INI:  Menteri LHK: Pemerintah Sedang dan Terus Bekerja Keras Atasi Karhutla