7 Kesalahan yang Perlu Dihindari dalam Perawatan Bunga Adenium

oleh -55 kali dilihat
7 Kesalahan yang Perlu Dihindari dalam Perawatan Bunga Adenium
Ilustrasi tanaman adenium - Foto/Pixabay

Klikhijau.com – Adenium, merupakan tanaman hias dengan penampilan sederhana. Di balik kesederhanaannya, adenium sejatinya amat istimewa.

“Bila diperhatikan seksama dan lebih mendalam, adenium itu mirip tanaman bonsai. Daya estetika dari adenium itu ada pada lekukan-lekukan bonggolnya,” kata Suhaeri (36), seorang pegiat Adenium di Makassar.

Menariknya, lanjut Suhaeri, adenium tergolong tanaman yang mudah dirawat dan dibudidayakan. Tanaman ini juga tidak perlu harus disiram secara teratur atau diberi pupuk secara berkala.

Meski demikian, bagi Anda yang pemula merawat atau menanam adenium tetap saja perlu teliti. Salah urus, adenium kesayangan Anda bisa penyakitan bahkan mati.

Dikutip dari buku “Budidaya dan Bisnis Adenium” karya Sunardi dan Maloedyn Sitanggang yang diterbitkan Agromedia 2007, berikut ini 7 kesalahan dalam budidaya adenium yang sebaiknya dihindari.

KLIK INI:  Simak Seksama, Ini 4 Penyebab Tanaman Hias Terserang Penyakit Fisiologis
  • Jangan beri pupuk kimia

Nah, ini yang unik pada adenium Sahabat Hijau. Jadi, tanaman ini tidak menyukai diberi pupuk kimia, khususnya pada tanaman di bawah umur satu bulan. Akibatnya bisa fatal bila diberi pupuk kimia yakni tanaman bisa terbakar, daun menguncup, kering bahkan mati.

  • Jangan beri pupuk berlebihan

Selain tak cocok diberi pupuk kimia, pemberian pupuk kimia berlebihan juga tak disarankan. Hal ini bisa memicu kematian tanaman. Adapun ciri adenium yang kelebihan pupuk kimia antara lain daun mengeriput, kering kemudian rontok.

Efek kerusakan ini tampaknya bisa berlangsung demikian cepat sekira 2 – 3 hari usai pemberian pupuk. Bila telanjur memberi pupuk, segera proteksi dengan cara menyiram air sebanyak mungkin agar pupuk kimia yang ada pada media tanam dapat terlerai.

  • Perhatikan teknik pemberian pupuk cair

Pemberian pupuk cair pada adenium benar-benar perlu hati-hati. Ada baiknya tidak menyiramkan pupuk cair ketika tanaman sedang kehausan atau kepanasan. Situasi seperti ini akan menyebabkan daun atau batang tanaman terbakar.

KLIK INI:  Kaktus dan Sukulen Menjadi Tanaman Hias Favorit, Ini Perbedaan Keduanya!
  • Jangan biarkan kekurangan nutrisi

Meski tidak cocok dengan pupuk kimia, pastikan pemberian nutrisi pada adenium juga diperhatikan. Memilih nutrisi organik cukup pas untuk tanaman ini.

Adapun gejala tanaman yang kekurangan nutrisi antara lain: kekurangan unsur boron (B) ditandai dengan pucuk daun mengerut dan kering, bunga kecil , pucat serta bentuknya tidak sempurna.

Kekurangan unsur tembaga (Cu) menyebabkan pucuk daun tidak membuka, serta bunga kecil, pucat dan bentuk tidak sempurna.

Sedangkan kekurangan seng (Zn) pada tanaman dewasa akan membuat buah tanaman tumbuh secara tidak normal dan polong cenderung membentuk kurva U, menguning dan pecah sebelum mencapai umur matang buah sehingga biji tidak sempurna.

  • Jangan sepelekan bekas plastik pengikat grafting

Nutrisi pada tanaman adenium berpotensi terganggu karena adanya pengikat grafting yang sudah terlalu lama  tidak dilepas dan mencekik cabang atau batang.  Hal ini akan membuat daun dan ranting di atasnya tumbuh tidak seimbang.

Bekas ikatan plastik juga dapat mengakibatkan adanya bentuk  leher di cabang tanaman yang dapat mengurangi keindahan penampilan tanaman. Jadi, pastikan selalu memeriksa bekas pengikat grafting yah!

KLIK INI:  6 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menghias Balkon dengan Tanaman
  • Lakukan repotting dengan tepat

Repotting atau pengangkatan batang sering memicu timbulnya luka-luka kecil pada akar atau bonggol, terlebih bila pemotongan dilakukan pada akar-akar kecil. Luka kecil inilah yang berpotensi menjadi pintu masuk bakteri pembusuk.

Oleh sebab itu, lakukan repotting dengan benar dan di waktu yang tepat. Lakukan repotting di tempat teduh serta tunda penyiraman selama sehari. Pemotongan akar yang bentuknya kurang indah bisa dilakukan setelah tanaman di pot baru sehat kembali yakni 2 – 4 minggu dan dilakukan saat sinar matahari cerah.

Jangan lupa potong akar-akar yang tidak tertutup dengan pisau yang steril dan olesi bekas luka dengan alcohol atau kapur sirih.

  • Pastikan memakai media tanam dengan porous

Pastikan menggunakan media tanam dengan porous agar adenium Anda tumbuh maksimal. Bila media tanam kurang porous akan memicu keadaan basah sehingga membuat tanaman susah bernapas dan rentan akan gangguan penyakit.

Ada 3 hal yang menyebabkan media tanam mengalami kepadatan antara lain: terlalu banyak tersiram air hujan, penggunaan pasir kali yang bertekstur lembut sebagai media campuran atau karena akar yang sudah membesar.

Demikianlah 7 kesalahan dalam perawatan tanaman adenium, semoga bermanfaat!

KLIK INI:  Wajib Diketahui, 7 Tanaman Hias Ini Ternyata Beracun