7 Fakta Pohon Mimba yang Diadopsi Puteri Indonesia Lingkungan 2020

Publish by -254 kali dilihat
Penulis: Idris Makkatutu
7 Fakta Pohon Mimba yang Diadopsi Puteri Indonesia Lingkungan 2020
Pohon mimba/foto-Ist

Klikhijau.com – Pohon mimba, jujur saja nama itu terasa masih asing. Saya baru mengetahuinya saat membaca artikel Puteri Indonesia Lingkungan 2020,Putu Ayu Saraswati yang mengadopsi pohon tersebut.

Ayu mengadopsinya sebagai bagian dari perayakan ulang tahunnya yang  ke-23 pada 6 Juni 2020 lalu. Pohon mimba juga dikenal dengan nama pohon intaran.

Ia membagi kabar  tentang pohon   yang diadopsinya itu di akun Instagram pribadinya. Pohon mimba bisa tumbuh hingga setinggi 20 meter. Batang, daun, dan bunganya disebut sangat berkhasiat bagi kesehatan karena tinggi akan antioksidan dan antimikroba.

“I adopted a tree at Taman Nasional Bali Barat! (Saya mengadopsi sebatang pohon di Taman Nasional Bali Barat),” tulisnya di akun Instagram miliknya, Minggu, 12 Juli 2020.

Saat Ayu menyiram pohon yang diadopsinya, ia menyertakan doa pada pada pohon tersebut. Ia ingin pohon itu tumbuh dan menghasilkan banyak oksigen. Ia mengaku tak sabar melihat pohonnya tumbuh besar

“Grow big and make lots of oxygen (Tumbuh besar dan hasilkan banyak oksigen),” ucap Ayu.

Mimba adalah anggota dari famili Meliaceae,yang secara botani merupakan sepupu pohon Mahoni

Mimba memiliki banyak sebutan, anugerah alam yang pahit, hadiah alam untuk umat manusia, pohon untuk berbagai kesempatan, pohon yang memurnikan, pohon ajaib, pohon abad ke-21, dan pohon untuk memecahkan masalahmasalah global (Ramesh C. Saxena, 2015)

Pohon ini terbilang tumbuhan liar di hutan dan tempat lain yang tanahnya agak tandus. Pohon mimba juga ditanam orang di tepi-tepi jalan sebagai pohon perindang. Pohon itu banyak ditemukan di daerah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Madura seperti dikutip dari farmasi.ugm.ac.id

Pohon mimba memiliki banyak fakta tak terduga yang jarang diketahui, berikut Klikhijau.com merangkum 7 fakta tentang pohon ini:

  • Berasal dari India

Keyakinan bahwa pohon ini berasal dari ini karena daunnya pertama kali  ditemukan di India. Di negara ini, namanya neem atau nimbi.

Nama itu berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti pemberian dari Tuhan. Bagi orang India, daun pohon ini dijadikan sebagai tanaman obat yang bisa diandalkan untuk berbagai jenis penyakit

  •  Tanaman suci

Masyarakat India menganggap pohon ini sebagai tanaman suci. Daunnya dijadikan sebagai simbol kesehatan dan perlindungan

Mitologi India bahkan menyebut daun mimba berasal dari surga. Mereka percaya daun mimba punya kemampuan untuk menyembuhkan karena daun ini berhasil melarikan diri dari kejahatan iblis.

  • Baik untuk kualitas udara

Tidak hanya untuk obat bagi berbagai penyakit. Pohon ini juga baik untuk kualitas udara, apalagi jika ditanam  di sekitar rumah.

Saat tertiup angin, daun mimba dipecaya ikut meniupkan zat anti-bakteri yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu, daun mimba menjaga angin tetap sejuk saat musim panas tiba.

  • Berusia panjang

Pohon ini memiliki napas yang panjang, ia   bisa hidup hingga 200 tahun. Pohon  mimba tidak terpengaruh oleh kondisi kering di sekitar tempat mereka tumbuh.

  • Pengendali hama

Menurut laporan dari panel ad hoc Dewan Sains dan Teknologi untuk Pembangunan Internasional (Board on Science and Technology for International Development), tanaman ini dapat mengantar ke era baru dalam pengendalian hama, menyediakan obat-obatan murah bagi jutaan manusia, mengurangi laju pertumbuhan populasi manusia.

  • Mengatasi pemanasan global

Masih menurut  laporan dari panel ad hoc Dewan Sains dan Teknologi untuk Pembangunan Internasional, pohon ini mengurangi erosi, penggundulan hutan, dan peningkatan suhu pemanasan global.

  •  Berjodoh dengan daerah tropis

 Tanaman ini sangat baik ditanam di daerah tropis. Maka tidak mengherankan jika pohon sekarang mulai bisa ditemukan di Afrika, Fiji, Mauritius, Indonesia, Thailand, dan Kamboja.

Nah, itulah 7 fakta menarik dari pohon mimba yang diadopsi Puteri Indonesia Lingkungan 2020,Putu Ayu Saraswati.

KLIK INI:  Menurut Genetika, Begini Alasan Satwa Langka Rentan Punah
Editor: Idris Makkatutu

KLIK Pilihan!