Angsana, Pohon Berbunga Indah dan Penyuka Hutan Hujan Tropis yang Mulai Langka

oleh -28 kali dilihat
Angsana, Pohon Berbunga Indah dan Penyuka Hutan Hujan Tropis yang Mulai Langka
Pohon angsana-foto/Ist

Klikhijau.com – Namanya angsana. Itu jika di Indonesia. Namun, negara lain namanya berbeda-beda, misalnya di Malaysia namanya Sena, di Filipina ia dipanggil dengan narra, dan pradoo adalah nama yang disematkan oleh Thailand kepadanya.

Ia adalah sejenis pohon penghasil kayu dengan kualitas tinggi. Pohon ini berasal dari suku Fabaceae. Di Indonesia selain angsana, ia juga dikenla dengan nama sonokembang.

Angsana memiliki daya tarik tersendiri. Bukan hanya terletak pada pemanfaatan kayunya. Namun juga karena ia memiliki bunga yang sangat indah.

Bunganya berwarna kuning cerah. Di Indonesia angsana dapat dikategorikan sebagai salah satu pohon berbunga indah.

KLIK INI:  Hanya Ada di Sulawesi, Nasib Pohon Kalapi Semakin Memprihatinkan

Pohon bernama ilmiah Pterocarpus indicus tergolong pohon besar. Tingginya bisa mencapai 30 hingga 40 meter dengan diameter batang mencapai hingga dari 3,5 meter.

Saat ini, angsana telah banyak dibudiyakan. Padahal sebelumnya ia  tumbuh dan tersebar secara alami di daerah sekitar pantai dan di hutan alam campuran.

Jika kamu mencari tanaman atau pohon yang dapat tumbuh pada semua kondisi lahan, maka pilihan tepat akan jatuh pada pohon ini.

Namun, jika ingin melihatnya tumbuh dengan baik, maka ia harus ditanam hingga  ketinggian 500 mdpl. Ia menyukai tanah liat berpasir, dalam, dan gembur atau tanah berbatu-batu.

KLIK INI:  Hewan Ini Hanya Menyentuh Tanah Ketika Ingin Buang Kotoran
Berumah dua

Angsana adalah jenis pohon deciduous atau berumah dua. Kayu dari pohon ini dapat mengeluarkan eksudat merah gelap yang disebut dengan kino  atau darah naga.

Jika kamu penasarannya dengan ciri-cirinya daunnya, kamu bisa mendeteksinya, yakni daunnya majemuk dengan 5 sampai 11 anak daun—daunnya juga berbulu.

Sementara untuk bunganya, memiliki panjang 6 sampai 13 cm  pada ujungnya. Pohon ini memiliki bunga dengankelamin ganda. Warnanya kuning cerah dan aromanya harum

Angsana memiliki batang berbonggol, berbanir, bertajuk, dan berular. Tajuknya lebat. Bentuknya menyerupai kubah dengan cabang-cabang yang merunduk ke tanah.

Pada pepagan atau kulit kayunya memiliki warna abu-abu kecoklatan. Pepagannya memecah menyerupai sisik halus. Saat terluka akan mengeluarkan getah bening berwarna kemerahan.

Pohon dari ordo Fabales ini tersebar mulai dari Burma bagian selatan, Kepulauan Nusantara, China Selatan, Kepulauan Solomon, dan Kepulauan Ryuku.

KLIK INI:  Air Mata Buaya Nyata Adanya, Bukan Hanya Kiasan, Ini Penjelasannya

Angsana merupakan genus dari Pterocarpus. Pohon ini menyukai hutan hujan tropis. Di Jawa tanaman ini dapat ditemukan, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ia bisa  ditemukan di hutan-hutan dengan ketinggian sampai 500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sementara itu, di Kalimantan, ia tumbuh liar di rawa-rawa pantai dan sepanjang sungai aliran pasang surut.

Pemanfaatan pohon angsana

Pohon ini adalah satu satu solusi untuk  mengurangi pencemaran udara dan mengakumulasi logam berat seperti Pb.

Oleh karena itu, ia merupakan pula salah satu pohon peneduh jalan. Di Kota Tangerang, menurut Siti Nihayatul Inayah dkk (2010). Angsana banyak menghiasi jalan- jalan utama Kota Tangerang.

Selain dijadikan sebagai peneduh jalan, kayu dari pohon ini juga bisa dimanfaatkan untuk untuk bangunan. Kayunya  kuat, awet, dan tahan terhadap cuaca.

Kayunya juga memiliki warna dan motif serat yang  indah— kemerah-merahan. Di samping itu, harga kayu dari pohon ini juga  sangat mahal.

KLIK INI:  Kukang, Si Mungil Manja dan 5 Fakta Unik Tentangnya

Sayangnya, meski diliputi banyak manfaat, pohon ini sudah mulai  langka. Ia sedang berada dalam status: Vulnerable/Rentan (IUCN Redlist).

Klasifikasi Taksonomi
  • Kingdom        : Plantae
  • Divisi              : Magnoliophyta
  • Kelas              : Magnoliopsida
  • Ordo               : Fabales
  • Famili             : Fabaceae
  • Genus            : Pterocarpus
  • Spesies          : Pterocarpus indicus Willd. (1802)

Oya, sahabat hijau jika ingin menikmat bunga tanaman yang mengandung beragam senyawa ini, di antaranya senyawa fenol, terpen, flavon,  tannin isoflavon, tannin, dan lignan ini. Kamu bisa menikmatinya di sekitar bulan Februari hingga bulan Mei. Karena di bulan tersebut akan menjadi musim bunga baginya.

KLIK INI:  Memilukan, Penyu Terkecil di Dunia Terancam Punah