Bagaimana Hubungan Antara Komponen Biotik dan Abiotik dalam Ekosistem?

oleh -21.911 kali dilihat
Bagaimana Hubungan Antara Komponen Biotik dan Abiotik dalam Ekosistem
Ilustrasi - Foto/Pixabay

Klikhijau.com – Bagaimana hubungan antara komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem? Perlu dipahami bahwa dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem.

Dalam skema sederhana dapat dilihat bahwa organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik. Sebaliknya, organisme juga memengaruhi lingkungan fisik untuk dapat bertahan hidup.

Penyebaran spesies tertentu pada sebuah ekosistem dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya. Termasuk juga faktor kimiawi dan fisis yang harus berada dalam kisaran yang dapat ditoleransi oleh spesies tersebut. Hal ini disebut kemudian dinamai hukum toleransi.

Sebagai contoh, Panda memiliki toleransi yang luas terhadap suhu, namun memiliki toleransi yang sempit terhadap makanannya, yaitu bambu. Panda dapat bertahan hidup di ekosistem manapun asalkan di dalamnya ada bambu sebagai makanan utamanya. Ini tentu berbeda dengan manusia yang karena dibekali pikiran dan pengetahuan, manusia dapat memperlebar kisaran toleransinya.

Ekosistem dipengaruhi oleh dua komponen penting yakni komponen biotik dan abiotik. Bagaimana hubungan keduanya? Ikuti pembahasannya lebih lanjut!

KLIK INI:  Perbedaan Kepribadian Hewan Berkontribusi Terhadap Jasa Ekosistem
Pengertian komponen abiotik

Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup. Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan waktunya.

Komponen abiotik yang memeranguhi komponen biotik dalam suatu ekosistem antara lain: air, tanah, suhu, cahaya matahari, udara, kelembaban dan keasaman.

Pengertian komponen biotik

Komponen biotik adalah komponen ekosistem yang meliputi berbagai jenis makhluk hidup. Komponen biotik dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu produsen, konsumen dan dekomposer (pengurai).

Produsen adalah makhluk hidup yang dapat menghasilkan makanan sendiri, antara lain tumbuhan. Tumbuhan memproduksi makanan sendiri melalui proses fotosintesis.

Bila produsen dimakan oleh makhluk hidup lain, maka terjadi perpindahan makanan dari produsen ke hewan tersebut. Hewan yang memakan produsen ini disebut konsumen. Konsumen sendiri memperoleh energi dari bahan makanan yang dibuat oleh produsen.

KLIK INI:  Polusi Cahaya Pengaruhi Kehidupan Liar, Ini Dampak Buruknya

Sedangkan dekomposer (pengurai) adalah organisme yang berperan sebagai pengurai zat-zat yang terdapat dalam makhluk hidup yang sudah mati. Jadi, dekomposer menguraikan zat organik menjadi anorganik yang dapat dimanfaatkan kembali oleh produsen. Contoh pengurai antara lain bakteri dan jamur saprofit.

Dilihat dari sifatnya, komponen biotik dapat dibedakan antara lain:

  • Autotrof

Autotrof berasal dari kata auto yang berarti sendiri dan trophikos yang artinya “menyediakan makan”. Jadi, komponen autotrof dapat dimaknai sebagai organisme yang dapat membuat makanannya sendiri dari bahan anorganik dengan bantuan energi sinar matahari (fotoautotrof) dan bahan kimia (kemoautotrof). Komponen ini berperan  sebagai produsen. Contoh autotrof adalah tumbuhan berklorofil.

  • Heterotrof

Komponen heterotrof merupakan organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya. Komponen ini disebut juga konsumen makro (fagotrof), karena makanan yang dimakan berukuran lebih kecil. Contoh heterotrof adalah manusia, hewan, jamur dan mikroba.

  • Pengurai

Pengurai adalah organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Adapun yang tergolong pengurai adalah bakteri dan jamur. Ada pula pengurai yang disebut detritivor yakni hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik, contohnya kutu kayu.

KLIK INI:  Ekosistem, Pengertian, Jenis dan Manfaatnya bagi Kehidupan

Adapun tipe dekomposisi ada tiga yakni:

  • Aerobik: oksigen adalah penerima elektron/oksidan.
  • Anaerobik: oksigen tidak terlibat. Bahan organik sebagai penerima elektron/oksidan.
  • Fermentasi: anaerobik namun bahan organik yang teroksidasi juga sebagai penerima elektron.
Hubungan komponen biotik dan abiotik

Komponen biotik dan abiotik memiliki hubungan yang erat satu sama lain. Kehidupan komponen biotik dipengaruhi oleh komponen abiotiknya. Sedangkan keadaan komponen abiotik ditunjang oleh komponen biotik.

