Apa Arti dari Kode Segitiga di Bagian Bawah Kemasan Plastik?

oleh -148 kali dilihat
Apa Arti dari Kode Segitiga di Bagian Bawah Kemasan Platik
Ilustrasi plastik - Foto/Pixabay

Klikhijau.com – Tahukah Anda bahwa tidak semua bahan plastik aman untuk dipakai. Terlebih bila digunakan untuk kemasan makanan atau minuman yang secara langsung akan dikonsumsi.

Tak banyak yang tahu bahwa cara mengidentifikasi kemasan plastik apakah aman atau tidak, bisa dilihat pada bagian bawah kemasannya. Yah, pada bagian bawah ini biasanya terdapat kode atau logo khusus berupa segitiga dan angka-angka.

Sahabat Hijau, angka dan gambar-gambar tersebut bukanlah nomor seri produksi plastik tersebut, tetapi memiliki arti khusus. Kode-kode ini akan menuntun kita mengenali daya tahan dan keamanan kemasan plastik.

Jadi, pastikan Anda mengecek kode di bawah kemasan plastik yah. Adapun gambar dan kode segitiga yang kerap tertera di balik kemasan plastik dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

plastik

KLIK INI:  Polusi Plastik, Ancaman Serius bagi Peradaban Manusia
Memahami Arti Kode di Bawah Kemasan Plastik

Jadi, pada logo segitiga di bawah kemasan plastik juga tertera kode angka 1–7 dan kode huruf segitiga antara lain:

  • PET atau PETE
  • HDPE
  • PVC atau V
  • LDPE
  • PP
  • PS
  • OTHER

Kode-kode tersebut berkaitan dengan bahan baku dari kemasan plastik yang dipergunakan. Inilah makna atau arti dari masing-masing kode huruf tersebut:

Kode 1 dengan PET atau PETE (polyethylene terephthalate)

Kemasan plastik dengan kode ini diproduksi dari bahan polyethylene terephthalate. Ciri khususnya antara lain berwarna jernih atau bening, permukaannya halus, tidak mudah rusak atau pecah, dan cukup tahan suhu panas.

Bahan ini sanggup menghalau oksigen, air, dan karbon dioksida keluar atau masuk ke dalam kemasan. Karenanya, bahan ini amatlah cocok digunakan untuk kemasan minuman bersoda, air mineral, saus dan lainnya.

Pendeknya, botol plastik berlabel PETE aman digunakan. Meski demikian, penggunaannya sebatas sekali pakai (single use). Penggunaan secara berulang bakal berdampak pada kesehatan, pasalnya bahan ini dapat larut dalam minuman.

Jika saja sampai larut dalam minuman, bahan tersebut berpotensi memicu munculnya racun DEHA yang menjadi pemicu ragam penyakit, mulai dari masalah reproduksi, gangguan hormon, dan kanker.

KLIK INI:  Coca-Cola Amatil Indonesia Bangun Fasilitas Daur Ulang Botol Plastik
Kode 2 dengan HDPE atau PE-HD (high-density polyethylene)

Kode ini berarti bahwa kemasan plastik memakai jenis high-density polyethylene. HDPE punya daya ketahanan kimia yang baik, sehingga banyak dipakai sebagai bahan pembuatan botol plastik untuk minuman, sampo, detergen, oli motor, cairan pemutih, dan galon air minum isi ulang.

Kode 3 dengan PVC atau V (polyvinyl chloride)

Bahan PVC ada yang fleksibel dan kaku. PVC yang bersifat fleksibel umumnya dipakai untuk plastik penampung sampah medis, pembungkus daging, dan plastik penutup wadah makanan. Sementara, PVC yang kaku kerap dipakai untuk bahan bangunan semisal pipa.

Karena zatnya yang beracun, penggunaan PVC dilarang keras dimanfaatkan sebagai bahan baku kemasan plastik untuk makanan dan minuman. PVC diketahui mengandung klorin sangat tinggi. Tak hanya itu, zat aditif pada PVC dapat meleleh dan berpotensi membuat manusia terpapar zat beracun, semisal timbal dan timah.

KLIK INI:  Gakkum KLHK Tangkap Penjual Kulit dan Tulang Harimau Sumatera
Kode 4 dengan LDPE atau PE-LD (low-density polyethylene)

Plastik jenis ini relatif fleksibel, fleksibel dan transparan warnanya. Umumnya, LDPE dipakai untuk kantong plastik belanja, kantong sampah, tutup minuman, pelapis dan mainan anak.

Kode 5 dengan PP (polypropylene)

Jenis bahan plastik ini tahan terhadap suhu tinggi dan sering dipakai untuk tempat menyimpan makanan, botol minum, botol minuman bayi, tempat margarin, bungkus makanan, botol obat, saus, dan sirop. Jenis ini tergolong aman untuk digunakan sebagai tempat makanan dan minuman.

Kode 6 dengan PS (polystyrene)

Kemasan plastik berbahan polystyrene ini merupakan salah satu bahan yang aman digunakan sebagai bahan pembuatan cangkir, piring, mangkuk, sendok, garpu, kontainer plastik, botol, styrofoam, dan plastic sekali pakai lainnya.

Kode 7 dengan OTHER atau O

Nah untuk kode satu ini: OTHER berarti tempat minum tersebut tidak terbuat dari enam bahan di atas. Setidaknya, terdapat empat jenis plastik dalam kategori ini, yaitu styrene acrylonitrile (SAN), acrylonitrile butadiene styrene (ABS), polycarbonate (PC), dan nilon.

KLIK INI:  Mengenal Antosianin dan Fungsinya terhadap Tumbuhan dan Kesehatan

Menurut Kementerian Kesehatan RI, SAN dan ABS boleh digunakan untuk kemasan makanan dan minuman.

Sementara itu, PC dilarang keras penggunaannya sebab setelah dilakukan tes pada hewan, senyawa PC mengandung bishenol A atau BPA, yang jika sering terpapar dalam jumlah tinggi diduga. Kandungan ini dapay memicu ragam risiko kesehatan, seperti:

  • Kelainan genetik
  • kanker
  • Penyakit metabolik termasuk obesitas dan diabetes
  • Penurunan usia harapan hidup
  • Gangguan pertumbuhan badan

Informasi lainnya, pengguaan produk ber-BPA selama masa kehamilan diketahui dapat terdeteksi dalam darah dan ASI, sehingga berbahaya bagi kesehatan bayi.

Sahabat Hijau, ada baiknya Anda benar-benar mengenali kode-kode ini pada saat konsumsi makanan dan minuman kemasan plastik. Ini penting agar dampak plastik kemasan tidak berisiko bagi kesehatan.

Semoga bermanfaat!

*Sumber: Alodokter.com dan lainnya

KLIK INI:  Apakah Air Hujan Aman Dikonsumsi Meski Sudah Dimasak?