Azza dan Cara Berbagi THR yang Tetap Ramah Lingkungan

Publish by -45 kali dilihat
Penulis: Kartika Puspitasari
Azza dan Cara Berbagi THR yang Tetap Ramah Lingkungan

Klikhijau.com – Hari Raya selalu identik dengan berbagai hal yang menyenangkan, tradisi ini telah begitu melekat di dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Bukan hanya lebaran saja, namun nuansa hangat telah terlihat sejak bulan puasa dimulai.

Beragam kegiatan dan juga sajian akan meramaikan bulan puasa yang suci, dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan lainnya ketika Hari Raya tiba.

Silaturahmi dan juga berbagai panganan khas lebaran akan menjadi sebuah pemandangan wajib yang kita temui setiap kali momen lebaran datang.

Hal ini seolah menjadi sebuah tradisi yang begitu kental dan telah menjadi hal wajib yang kita jalankan secara turun temurun.

Bukan hanya itu saja, setiap wilayah di Indonesia bahkan memiliki agenda dan juga tradisi unik ketika merayakan lebaran. Hal seperti inilah yang membuat banyak orang selalu ingin kembali ke kampung halaman dan menikmati momen tersebut di sana.

KLIK INI:  Mudik dan Kampung yang Dikepung Sampah Plastik

Tradisi yang lainnya, yaitu memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada anak-anak yang datang.

Masyarakat yang memberikan THR ini biasanya orang-orang dewasa yang telah bekerja dan memiliki penghasilan. Pemberian THR menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh anak-anak dengan bahagia.

Sejumlah uang yang akan dibagikan biasanya adalah uang yang masih dalam kondisi baru, sehingga akan ada banyak orang yang menukarkan uang mereka dengan sejumlah uang baru di bank atau di tempat-tempat penukaran uang lainnya.

Terlebih pada akhir tahun lalu, pemerintah baru saja memperkenalkan uang rupiah dengan emisi baru.

Banyak orang membeli amplop kertas bergambar lucu dan menarik untuk di isikan uang THR di amplop tersebut. Melihat banyaknya sampah kertas yang berasal dari amplop lebaran, membuat Nur Rahmaningtyas yang akrab disapa Azza berfikir untuk mengurangi sampah kertas tersebut dengan membuat amplop lebaran yang ramah lingkungan dan tak hanya digunakan sekali pakai.

KLIK INI:  Lebaran Kali Ini Lebih ‘Hijau’, Bisakah?

Kalau biasanya amplop lebaran berbahan kertas dan menggunakan gambar cetakan, maka kali ini ia memilih untuk membuat amplop lebaran dengan berbahan dasar dari kain kanvas atau blacu.

“Saya pribadi berkeinginan mengurangi sampah kertas, selama ini kan amplop itu pasti pakai kertas dan itu sekali pakai. Apalagi anak-anak itu pasti langsung sobek amplopnya, uangnya masuk kantong. Kecuali kalau amplop itu gede, lucu mungkin masih disimpan sama mereka. Akhirnya saya berpikir untuk membuat pouch lebaran dari kain kanvas atau blacu ini yang bisa digunakan gak hanya sekali tetapi berkali-kali yang bisa dijadikan tempat headset, lipstik dan lain-lain,” ungkapnya.

Kain kanvas atau blacu ini dijahit berbentuk pouch lalu dilakukan melalui dua proses, yaitu doodling karakter atau handlettering sesuai permintaan pelanggan.

Biasanya pouch lebaran ini digambar menggunakan spidol khusus yang tidak bisa luntur saat di cuci. Azza mengakui bahwa pouch lebaran miliknya ini sangat diminati banyak orang dan dari semua kalangan tidak hanya anak remaja wanita dan ibu-ibu, tetapi dari kalangan pria pun juga pernah memesan.

KLIK INI:  Saat Mudik, Anda Bisa Berkendara dengan Ramah Lingkungan, Ini Caranya!

Pemesanan yang ia terima tak hanya di kota Surabaya saja tetapi sudah sampai diluar kota Surabaya. Untuk yang pesan sekarang, sudah hampir seluruh pulau jawa dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat sudah pernah, katanya.

Selain banyak peminatnya, pouch lebaran miliknya ini memiliki keunggulan di mana bisa mengikuti permintaan customer dari ukuran pouch, warna pouch, hingga desain pouch. Harga dari pouch lebaran ini berkisar Rp.108.000/lusin tergantung ukuran.

Untuk penjualan Azza masih melakukan promosi di aku Instagram @custompouch_id dan menerima pesanan via WhatsApp.

Wanita berusia 27 tahun ini sudah mendirikan usaha custom pouch ini dari tahun 2015, tidak hanya melakukan sendiri dalam usahanya terdapat tim yang terdiri dari 3 orang di dalamnya.

KLIK INI:  Apakah Masjid di Sekitar Rumah Anda, Ramah Lingkungan?
Editor: Anis Kurniawan
Sumber: Actasurya dan berbagai sumber

KLIK Pilihan!