Dalam pengertian sederhana dapat dikatakan bahwa terjadi hubungan saling ketergantungan antara komponen biotik dan komponen abiotik.

Adapun contoh komponen biotik memengaruhi komponen abiotik adalah tumbuhan hijau dalam proses fotosintesis menghasilkan oksigen, sehingga kadar oksigen meningkat dan suhu lingkungan menjadi sejuk. Jadi, tumbuhan hijau (komponen biotik) mampu memengaruhi komposisi udara dan suhu lingkungan (komponen abiotik).

Sedangkan contoh komponen abiotik memengaruhi komponen biotik adalah cahaya, tanah, air, udara dan unsur hara (komponen abiotik) memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan (komponen biotik).

KLIK INI:  Mengenal Jenis-Jenis Tanah yang Ada di Indonesia dan Persebarannya

Contoh relasi ketergantungan antar sesama komponen biotik antara lain:

  1. Saling ketergantungan intraspesies (makhluk hidup sejenis). Contohnya sekumpulan lebah saling bekerjasama mengumpulkan madu sebagai cadangan makanan di sarangnya.
  2. Saling ketergantungan antar spesies (makhluk hidup tidak sejenis). Contohnya, tanaman kacang-kacangan memerlukan bakteri Rhizobium untuk membantu menambat nitrogen bebas dari udara. Sedangkan bakteri rhizobium memerlukan media atau substrat dan makanan untuk hidup.

Saling ketergantungan antarspesies yang berbeda jenis juga terjadi dalam peristiwa makan dan dimakan. Peristiwa makan dan dimakan menimbulkan perpindahan materi dan energi. Hal ini akan membentuk jaring-jaring kehidupan yang terdiri dari: rantai makanan, jaring-jaring makanan dan piramida makanan.

Selain interaksi tersebut, komponen biotik juga membentuk beberapa jenis hubungan antar makhluk hidup antara lain:

  • Hubungan netral

Hubungan netral adalah relasi yang tidak saling memengaruhi. Netralisme terjadi apabila jenisnya berbeda. Namun, sejatinya hubungan yang benar-benar netral tidak ada. Sebab, setiap organisme memerlukan komponen abiotik (udara, ruangan, air dan cahaya) yang sama, sehingga timbul persaingan.

  • Hubungan simbiosis

Hubungan simbiosis adalah hubungan saling memengaruhi antara dua organisme. Hubungan simbisos ada tiga jenis yakni simbiosis mutualisme (saling menguntungkan), simbiosis komensalisme (satu diuntungkan dan yang lain tidak dirugikan) dan simbiosis paratisisme (ada satu pihak yang dirugikan).

  • Hubungan kompetisi

Hubungan kompetisi dapat terjadi dalam suatu ekosistem terdapat ketidakseimbangan, misalnya kekurangan air, makanan, pasangan kawin dan ruang. Kompetisi dapat terjadi antara individu-individu dalam suatu spesies maupun individu-individu yang berbeda spesies.

Contoh relasi kompetisi adalah antara banteng dan rusa yang menempati padang rumput yang sama. Adapun contoh kompetisi dalam satu jenis adalah persaingan antara pejantan kumbang badak memperebutkan betina saat musim kawan.

  • Hubungan predasi

Hubungan predasi adalah hubungan antara organisme yang memangsa dan organisme yang dimangsa. Sebagai contoh, hubungan antara rusa dengan singa. Meskipun tampaknya kejam, hubungan predasi diperlukan untuk mengendalikan jumlah populasi mangsa. Sebagaimana diketahui, rusa dapat berkembangbiak secara pesat dan bila tidak dimakan dapat mengganggu sumber makanannya yang terbatas.

Demikianlah hubungan antara komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem. Alam raya ternyata memiliki siklus yang demikian harmonis. Semoga bermanfaat!

*Sumber: Mohammad Nur. 2015. Bencana Merusak Ekosistem. Bekasi. Mitra Utama.

KLIK INI:  Memahami Suksesi Ekologi pada Ekosistem, Pengertian dan Jenisnya