Apa Dampak Sosial yang Ditimbulkan dari Sampah?

oleh -67 kali dilihat
Apa Dampak Sosial yang Ditimbulkan dari Sampah?
Ilustrasi sampah plastik - Foto/Kakuko - Pixabay
Nurul Fayza Rahman

Klikhijau.com – Produksi sampah dari tahun ke tahun semakin meningkat dan semakin tidak dapat dikendalikan. Hal ini disebabkan karena setiap hari, ada berjuta-juta plastik dan kemasan yang digunakan oleh manusia dan langsung dibuang begitu saja di lingkungan sekitar, khususnya habitat hewan.

Seringkali kita menemukan tumpukan sampah di tempat wisata alam yang sering dikunjungi manusia. Pantai yang dulunya menjadi tempat rekreasi sekarang menjadi tidak elok dipandang disebabkan oleh sampah dari pengunjung yang langsung dibuang ke laut.

Gunung yang masih sering ditemui banyak sampah akibat jejak dari pendaki-pendaki. Semua hal itu tidak hanya berdampak pada rusaknya habitat hewan akan tetapi juga pada kondisi kesehatan manusia, aspek kesejahteraan sosial, dan bahkan dapat memberi dampak pada aspek psikologis.

Untuk itu sangat diperlukan proses penggunaan yang terkendali, pemilahan dan pengelolaan sampah yang lebih baik lagi.

Meskipun saat ini sudah banyak cara-cara yang dapat dilakukan untuk mencegah meletusnya lonjakan sampah tiap tahunnya, hal tersebut masih belum bisa menghindari secara langsung berbagai dampak yang ditimbulkan, perlu konsistensi dan penerapan yang merata pada semua manusia di berbagai belahan bumi. Karena dengan hanya berkolaborasi yang baik akan memberikan dampak yang signifikan.

KLIK INI:  Hari Ini, DKI Jakarta Resmi Larang Kantong Plastik, Ini 7 Fakta di Baliknya!

Salah satu kendala yang menjadi hambatan banyak orang dalam mengelola sampah dengan baik ialah proses yang tidak instan. Di zaman sekarang ini tentunya semua orang lebih menyukai cara-cara yang lebih praktis dan tidak memakan waktu yang lama. Sehingga ketimbang memilah sampah, seringkali sampah tersebut langsung dikumpulkan dan dibakar begitu saja.

Pada beberapa sampah, khususnya plastik, terdapat zat yang berbahaya jika diolah dengan dibakar. Asap dari sampah tersebut akan menjadi polusi dan meracuni udara. Tidak hanya itu, orang-orang yang berada di sekitar pembakaran sampah dapat mempengaruhi kesehatan.

Terlebih jika pembakaran sampah dilakukan di pinggir jalan raya, hal ini dapat menganggu penglihatan pengendara yang lewat.

Jika proses pengolahan sampah yang buruk dapat merugikan orang-orang sekitar yang hanya lewat, lantas bagaimana dengan orang-orang yang tinggal di kawasan atau lingkungan yang banyak sampah?

Seperti yang kita ketahui, terdapat Tempat Pembuangan Sampah Akhir yang menjadi titik terakhir dari perjalanan sampah baik itu dari domestik ataupun industri. Di lokasi ini juga terdapat warga yang tinggal di dekatnya. Tentunya berbagai dampak buruk dari sampah lebih dirasakan oleh orang-orang yang tinggal di sekitar Tempat Pembuangan Akhir.

Berbicara mengenai dampak dari sampah, ada beberapa dampak dari segi aspek-aspek yang perlu untuk diketahui, di antaranya sebagai berikut:

KLIK INI:  Menularkan Spirit Hijau Melalui Pesan Lingkungan yang Menggugah
  1. Kesehatan

Sampah yang dibuang di sembarangan tempat, apalagi jika dibuang ke selokan yang alirannya melewati rumah-rumah warga akan mengundang berbagai penyakit. Tidak dapat dipungkiri bahwa sampah-sampah yang tidak diolah tersebut akan menjadi penyakit. Sampah yang dibuang di sembarang tempat juga dapat menyebabkan sanitasi air jadi kurang bersih. Sanitasi air sangat penting untuk dijaga kualitasnya, jika tercemari oleh sampah hal tersebut dapat merusak kesehatan.

  1. Kesejahteraan

Meskipun sampah merupakan sesuatu yang dibuang dan tidak digunakan lagi, terdapat beberapa orang yang menjadikan sampah sebagai mata pencaharian. Dengan mengumpulkan sampah tersebut dapat dijual ke tempat pendauran ulang. Akan tetapi nilai tukar dari sampah yang dijual sangat sedikit sehingga sampah yang menjadi sumber mata pencaharian ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sehingga masyarakat yang mengumpulkan sampah kurang sejahtera.

  1. Kesenjangan

Sampah juga bisa menimbulkan kesenjangan sosial. Dari poin yang di atas, kita ketahui bahwa penghasilan yang didapatkan dari mengumpul sampah tidak cukup untuk kesejahteraan hidup, sehingga terdapat perbedaan yang sangat jelas antara kelas sosial tersebut.

  1. Kondisi Psikis

Sampah menimbulkan bau yang tidak mengenakkan. Apabila berada di lingkungan yang penuh dengan sampah, tentu hal ini akan mempengaruhi kondisi emosional seseorang, terlebih jika tidak terbiasa dengan situasi tersebut. Sampah dapat menurunkan kreativitas orang karena baunya yang tidak enak dapat menghambat konsentrasi dan fokus orang-orang yang berada dekat sampah. Selain itu juga terdapat korelasi antara kesenjangan dan kondisi psikis, dimana seseorang yang berada di kelas bawah dan dekat dengan sampah akan merasa tidak berdaya dan putus asa jika membandingkan kehidupan dengan orang-orang yang tinggal di kawasan bersih dari sampah.

  1. Ketidakpedulian

Sampah yang dibuang di sembarangan tempat, diolah dengan cara yang tidak benar dan dapat merugikan lingkungan dan orang lain ialah disebabkan karena adanya sifat ketidakpedulian. Kurangnya kesadaran akan dampak siklus dari sampah menjadikan beberapa orang hanya acuh tak acuh. Padahal dampak tersebut dapat kembali kepada orang-orang tersebut tanpa mereka sadari. Jika dibiarkan tanpa ada suatu tindakan, sikap ketidakpedulian ini akan berlanjut di berbagai aspek kehidupan selain dari sampah.

KLIK INI:  Mengintip Aturan dan Cara Membuang Sampah di Jepang