Aksi Unik Selamatkan Bumi dengan Cabut Paku di Pohon

oleh -54 kali dilihat
Aksi Unik Selamatkan Bumi dengan Cabut Paku di Pohon
Aksi cabut paku dari pohon, komunitas peduli lingkungan di Makassar beberapa waktu lalu - Foto/EartHour
Azwar Radhif

Klikhijau.com – Hari pohon sedunia yang berlangsung pada 24 Maret lalu dirayakan oleh banyak pihak dengan berbagai cara. Di Makassar sendiri, sekelompok pemuda melakukan aksi unik dengan mencabut paku yang tertancap di pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian pepohonan di kota Makassar.

Puluhan pemuda yang tergabung dalam gerakan Earth Hour Makassar ini berkeliling sepanjang ruas jalan Sam Ratulangi – Jenderal Sudirman, mencabuti paku yang tertancap di pohon yang dulunya digunakan sebagai penyangga baliho dan papan reklame.

Hal ini dilakukan sebagai upaya menyelamatkan kelestarian pohon dari ancaman kerusakan akibat tancapan paku di batang pohon. Paku-paku yang tertancap di pohon ini dianggap dapat merusak bahkan mematikan kehidupan pohon.

Terlebih untuk jenis paku yang berkarat, karatan paku dianggap dapat merusak keseimbangan pohon. Hal ini tentu membahayakan bagi pengendara maupun pejalan kaki yang melewati ruas jalan, ancaman pohon tumbang membawa malapetaka bagi mereka.

Menurut Earth hour Makassar, Aksi mereka sebagai bentuk penyelamatan terhadap kehidupan, bukan hanya semata untuk pohon tapi juga bagi manusianya.

Risa Aulia, seorang penggerak di Earth Hour Makasssar menjelaskan, “Kami mencabuti paku yang tertancap di pohon-pohon yang biasanya digunakan untuk pemasangan papan informasii.

KLIK INI:  Mendebarkan, Indonesia Terancam Kekeringan karena Kemarau Panjang?

Paku yang tertancap di pohon itu bisa berkarat, karatnya itu bisa menjadi toxic bagi pohon tersebut. Di pemberitaan, kita bisa temukan kasus pohon yang rusak karena keberadaan paku tersebut dan melemahkan fungsinya,” jelasnya.

Aktivitas tree spiking atau menancapkan material paku dan sejenisnya ke batang pohon dianggap dapat membawa dampak buruk bagi pohon, salah satunya pohon akan mudah terkena infeksi penyakit seperti jamur dan bakteri yang dapat melemahkan kekuatan pohon.

Akibatnya, batang pohon menjadi lebih mudah tumbang dan rusak. Hal ini akan membahayakan, terlebih jika memasuki musim penghujan atau ketika ditempa angin kencang.

Untuk itu, Earthhour berpesar agar kedepannya aktivitas memasang paku di pohon ini tak lagi dilakukan untuk kepentingan apapun. Sebab, ada banyak cara untuk beriklan dan berkampanye selain menancapkan paku dan kayu pada batang pohon.

“Kami berharap kedepannya tidak ada lagi pemasangan-pemasangan informasi yang merugikan bumi karena kan sekarang jamannya sosial media, bisa melalui itu, atau dengan cara lain yang tidak perlu pakai paku,” harap sekretaris Earth hour Makassar 2021 ini.

Kegiatan ini mewarnai sepekan gerakan dari Earth Hour Makassar. Selama seminggu terakhir, komunitas lingkungan Earthhour Makassar telah melakukan berbagai kampanye sebagai bentuk penyadaran kepada publik akan bahaya kerusakan lingkungan.

Rencananya, kegiatan puncak dari rentetan kampanye ini dilakukan dengan memadamkan lampu di rumah-rumah pada 27 Maret 2021 pada pukul 20.30-21.30 , atau selama satu jam sebagai bentuk penghematan pemakaian energi listrik.

KLIK INI:  Penanganan Karhutla di Provinsi Kalbar Dibahas Hingga ke Eropa