Adipura Bergerak ke Selatan, Menuju Bulukumba

Publish by -92 kali dilihat
Penulis: Irhyl R Makkatutu
Adipura Bergerak ke Selatan, Menuju Bulukumba
Pemkab Bulukumba memperlihatkan Piala Adipura yang berhasil diraih tahun ini/foto-istimewa

Bulukumba, Klikhijau.com – Piala Adipura itu diangkat oleh Bupati Bulukumba AM. Sukri sappewali dengan senyum semringah. PialaAdipura adalah penghargaan yang prestisius dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia kepada kebupaten kota dalam hal kebersihan dan pengelolaan lingkungan.

Piala Adipura merupakan dambaan seluruh kabupaten kota di Indonesa. Adipura bukan sekadar piala penghargaan perihal kebersihan, tapi sebagai bukti adanya kerjasama pemerintah daerah dengan masyarakat.

Tahun ini Piala Adipura kembali bergerak ke selatan, menuju Kabupaten Bulukumba. Piala tersebut tidaklah terlalu asing bagi warga Bulukumba, sebab pada tahun 2012 Bulukumba pernah meraihnya.

Dan Tahun ini  pemerintah dan masyarakat Bulukumba berhasil membawa kembali piala tersebut ke dekapan Butta Panrita Lopi

Ya, penantian panjang itu berakhir tahun ini, dibalut baju merah bermotif Toraja  Bupati Bulukumba AM. Sukri A. Sappewali menerima langsung Piala Adipura itu dari tangan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat,  Senin, 14 Januari 2019.

KLIK INI:  Selamat Buat Penerima Adipura, Ini Daftar Lengkapnya

Usai menerima piala tersebut AM. Sukri A .Sappewali mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bulukumba atas kerjasamanya sehingga Piala Adipura berhasil direbut kembali.

Ia menganggap bahwa keberhasilan Bulukumba meraih adipura tidak terlepas dari partisipasi masyarakat yang bekerjasama dengan pemerintah.

“Piala Adipura ini merupakan persembahan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk teman teman jurnalis, sehingga Adipura ini bersemayam kembali di Butta Panrita lopi Bulukumba,” katanya.

Meraih Adipura tentu butuh kerja keras, tapi  Andi Sukri tidak ingin terlena dengan keberhasilan itu.

Ia tidak ingin merasa puas. Karenanya, ia mengajak masyarakat Bulukumba untuk tetap mempertahankan kebiasaan hidup bersih, sehingga bisa terwujud Bulukumba yang bersih, sehat, dan nyaman.

Ia menerangkan bahwa komitmen Pemkab Bulukumba adalah menjaga lingkungan agar tetap bersih dan mendapat apresiasi dari KLHK.

“Saya mengajak masyarakat Bulukumba bersama sama memelihara kebersihan dan terus menciptakan inovasi-inovasi dalam pengelolaan sampah,” ajaknya

Ke depan pemerintah bersama masyarakat ingin mewujudkan Bulukumba yang bersih, sehat, dan tidak memproduksi sampah berlebihan.

“Mari kita membiasakan untuk hidup bersih dan sehat dengan meminimalisir sampah plastik, misalnya dengan menggunakan tumbler,” ajaknya lagi.

KLIK INI:  Australia, Padamkan Karhutla Tanpa Gunakan Air Lagi
Bulukumba dan Tumbler

Hari Jumat pagi, tanggal 11 Januari 2019 empat hari sebelum piala adipura kembali ke pangkuan Bulukumba.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLKH) Bulukumba meluncurkan gerakan Bulukumba Membawa Tumbler atau botol air minum, yang diharapkan mampu mengurangi penggunaan botol maupun gelas air mineral yang berbahan plastik.

Program tersebut ini telah diluncurkan oleh Wakil Bupati Bulukumba, Tommy Satria Yulianto, pada hari Jumat pagi itu di halaman DLHK Bulukumba, Jl Dahlia, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu.

“Gerakan penggunaan tumbler adalah bagian dari upaya menjamin pengelolaan sampah dengan baik dan berwawasan lingkungan,” ungkap Misbawati A. Wawo, Kepala DLHK Bulukumba ini

Misbawati menambahkan bahwa pihak DLHK sudah memiliki kebijakan dan strategi Kabupaten Bulukumba dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis (Jakstrada).

“Jakstrada ini merupakan kebijakan pro lingkungan dalam rangka mengatasi dan mengurangi permasalahan sampah terutama masalah sampah plastik yang semakin hari semakin banyak,”  tutupnya.

Dengan adanya gerakan tersebut, tentu patut dinantikan Bulukumba tanpa plastik, sehingga Piala Adipura tidak hanya kembali ke Bulukumba, tapi menetap di kabupaten sebelah selatan kota Makassar itu—yang berjuluk Butta Panrita Lopi.

KLIK INI:  Tantangan Berat Bagi Indonesia, Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Tidak Berkelanjutan
Editor: Irhyl R Makkatutu

KLIK Pilihan!