8 Isu Utama Permasalahan pada Ekosistem Mangrove di Indonesia

oleh -129 kali dilihat
8 Isu Utama Permasalahan pada Ekosistem Mangrove di Indonesia
Hutan mangrove Tongke-tongke, Sinjai/foto- Idris

Klikhijau.com – Ekosistem mangrove memiliki peran penting secara ekologis maupun secara ekonomi. Pelestarian ekosistem mangrove telah dijadikan sebagai bagian dari upaya mitigasi gas rumah kaca.

Oleh sebab itu, pemerintah saat ini sedang mendorong upaya penguatan kebijakan pengelolaan mangrove secara berkelanjutan. Hal ini penting demi menjaga kawasan pesisir dari bencana ekologi sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat di pesisir.

Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang panjang, Indonesia memiliki luas kawasan mangrove yang sangat luas. Luas ekosistem mangrove secara nasional berdasarkan data Pusjakstra KLHK tahun 2022 adalah sekira 3.364.080 hektare atau setara dengan 20 persen-an dari total luasan mangrove dunia.

Meski terbilang luas, ancaman kerusakan ekosistem mangrove di Indonesia cukup masif. Kepala Pusjakstra KLHK, Ir Thomas Nifinluri, M.Sc., dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang digelas Pusjakstra KLHK di Makassar (15/6) mengungkap setidaknya ada 8 isu utama permasalahan ekosistem mangrove di Indonesia.

KLIK INI:  Bagaimana Ekosistem Mangrove Berperan Mengatasi Perubahan Iklim?
  • Konversi lahan

Konversi lahan mangrove paling besar adalah pertambakan. Di beberapa wilayah di Indonesia, tidak sedikit kawasan mangrove yang dikonversi menjadi tambak. Hal ini memicu bertambahnya ancaman kerusakan kawasan mangrove.

Selain tambak, konversi lahan mangrove lainnya adalah bangunan fisik.

  • Pencemaran limbah domestik dan limbah berbahaya lainnya

Pencemaran limbah domestik terutama sampah plastik dan sampah rumah tangga lainnya seolah menjadi pemandangan klasik di pesisir. Tidak saja merusak pemandangan, limbah domestik ini juga dapat merusak pelestarian mangrove.

Selain sampah dan limbah rumah tangga, tumpahan minyak di kawasan mangrove kerapkali jadi pemandangan buruk di pesisir.

  • Eksploitasi berlebihan

Tidak bisa dipungkiri, eksploitasi kawasan mangrove juga banyak terjadi untuk kebutuhan pemanfaatan kayunya. Eksploitasi berlebihan ini akan menghambat pelestarian ekosistem mangrove, sebab memerlukan waktu yang lama untuk rehabilitasinya.

KLIK INI:  Makassar Zona Merah Bencana Ekologis
  • Tata ruang wilayah yang belum mengakomodir perlindungan mangrove

Fakta di lapangan, belum semua daerah di Indonesia yang memiliki konsep tata ruang wilayah yang mengakomodir perlindungan ekosistem mangrove. Hal ini tentu memperburuk keberlangsungan ekosistem mangrove ke depannya.

  • Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat

Tingkat kesadaran masyarakat terhadap pelestarian mangrove memang masih terbilang rendah. Literasi mengenai ekologi mangrove perlu terus ditingkatkan agar masyarakat semakin memahami pentingnya eksistensi ekosistem mangrove.

  • Lemahnya penegakan hukum

Massifnya alih fungsi lahan dan pengrusakan ekosistem mangrove belum disertai dengan penegakan hukum yang tegas. Akibatnya, berbagai tindakan pengrusakan tidak cukup dijadikan efek jerah bagi pelaku lainnya.

  • Pengelolaan data base

Pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun di Kabupaten/Kota sejatinya harus memiliki data base kawasan mangrove yang detail. Hal ini penting agar memudahkan dalam perencanaan dan perlindungan kawasan mangrove di daerah.

  • Permasalahan rehabilitasi mangrove

Program rehabilitasi ekosistem mangrove saat ini terbilang gampang-gampang susah. Ada beberapa kendala teknis yang dihadapi di lapangan antara lain ketersediaan bibit, pemilihan jenis, penyakit, hantaman ombak serta konflik lahan.

Oleh sebab itu, dalam mendukung program rehabilitasi mangrove nasional sangat diperlukan aksi kolaborasi multi-pihak, baik masyarakat, swasta dan pemerintah.

KLIK INI:  Pangkas Emisi GRK, Kominfo Kembangkan Infrastruktur Digital Ramah Lingkungan

Manfaat ekosistem mangrove

Ekosistem mangrove memiliki manfaat penting baik secara fisik, ekonomi maupun secara biologi. Adapun manfaat ekosistem mangrove dapat dijabarkan sebagai berikut:

  • Manfaat fisik

Manfaat fisik ekosistem mangrove antara lain:

  • Menahan abrasi laut
  • Menurunkan kandungan CO2 di udara (blue carbon)
  • Menahan badai dan angin yang bermuatan garam
  • Penambat bahan-bahan pencemar (racun) di perairan pantai
  • Manfaat secara biologi

Manfaat ekosistem mangrove secara biologi antara lain:

  • Sebagai tempat hidup biota laut
  • Sebagai sumber makanan bagi spesies yang ada di dalamnya
  • Manfaat secara ekonomi

Manfaat ekosistem mangrove secara ekonomi antara lain:

  • Sebagai kawasan wisata atau eco-wisata
  • Sumber bahan kayu
  • Bahan dasar kosmetik dan obat-obatan
KLIK INI:  Mengintip Upaya Malaysia ‘Menghidupkan’ Kembali Badak Sumatra dari Kematian