Aktivis Difabel: Kita Membutuhkan Berita-Berita Positif tentang Covid-19

Publish by -69 kali dilihat
Penulis: Anis Kurniawan
Aktivis Difabel: Kita Membutuhkan Berita-Berita Positif tentang Covid-19
Mukhanif Yasin Yusuf, aktivis difabel-Foto/the jakarta post

Klikhijau.com – Aktivis difabel yang juga founder Difapedia, Mukhanif Yasin yusuf, menegaskan pentingnya berita-berita positif di tengah massifnya penyebaran virus corona (Covid-19). Hal itu ditekankan Mukhanif di tengah massifnya pemberitaan media yang justru menambah kecemasan publik.

“Media perlu perbanyak berita positif tentang kesembuhan pasien corona. Semisal pencegahan dan keberhasilannya. Ini sangat penting untuk melihat dari sisi psikologis yakni memberikan sugesti yang baik,” kata Mukhanif kepada Klikhijau, Jumat 27 Maret 2020.

Mukhanif juga berharap agar krisis ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk anak muda dalam memenej generasi tua dan juga pola pikir lama. Kepatuhan sosial saat ini kata Mukhanif sangat diperlukan demi keselamatan bersama.

“Misalnya, yang diminta nggak mudik dari zona merah tapi malah mudik,” kata Mukhanif mencontohkan.

Alumni UGM ini juga berharap agar pemerintah memberi perhatian khusus pada kelompok sosial yang rentan, termasuk para difabel.

“Dari sisi difabel, ini tantangannya yang cukup berat mengingat difabel adalah kelompok rentan. Untuk itulah, anak-anak muda dituntut untuk berkontribusi lewat kreativitas masing-masing. Misalnya, dengan melakukan edukasi  dengan pembentukan tim gugus Covid-19 untuk disabilitas dan lansia,” katanya.

KLIK INI:  Diskusi Bersama, P3E Suma dan ICMI Ungkap Kata Al Quran Tentang Lingkungan
Membangkitkan optimisme publik

Sejauh ini, Mukhanif aktif mengedukasi para difabel melalui media yang didirikannya difapedia.com. Melalui media tersebut, informasi-informasi penting ia sebarkan dan dapat diakses secara luas.

Menurutnya, peran media digital saat ini sangat penting untuk melayani kebutuhan masyarakat. “Sekali lagi, tentu dengan informasi-informasi yang dapat membangun optimisme dalam masyarakat kita,” tuturnya.

Mukhanif menambahkan, membangkitkan optimisme publik agar tidak cemas itu penting agar situasi publik dapat terkendali.

Di samping itu, ia berharap pemerintah mengoptimalkan layanan kesehatan, misalnya Alat Perlindungan Diri (APD) bagi tenaga medis dan kepastian SDM tenaga medis mencukupi.

Kedua, kata Mukhanif, upaya pencegahan harus terus diupayakan secara sistemik dan transparan.

“Sebagai contoh, kebijakan Sri Sultan Hamengkubuwono di Yogyakarta yang memberikan kewajiban isolasi bagi para pemudik dari zona merah harusnya bisa ditiru daerah lainnya. Ini penting agar masyarakat tidak panik dan was-was,” jelas aktivis difabel yang ramah ini.

KLIK INI:  Kolaborasi dengan Kemendikbud, Anak Muda NTB Ciptakan Aplikasi Mitigasi Bencana
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!