7 Hewan yang Bikin Geger karena Muncul dalam Jumlah Banyak

oleh -250 kali dilihat
7 Hewan yang Bikin Geger karena Muncul dalam Jumlah Banyak
Serbuan belalang/foto-Ist
Irhyl R Makkatutu
Latest posts by Irhyl R Makkatutu (see all)

Klikhijau.com – Dunia ini diliputi berbagai macam fenomena. Bahkan kedatangan makhluk kecil tak kasat mata, Covid-19 merupakan pula suatu fenomena.

Fenomena dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya hal-hal yang dapat disaksikan pancaindra dan dapat diterangkan secara ilmiah atau sesuatu yang luar biasa; keajaiban.

Kali ini Klikhijau.com akan menyajikan satu fenomena hewan yang muncul dalam jumlah banyak. Kemunculan hewan ke permukaan biasanya diiringi dengan berbagai macam tafsiran oleh masyarakat.

Lalu hewan apa saja yang muncul dan berhasil menggegerkan manusia karena jumlahnya mencapai ribuan. Berikut sajiannya dirangkum dari berbagai sumber:

KLIK INI:  Kurban Asyik, Tanpa Kantong Plastik
  • Teror belalang

Pada bulan Februari lalu, di tengah terjangan pandemi Covid-19, ribuan belalang menyerang Kongo, Afrika.

Tersiar kabar jika teror belalang tersebut dapat memperparah kesedian pangan di wilayah tersebut. Pasalnya ketika belakang semakin bertambah dapat menghancurkan tanaman untuk pasokan pangan.

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengatakan kondisi ini terjadi karena belalang dewasa, yang sebagian terbawa angin, tiba di pantai barat Danau Albert di Kongo timur dekat kota Bunia.

  • Serangan tomcat

Di Indonesa hewan bernama latin Coleoptera staphylinidae ini ditemukan dalam jumlah besar di Tulunggung, Jawa Timur pertengahan bulan Maret 2012. Namun spesies yang menyerang Indonesia ini merupakan jenis Paederus peregrines yang dapat menyebabkan dermatitis.

Selain Indonesia, wabah dermatitis yang ditimbulkan tomket juga menyerang negara lain seperti Australia, Malaysia, Srilangka, Nigeria, Kenya, Iran, Afrika Tengah, Uganda, Argentina, Brazil, Perancis, Venezuela, Ecuador dan India.

Setidaknya ada sekitar 622 jenis tomcat yang menyebar di seluruh dunia.

  • Hujan ikan

Pada tahun 2017 lalu, Kota Tampico, Meksiko pernah terjadi fenomena hujan ikan. Fenomena semacam ini juga pernah terjadi beberapa kali di Lajamanu, Australia yakni tahun 1974, 2004, dan 2010.

Hujan ikan yang terjadi di Meksiko menurut warga setempat ikan tersebut terbawa oleh angin karena terjadi badai besar di wilayah Amerika Latin.

  • Serbuan laba-laba

Di Australia pernah terjadi hujan laba-laba tahun 2015 lalu, tepatnya di kota Southern Tablelands. Meskipun laba-laba berukuran kecil tidak berbahaya, namun yang besar dapat merusak tanaman, menutupi daun dengan jaring sehingga tumbuhan tidak mendapatkan cukup cahaya.

Kemunculan laba-laba dalam jumlah banyak itu, menurut dosen biologi di University of Akron, Ohio, Todd Blackledge terjadi ketika kelompok laba-laba yang siap melakukan balloning, namun terhambat faktor cuaca, sehingga saat cuaca berubah ke kondisi yang tepat, mereka melakukannya secara bersamaan.

  • Kemunculan cacing

Belum lama ini warga Solo digegerkan dengan kemunculan cacing tanah. Jika hanya satu dua ekor sih tidak masalah, tapi yang muncul ribuan.

Rupanya fenomena itu tidak hanya terjadi di Solo, terjadi di sejumlah lokasi di Klaten. Tak hanya di area pertanian, ribuan cacing juga muncul di perkampungan.

Bahkan di Desa Bengking Kecamatan Jatinom, Klaten, jumlah cacing yang muncul ke permukaan tanah sangat banyak hingga menutupi sebagian permukaan jalan

Pemerhati lingkungan hidup dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Prabang Setyono menjelaskan fenomena kemunculan cacing ke permukaan tanah di wiayah Solo dan Klaten kemungkinan besar dipicu oleh terjadinya perubahan drastis yang mendadak di habitat cacing.

KLIK INI:  14 Fakta Seputar Konservasi Hutan yang Akan Membuat Anda Kagum
  • Kehadiran ubur-ubur

Kemunculan ubur-ubur di perairan Pelabuhan Tanjung Tembaga dan pelabuhan perikanan pantai di Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur, menjadi perhatian warga sekitar.

Ubur-ubur tersebut muncul dalam jumlah cukup banyak hingga menutupi permukaan sungai. Meski kemunculan ubur-ubur itu dianggap fenomena yang lumrah terjadi setiap tahun, namun tak sedikit warga yang tetap penasaran ingin menyaksikan.

Namun, kemunculan hewan tak bertulang belakang itu sudah diantisipasi petugas keamanan maupun nelayan.

  • Ular kobra yang meresahkan

Masyarakat pernah geger dengan munculnya puluhan anak ular kobra di beberapa pemukiman warga di pulau Jawa yakni di Bogor, Jember, Jakarta Timur, Klaten dan Yogyakarta.

Ular kobra atau disebut juga ular sendok adalah jenis ular berbisa dari suku Elapidae. Disebut ular sendok karena ular ini dapat menegakkan dan memipihkan lehernya, melengkung menyerupai sendok, apabila merasa terganggu atau merasa terancam oleh musuhnya. Ular ini juga memiliki kemampuan menyemprotkan bisa (venom).

Itulah fenomena kemunculan hewan dalam jumlah banyak yang sempat menggegerkan masyarakat.

KLIK INI:  Penutupan Taman Nasional, Cara Bijak Lindungi Kera Besar dari Covid-19