Bahas Tata Kelola Sampah, Azri Rasul Raih Gelar Doktor Administrasi Publik di Unhas

oleh -139 kali dilihat
Bahas Tata Kelola Sampah, Azri Rasul Raih Gelar Doktor Administrasi Publik di Unhas
Dr Azri RAsul, SKM, M.Si.,MH dengan drg. Sukreni Abdullah, M. Kes (Istrinya) saat Sidang Promosi Doktor Bidang Ilmu Administrasi Publik Unhas - Foto/Ist

Klikhijau.com – Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3E Suma) KLHK, Dr Azri Rasul, SKM, M.Si., MH., sukses meraih gelar doktor Ilmu Administrasi Publik di Universitas Hasanuddin (Unhas).

Pada sidang Promosi Doktornya, Azri Rasul berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Model Adaptive Collaborative Management (ACM) dalam Pengelolaan Sampah di Kota Makassar” di Aula Fisip Unhas, Kamis 20 Mei 2021.

Sidang promosi dibuka dan dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Prof Dr Armin Asyad, M.Si.

Promotor dalam sidang ini adalah Prof. Dr. HM Thahir Haning, M.Si. Dua Co-Promotor antara lain Prof Dr Muh. Akmal Ibrahim, M.Si dan Dr. Gita Susanti, M.Si.

Adapun yang bertindak sebagai penguji/penilai antara lain Dr. Badu Ahmad, M.Si, Dr. Muhammad Yunus, MA, Dr. Nurdin Nara, M.Si., serta penguji eksternal dari UNM Makassar yakni Prof Dr Haedar Akib, M.Si.

Di hadapan promotor dan para penguji, Azri Rasul sukses mempersentasikan hasil penelitiannya dengan sangat baik. Azri memotret tata kelola sampah di Makassar dan problematikanya, termasuk peran multi aktor di dalamnya.

Azri mengatakan pentingnya suatu paradigma baru dalam tata kelola sampah yang membuka ruang partisipasi publik. Menurutnya, peran penanganan sampah tidak hanya tugas pemerintah namun tanggungjawab bersama.

KLIK INI:  Kapus P3E Suma Ajak Masyarakat Sehatkan Bumi 30 Maret Mendatang

“Kebijakan tata kelola sampah sangat penting, tetapi partisipasi publik juga tak kalah pentingnya. Semua orang harus bisa mengambil peran dalam kebersihan lingkungan,” jelas Azri.

Meski begitu, tambahnya, diperlukan suatu “pemahaman kolektif” terlebih dahulu pada semua pihak dan elemen masyarakat. Pemahaman dan kesadaran harus diperkuat terlebih dahulu agar kebijakan tata kelola sampah yang diterapkan pemerintah dapat berjalan efektif.

Paradigma baru pengelolaan sampah

Dalam konteks Kota Makassar, Azri melihat bahwa pengelolaan sampah masih dilakukan dengan paradigma lama dan beberapa bagian telah menggunakan paradigm baru.

Menurut temuan dalam penelitiannya, Azri mengungkap bahwa dari sekitar 394.359 ton/tahun atau sebesar 7.900 m3 perhari sampah yang dihasilkan di Kota Makassar, hanya ada sekitar 5 % yang dikelola dengan paradigma baru. Sedangkan, ada 70 % lainnya dikelola dengan paradigma lama dan selebihnya tidak terlelola baik.

KLIK INI:  Kapus P3E Suma: Berbicara HAM Berarti Berbicara Lingkungan

Pengelolaan sampah dengan paradigma lama menempatkan pemerintah sebagai subjek utama, mulai dari penyusunan kebijakan hingga ke teknis pengelolaan sampah. Dalam paradigma lama ini masyarakat dan swasta hanya sebagai objek, atau belum sepenuhnya berperan aktif.

Model layanan atau tata kelola sampah demikian, kata Azrul merupakan manifestasi dari karakter Old Public Administration (OPA). Ciri utamanya adalah pemerintah bertindak lebih dominan dalam segala dimensi baik dalam hal planning, organizing, staffing, directing, budgeting dan seterusnya.

Oleh sebab itu, kata Azri, diperlukan suatu pendekatan baru dalam tata kelola sampah yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Partisipasi tersebut dapat ditumbuhkan mulai dari hulu yakni pelibatan masyarakat dalam memilah sampah dari rumah.

Dalam hal inilah pengetahuan dan pemahaman masyarakat perlu diperkuat agar secara teknis dapat mengenal jenis sampah dan dapat memilahnya. Bahkan, memahami model-model pengelolaan setiap jenis sampah tanpa harus terbuang ke Tempat Pemprosesan Akhir (TPA).

Menjawab sejumlah pertanyaan kunci dari para penguji, Azri menekankan dua hal mendasar. Pertama, tentang implementasi paradigma baru pengelolaan sampah yang melibatkan seluruh pihak yang berkepentingan. Kedua, bagaimana pemerintah semestinya berperan dalam membangun pemahaman kolektif dalam masyarakat.

KLIK INI:  Forest Healing, Energi Menyembuhkan dari Belantara Hutan

Poin penting dari disertasi Azri RAsul adalah penguatan pemahaman akan sampah pada masyarakat sekaligus akan mengubah minset tentang sampah sebagai sebuah beban.

“Sampah harus dilihat sebagai sebuah sumber daya ekonomi,” jelas Azri yang juga Pengurus KAHMI Kota Makassar ini.

Banjir ucapan selamat

Disertasi Azri Rasul termasuk dibuat secara serius dan cermat selama menempuh proses pendidikan di Program Studi Ilmu Administrasi Publik Unhas. Hal itu diakui oleh tim penguji yang mengapresiasi tebal disertasi Azri Rasul yang mencapai lebih dari 500 halaman.

“Disertasinya sangat tebal yakni sekitar 500 halaman. Ini luar biasa dan ini tandanya bahwa Azri melakukan penulisan dengan sangat serius. Saya beri apresiasi atas capaian ini,” kata Dr Nurdin Nara, M.Si, Tim Penguji.

Ucapan selamat dan apresiasi juga disampaikan Pimpinan Sidang yang juga Dekan Fisip Unhas yang melihat betapa Azri sangat menguasai bidang persampahan.

“Anda adalah pakar di bidang sampah, sehingga Anda layak untuk menjadi tempat bertanya dan berdiskusi mengenai kebijakan tata kelola sampah,” kata Prof Armin.

Ucapan dan apresiasi juga dihaturkan Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, yang ikut hadir secara virtual.

“Selamat kepada Dr. Azri Rasul atas capaian ini, semoga ilmunya dapat bermanfaat khususnya untuk intitusi KLHK,” tutur Vivien.

Ucapan selamat lainnya berdatangan dari sejumlah tokoh di Sulsel antara lain Kepala Pusat P3E Suma KLHK, Dr. Darhamsyah yang hadir langsung di sidang promosi. Juga ada Wakil Ketua DPRD Sulsel, Darmawansyah Muin, dan sejumlah pejabat penting lainnya.

Di akhir sesi ujian promosi ini, para penguji memberi nilai sangat memuaskan kepada Dr Azri Rasul atas disertasinya. Penilaian ini diberikan tak lepas dari penguasaan materi dan kontribusi penelitian untuk persoalan tata kelola sampah saat ini.

KLIK INI:  10 Artis Cantik Ini Jadi Vegetarian, Klik dan Temukan Inspirasi Positifnya!